Ikhtisar Perilaku Abnormal

8:54 AM Edit This 0 Comments »

Ada banyak sekali perilaku yang bisa disebut sebagai perilaku abnormal. Antara satu sindrom (penyakit) dengan sindrom yang lain bahkan bisa dikatakan hampir serupa dan sulit untuk membedakannya. Kemudian disusunlah suatu metode untuk mengklasifikasikan sindrom-sindrom tersebut agar tidak terjadi kerancuan dan tumpang tindih. Saat ini klasifikasi yang dipakai oleh hampir seluruh ahli adalah klasifikasi yang dikeluarkan oleh Asosiasi Psikiatrik Amerika yang biasa disebut Diagnostic and Statistical Manual (DSM). Saat ini DSM yang digunakan adalah DSM-IV TR.

Berikut adalah klsifikasi perilaku abnormal yang berdasarkan DSM-IV TR:

1. Gangguan yang Biasanya Didiagnosis Pertama Kali di Masa bayi, Kanak-kanak ata Remaja:
* Separation Anxiety Disorder. Anak yang mengalami angguan anxietas (kecemasan) terhadap perpisahan, memiliki kecemasan berlebihan untuk berada jauh dari rumah atau dari orang tua.
* Conduct Disorder. Anak-anak yang mengalami gangguan tingkah laku berulang kali melanggar norma dan aturan sosial.
* Attention, Deficity/Hyperactivity Disorder. Individu yang mengalami gangguan kurangnya perhatian/hiperaktivitas memiliki kesulitan mempertahankan perhatian dan tidak mampu mengontrol aktivitasnya saat situasi menghendaki demikian.
* Individu yang mengalami retardasi mental. Menunjukkan fungsi intelektual di bawah normal dan kurangnya fungsi adaptif.
* Gangguan perkembangan persuasif termasuk gangguan autistik, sutu kondisi parah di mana individu memiliki masalah dalam menguasai keterampilan komunikasi dan menunjukkan kekurangan dalam berhubungan dengan orang lain.
* Gangguan Belajar mengacu pada keterlambatan penguasaan keterampilan berbicara, membaca, berhitung dan menulis.


2. Gangguan yang Berhubungan Dengan Zat
* Gangguan ini terjadi mengonsumsi zat (alkohol, oprat, kokain, opium, amfetamin dan sebagainya) berubah perilakunya hingga menurunkan fungsi sosial atau pekerjaan. Individu tersebut tidak mampu lagi mengendalikan konsumsi zat tersebut dan dapat berkembang ke sintom putus zat (sakau).
 

3. Skizofrenia
* Bagi para individu yang mengalami skizofrenia kontak dengan realita mengalami kegagalan. Mereka tidak dapat membedakan antara realita dan bukan realita. Karena mereka sering mengalami delusi dan halusinasi. Mereka juga memiliki emosi yang tumpul, datar atau tidak sesuai dan hubungan sosial serta kemampuan bekerjanya menurun.
 

4. Gangguan Mood
* Gangguan Depresif Mayor, seseorang mengalami kesedihan yang mendalam dan tidak bersemangat dan kemungkinan juga kehilangan berat badan dan energi serta mempunyai pikiran untuk bunuh diri.
* Mania, dapat digambarkan sebagai orang yang terlalu bersemangat, sangat mudah tersinggung, lebih aktif dari biasanya, mudah teralihkan perjatiannya dan memiliki harga diri yang tinggi yang tidak realistis.
* Gangguan Bipolar, terjadi bila seseorang mengalami episode mania dan depresi sekaligus.
 

5. Gangguan Anxietas, mencakup beberapa ketakutan irasional atau berlebihan sebagai gangguan utama
* Fobia. Individu yang fobia memiliki ketakutan yang sangat besar terhadap suatu objeak atau situasi sehingga mereka harus menghindarinya walaupun mereka sadar bahwa ketakutan mereka tersebu tidak berdasar dan tidak beralasan serta menggangu kehidupan mereka.
* Gangguan Panik, penderitanya mengalami serangan yang sangat intens secara mendadak, menimbulkan penderitaan yang sangat sehingga dapat membuat mereka gemetar, merasa hendak pingsan dan sulit bernapas. Gangguan panik dapat disertai dengan agrofobia, bila orang tersebut juga memiliki ketakutan untuk meninggalkan lingkungan yang dikenalnya.
* Generalized Anxiety Disorder, orang yang mengalami gangguan ini memiliki ketakutan dan kecemasan yeng bersifat menyeluruh, menetap dan tidak dapat dikontrol. Mereka selalu merasa cemas, tegang dan sangat mudah lelah.
* Gangguan Obsesif Kompulsif, orang yang mengalami gangguan ini memiliki obesesi atau kompulsi yang menetap. Obsesi adalah pikiran, ide atau citra yang terus menerus berulang secara tidak terkendali dan mendominasi kesadaran seseorang. Kompulis adalah dorongan untuk melakukan tindakan stereotip dengan tujuan yang umumnya tidak realistik yaitu menghilangkan sistuasi yang menimbulkan ketakutan. Upaya untuk menolak kompulsi menimbulkanaketegangan yang sangat besar sehingga individu biasanya menyerah dan melakukannya.
* Gangguan Stress Pacatrauma, yaitu seseorang yang mengalami kecemasan dan ketumpulan emosi setelah mengalami suatu peristiwa yang snagta traumatik. Individu mengalami ingata yang menyakitkan dan mengganggu pada siang hari dan mimpi buruk pada malam hari.
* Gangguan Stress Akut sama dengan gangguan stress pascatrauma tapi simtom-simtomnya berlangsung tidak lama.
 

6. Gangguan Somatoform, individu dengan gangguan ini mengalami simtom-simtom fisik (seperti sakit kepala terus menerus) namun tidak diketahui penyebabnya secara medis/fisiologis. Umumnya penyebabnya lebih bersifat psikologis.
* Orang yang mengalami gangguan somatisasi mempunyai riwayat panjang tentang berbagai keluhan fisik.
* Gangguan Konversi, penderitanya kehilangan fngsi motorik atau indera seperti kelumpuhan.
* Gangguan Nyeri, orang yang mengalami gangguan ini menderita sakit yang parah dan berlangsung lama.
* Hipokondriasis adalah kesalahan interpretasi terhadap sensasi fisik minor yang dianggap sebagai penyakit serius.
* Body Dysmorphyc Disorder dikuasai dengan imajinasi mengenai kekurangan penampilan fisik mereka.
 

7. Ganggun Disosiatif, gangguan ini memengaruhi perubahan kesadaran yang mendadak dan berpengaruh memori dan identitas.
* Amnesia Dissosiatif, penderitanya lupa dengan seluruh masa lalu mereka atau kehilangan memori selama perode waktu tertentu.
* Fugue Dissosiatif, individu secara mendadak dan tanpa diduga melakukan perjalanan ke suatu wilayah baru, memulai hidup baru dan lupa dengan identitas diri sebelumnya.
* Gangguan Identitas Dissosiatif (Kepribadian Ganda) memiliki dua atau lebih kepribadian yang berbeda yang masing-masing kompleks dan dominan pada suatu waktu.
* Gangguan Depersonalisasi adalah perasaan terasing atau tidak nyata terhadap diri sendiri yang parah dan menggangu.
 

8. Gangguan Seksual dan Identitas Gender
* Parafilia, orang yang memperoleh kepuasan seksual dari sumber yang tidak wajar seperti pedofilia, eksibisionisme, voyeurisme, sadisme dan masokisme.
* Disfungsi Seksual, penderitanya mengalami ketidakmampuan menyelesaikan siklus respon seksual yang wajar sepert tidak mampu mempertahankan ereksi, ejakulasi dini dan hambatan orgasme.
* Gangguan Identitas Gender, yaitu orang yang merasa sangat tidak nyaman dengan jenis kelamin anatomis mereka dan mengidentifikasikan diri dalam kelompok yang berjenis kelamin sebaliknya.
 

9. Gangguan Tidur
* Dissomnia, orang yang mengalami gangguan dalam hal jumlah jam tidur (terlalu sedikit, terlalu banyak), kualitas tidur (seperti tidak merasa segar di pagi haris ehabis bangun tidur) dan waktu tidur (orang tersebut tidak bisa tidur di waktu-waktu yang merupakan waktu tidur yang wajar).
* Parasomnia yaitu kejadian yang tidak biasa terjadi dalam tidur seperti berjalan ketika tidur
 

10. Gangguan Makan
* Anorexia Nervosa, penderita menghindari makanan dan menjadi sangat kurus, biasanya disebabkan rasa takut yang besar untuk menjadi gemuk.
* Bulimia Nervosa terdapat episode makan yang berlebihan disertai dengan aktivitas kompensatif seperti dengan sengaja muntah atau dengan sengaja minum obat pencahar secara berlebihan.
 

11. Gangguan Buatan, orang yang mengalami gangguan ini dengan sengaja menciptakan atau mengeluhkan simtom-simtom fisik atau psikologis untuk dianggap sebagai orang sakit.
 

12. Gangguan Penyesuaian, mencakup simtom-simtom emosional atau perilaku yang terjadi setelah munculnya stresor hidup yang besar.
 

13. Gangguan Kontrol Impuls
* Gangguan Eksplosif Tidak Tetap, penderitanya mengalami beberapa episode perilaku kekerasan yang mengakibatkan kerusakan atau mencederai orang lain.
* Kleptomania, seseorang gemar melakukan pencurian namun bukan dikarenakan nilai uang atau kegunaan benda yang dicuri tersebut.
* Pyromania, seseorang secara sengaja menimbulkan kebakaran dan mendapatkan kesenangan dengan melakukannya.
* Judi Patologis, seseorang dikuasai dengan keinginan berjudi tanpa mampu menghentikannya dan menggunakan judi sebagai pelarian diri dari masalah.
* Trikotillomania, pederitanya tidak dapat menahan dorongan untuk menarik-narik rambutnya yang sering kali menyebabkan kerontokan rambut dalam jumlah banyak.
 

14. Gangguan Kepribadian
* Gangguan Kepribadian Skizoid. Penderitanya selalu menyendiri, hanya mempunyai sedikit teman dan tidak peduli dengan pujian atau kritikan.
* Gangguan Kepribadian Narsisitik, penderitanya memiliki perasaan yang berlebihan bahwa dirinya penting, mengkhayalkan kesuksesan besar, membutuhkan perhatian terus menerus dan sangat mungkin mengeksploitasi orang lain.
* Gangguan Kepribadian Antisosial, terlihat sebagai gangguan dalamtingkah laku sebelum orang tersebut mencapai usia 15 tahun dan terwujud dalam tingkah laku membolos, lari dari rumah dan kenakalan yang menjurus ke arah kriminalitas dan kekasaran. Di masa dewasa orang tersebut tidak peduli dan tidak merasa bersalah atau malu untuk melanggar norma sosial.
 

15. Delirium, Demensia, Amnestik dan Gangguan Kognitif lainnya
* Delirium adalah kondisi tertutupnya kesadaran, perhatian yang tidak terfokus dan arus berpikir yang tidak runtut. Mungkin disebabkan oleh konsusmi zat kimia yang berlebihan atau malnutrisi.
* Demensia yaitu suatu kondisi penurunan kapasitas mental terutama memori dikaitkan dengan penyakit Stroke, Alzheimer dan beberapa kondisi medis lainnya.
* Amnestik merupakan kerusakan memori tanpa mengalami delirium atau demensia.

0 comments: