Apa ya Sejarahnya internet itu???

9:11 PM Edit This 0 Comments »

kalian tau gak pada awalnya Internet merupakan jaringan komputer yang dibentuk oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat di tahun 1969, melalui proyek ARPA yang disebut ARPANET (Advanced Research Project Agency Network),

Di sini mereka mendemonstrasikan bagaimana dengan hardware dan software komputer yang berbasis UNIX, kita bisa melakukan komunikasi dalam jarak yang tidak terhingga alias sangatjauh melalui saluran telepon. Proyek ARPANET ini merancang bentuk jaringan, kehandalan, seberapa besar informasi dapat dipindahkan, dan akhirnya semua standar yang mereka tentukan menjadi cikal bakal pembangunan protokol baru yang sekarang dikenal sebagai TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol).

ternyata tujuan awal dibangunnya proyek itu adalah untuk keperluan militer. Pada saat itu Departemen Pertahanan Amerika Serikat (US Department of Defense) membuat sistem jaringan komputer yang tersebar dengan menghubungkan komputer di daerah-daerah vital untuk mengatasi masalah bila terjadi serangan nuklir dan untuk menghindari terjadinya informasi terpusat, yang apabila terjadi perang dapat mudah dihancurkan.

Pada awalnya ARPANET hanya menghubungkan 3 situs saja yaitu Stanford Research Institute, University of California, Santa Barbara, University of Utah, di mana mereka membentuk satu jaringan terpadu di tahun 1969, dan secara umum ARPANET diperkenalkan pada bulan Oktober 1972. Tidak lama kemudian proyek ini berkembang pesat di seluruh daerah, dan semua universitas di negara tersebut ingin bergabung, sehingga membuat ARPANET kesulitan untuk mengaturnya.

Oleh sebab itu ARPANET dipecah manjadi dua, yaitu "MILNET" untuk keperluan militer dan "ARPANET" baru yang lebih kecil untuk keperluan non-militer seperti, universitas-universitas. Gabungan kedua jaringan akhirnya dikenal dengan nama DARPA Internet, yang kemudian disebut sebagai Internet.

Baca Selengkapnya...

maafkan aku Tuhan

9:10 PM Edit This 0 Comments »

“RAN… Rani, tungguin aku dong!!! Kenapa sich kita mesti buru-buru pulang?”, keluh selly, sahabat karibku sejak kecil.
“Aku cuma gak mau ketemu dengan Indra, ayo Selly kita harus cepat! Jangan sampai Indra berhasil ngejar kita”, jawabku sambil berjalan tergesa-gesa.

“Kamu dengan Indra ada masalah apa sich? Seingatku sejak SMP kalian berteman gak pernah sekalipun bertengkar!”.
“Gak ada masalah apapun diantara kami Sel”, jawabku.
Kami tiba-tiba berhenti berjalan, Selly menatap mataku dengan tajam untuk mengetahui apakah aku mengatakan hal yang jujur padanya. Tapi aku masih tetap terdiam dan berusaha menghindar dari tatapan Selly.
“Kamu jangna bohong Ran!” protes Selly padaku.
Tapi aku masih membisu dan berjalan meninggalkan Selly yang masih menunggu penjelasanku. Selama perjalanan pulang kami tidak saling berbicara, aku tidak tau apa yng dipikirkn Selly sekarang. Aku berharap dia bisa mengerti posisiku saat ini.

Selama semalam aku memikirkan masalah yang aku hadapi dan akhirnya, keesokan harinya aku putuskan memberi tahu Selly tentang masalah yang terjadi antara aku dan Indra, ketika ia datang ke rumahku untuk belajar kelompok.
“Apa Ran??, jadi kamu menghindar dari Indra selama 3 hari ini hanya gara-gara dia nembak kamu!. Lalu kamu jawab apa?” “Aku belum jawab apa-apa, aku pergi meninggalkannya saat itu?”
“kenapa kemu gak jawab (ya), kamu bodoh ran!. Indar cowok yang baik, pintar dan cakep. Semua cewek di kelas pada suka sama dia, tapi gak ada satupun yang ditanggapi sama Indra. Sekarang kamu malah nolak dia, bukannya kamu sudah lama suka sama Indar?”
“Karena aku sayang sama dia, jadi aku nggak bisa nerima dia jadi pacarku. Dia terlalu sempurna untukku.”
“kalian pasangan serasi, kamu pinter selalu jadi juara umum sejak SMP sampai kelas 2 SMA seperti sekarang. Kamu juga cantik Ran, lalu kurang apalagi?”.
“Fisikku!!! Itu yang membuat kami tidak serasi. Aku nggak meu dikasihani hanya karena kakiku yang cacat,” jawabku dengan nada suara yang tinggi.
Aku tidak tau kenapa tiba-tiba aku menjadi marah padahal Selly, yang berusaha membantu menyelesaikan masalahku. Sebenarnya aku marah kepada diriku sendiri, yang selalu menyesali kekuranganku karena memiliki fisik yang tidak sempurna. Ya… aku lahir ke dunia denga ukuran kaki yang tidak sama. Kaki kananku ukurannya lebih kecil dari kaki kiriku. Teman-teman sekolah menilai diriku sebagai gadis yang tabah dalam menerima takdir. Bahkan mereka kagum padaku karena aku pintar dan sering menjuarai lomba karya tulis ilmiah baik tingkat local maupun nasianal. Tapi mereka tidak pernah tau ada pergolakan batin dalam diriku yang membuatku terkadang menjadi kurang percaya diri.
“Tapi kamu nggak bisa terus menghindari Indra, kamu harus selesaikan masalah di antara kalian. Aku gak mau kehilangan dua sahabat baikku” jelas Selly yang memecah keheningan di antara kami.
“Beri aku waktu, untuk saat ini aku masih bingung tentang apa yang harus aku lakukan,” “Dengarkan dan ikuti kata hatimu, aku yakin dia akan memberikan solusi terbaik untukmu Ran!”

Kring…..Kring….
Bel tanda berakhir pelajatran telah berbunyi. Aku tergesa-gesa memasukkan semua buku pelajaranku ke dalam tas, aku harus segera meninggalkn kalas sebelum Indra datang ke kalasku. Selama 3hari ini aku terus berusaha menghindar dari Indra. Namu terlambat, seorang pria berbadan tegap dengan tas diselempag di bahunya telah menunggu di depan pintu. Semua teman-teman berhambur ke luar kelas, tinggal aku dan Indra. Mata kami saling bertemu, untuk sesaat suasana menjadi begitu hening. Tiba-tiba tubuhku membeku, buku dan kotak pensilku yang ada di tangan terjatuh sehingga menimbulkan suara keras. Indra datang menghampiriku dan membantuku mengumpulkan semua peralatan sekolahku yang berserakan.
“sampai kapan kamu mau menghindariku Ran?” tanyanya sambil menyodorkan peralatan sekolahku.
“Maafin aku Dra, aku…aku…”
“Apa salahku Ran? Sampai kamu harus menghindariku sejak aku bilang suka sama kamu. Atau kamu sudah suka cowok lain, siapa dia Ran?”
Aku tetap diam dan pergi meninggalkan Indra sambil menangis, aku ingin sekali berlari agar dia tidak dapat mengejarku. Tapi itu tidak mungkin, untuk berjalan saja aku masih memerlukan bantuan tongkat. Di depan gerbang sekolah Indra berhasil mengejarku dan memegang erat pergelangan tanganku. Aku berusaha menghindar tanpa meghiraukan keadaan jalan yang ramai dengan kendaraan bermotor, aku tetap nekat menyeberang. Aku seperti mendengar teriakan Indra dan tiba-tiba sebuah truk mendekat.

Ketika aku sadar kudapati tubuhku tergeletak tak berdaya di salah satu kamar rumah sakit. Dengan beberapa selang infuse terpasang di tanganku. Selly menatapku dengan lembut, matanya merah seperti habis menangis.
“Apa yang terjadi sel? Mana Indra?” tanyaku dengan suara lemah.
Air mata Selly mulai mengalir seakan tak bisa berhenti. “In…Indra udah me.ni…nggal Ran ke..ti..ka tiba di ru..mah sa….kit, dia ber…usaha nolong ka..mu” jawab Selly dengan terbata-bata.
Ku tatap langit-langit rumah sakit dengan pandangan hampa, tanpa aku sadari air mataku mengalir deras tanpa berhenti. Mungkin TUHAN sedang meghukumku karena aku tidak mensyukuri apa yang telah aku miliki. Selama ini aku hanya menyesali fisikku yang tidak sempurna. Padahal TUHAN telah memberiku begitu banyak, orang tua yang begitu sayang, kecerdasan, sahabat yang baik seperti Selly. Dan yang terpenting adalah aku telah menolak dan menyakiti seseorang yang TUHAN kirim, yang begitu mencintaiku dengan tulus. Kini TUHAN mengambilnya dari sisiku.
“Tidak… oh….TUHAN maaf… maafkan aku, Indra aku say…sayang kamu” teriakku berharap Indra bisa mendengarkannya, walau aku tau semua telah terlambat karena Indra telah pergi untuk selamanya. Sejak saat itu aku berjanji kepada diriku sendiri akan selalu mensyukuri apa yang telah aku miliki, dan berharap Tuhan akan memaafkan atas kesalahanku. Semoga suatu saat Tuhan memberikanku satu kesempatan lagi untuk menerima cinta yang tulus dan suci dari seorang, yang bersedia menemaniku mengarungi kehidupan ini.




Baca Selengkapnya...

senam lantai

9:10 PM Edit This 5 Comments »

1. Guling Depan (Forward Roll)
Guling depan adalah guling yang dilakukan ke depan. Adapun langkah-langkah untuk melakukan guling ke depan adalah sebagai berikut.
a. Berdiri tegak, kedua tangan lurus di samping badan.
b. Angkat kedua tangan ke depan, bungkukkan badan, letakkan kedua telapak tangan di atas matras.
c. Siku ke samping, masukkan kepala di antara dua tangan.
d. Sentuhkan bahu ke matras.
e. Bergulinglah ke depan.
f. Lipat kedua lutut, tarik dagu dan lutut ke dada dengan posisi tangan merangkul lutut.
g. Sikap akhir guling depan adalah jongkok kemudian berdiri tegak.





2. Guling Belakang (Backward Roll)
Langkah_langkah guling belakang bulat yaitu sebagai berikut.
a. Jongkok, tekuk kedua siku tangan menghadap ke atas di dekat telinga, dagu dan lutut tarik ke dada.
b. Guling badan ke belakang hingga bahu menyentuh matras, lutut dan dagu tetap mendekat dada, telapak tangan di dekat telinga.
c. Bahu menyentuh matras, kedua telapak tangan menyentuh matras, gerakkan kaki untuk dejatuhkan ke belakang kepala.
d. Jatuhkan ujung kaki ke belakang kepala.
e. Dorong lengan ke atas.
f. Jongkok dengan lengan lurus ke depan.

3. Gerakan Lenting
Beberapa hal yang harus diperhatikan ketika melakukan lenting tengkuk adalah sebagai berikut.
a. Sikap Awal
Berdiri tegak dengan kedua kaki rapat dan kedua lengan diangkat lurus ke atas. Sambil membungkukkan badan, tetakkan kediua tangan di matras kira-kira satu langkah dari kaki. Setelah itu letakkan tengkuk di antara kedua tangan sambil mengambil sikap guling depan. Kedua kaki dijaga agar tetap lurus.
b. Pelaksanaan
Ketika posisi untuk guling depan tercapai, segeralah mengguling ke depan. Saat tubuh sudah berada di atas kepala, kedua kaki segera dilecutkan lurus ke depan sambil dibantu oleh kedua tangan yang mendorong badan dengan menekan matras. Lecutan ini meyebabkan badan melenting ke depan.
c. Sikap Akhir
Ketika layangan selesai, kedua kaki segera mendatar. Badan tetap melenting dan kedua lengan tetap terangkat lurus. Akhirnya , berdiri tegak.






4. Sikap Kayang
Caranya adalah sikap berdiri membelakangi matras dengan kedua kaki agak dibuka dan kedua tangan diayunkan ke belakang, ke atas secara perlahan hingga kedua telapak tangan menempel pada matras. Kemudian secara perlahan berdiri tegak.




5. Sikap Lilin
Sikap lilin adalah tidur terlentang, dengan dilanjutkan mengangkat kedua kaki lurus ke atas (rapat) bersama-sama. Pinggang ditopang oleh kedua tangan, sedangkan pundak teta menempel pada lantai.






Baca Selengkapnya...

Zaman Batu Muda ( Neolithikum )(1500SM)

9:10 PM Edit This 1 Comment »

Pada masa ini telah terjadi perubahan yang sanyat mendasar pada cara kehidupan dan cara bertempat tinggal, dan peralatan hidupnya. Corak kehidupan manusia purba pada masa ini, antara lain:
1. Telah bertempat tinggal menetap dan mempunyai kemampuan untuk bercocok tanam.
2. Alat-alatnya terbuat dari batu yang sudah diasah halus, misalnya kapak lonjong dengan kapak persegi dan telah menganut kepercayaan animisme dan dinamisme.
Alat – alat zaman batu muda sudah menunjukan penguasaan teknologi dan kreativitas pembuatnya sehingga alat – alat yang diciptakan sudah diasah makin halus.banyak ragam ataum juga bentuk dan kegunaannya,nilai seni keindahan sudah mereka kenal. Hasil kebudayaannya berupa kapak persegi, Kapak lonjong, Kapak bahu hanya di Minahasa,kemudian cangkul, beliung, dan tarah.
Selain itu juga diciptakan alat untuk upacara seperti kapak yang dibuat indah, batu akik gelang – gelang, perhiasan, dan tembikar. Manusia pendukung kebudayaan ini adalah ras Proto Melayu.

Teknologi pada Masyarakat Pertanian dan Berkebun
Dengan dikenalnya sistem bercoccok tanam, maka ada banyak waktu yang terluang yaitu waktu antara musim tanam hingga datangnya musim panen. Pada saat itulah mereka mulai mengembangkan teknologi dan kebudayaan. Salah satu diantaranya adalah teknik upam yaitu menggosokan atau mengasah batu hingga di peroleh alat – alat batu dan gerabah. Peralatan yang diumpam antara lain beliung dan kapak batu, serta mata tombak dan mata panah. Oleh sebagian peneliti, beliung dan kapak bata dianggap sebagai petunjuk umum tentang masa bercocok tanam di Indonesia.

Kapak Persegi
Salah satu budaya yang menonjol pada periode ini adalah beliung persegi. Kapak persegi ini bentuknya hampir seperti pacul, namun tidaklah selebar dan sebesar pacul zaman sekarang. Kapak ini dipergunakan untuk menerjakan kayu, misalnya pada waktu membuat rumah atau perahu Teknologi yang dipakai adalah dangan mengupam seluruh bagian hingga halus terkecuali bagian pangkal yang digunakan sebagai ikatan tangkai. Tajamannya diperoleh dengan mengasa bagian ujung permuka bawah landai, ke arah pinggir ujung permukaan atas. Dengan begitu, hasil tajamannya akan miring, dangan ukuran antara 4 cm hingga 25 cm. bahan batuan yang dipakai adalah kalsedon, agak, dan jespin. Beliung-beliung persegi itu telah dibuat sendiri di beberapa tempat yang daerahnya menyediakan bahan mentahan. Dari teknologi ini, diperoleh beragam variasi beliung persegi. Misalnya beliung yaitu beliung berpunggung tinggi berasal dari batuan setengah permata. berpunggung tinggi berasal dari batuan setengah permata. Ada beliung bahu di kalumpang yang diupam hanya pada bagian permukaan tajaman, dan beliung tangga (ditemkan di sulawesi dimana bagian pangkal pada permukaan atas alat dibuat lebih rendah seolang seperti tangga turun setingkat), beliung atap (terdapat di Jawa Timur, Bali dan Maluku, berbentuk trapezium). Di Kalumpang ditemukan beragam beliung persegi yang terupang halus, bahkan gerabah yang menggunakan95% teknologimasa bercocok tanam dan 5% teknologi perundagian. Gerabah Kalumpung mulai menggunakan hiasan yang berupa goresan. Daerah penyebarannya meliputi Jawa,Bali, Sumatra, dan Kalimantan Barat.

Kapak Lonjong
Hasil budaya lain dari masyarakat pertanian untuk dianalisis teknologi pembuatannya adalah kapak lonjong. Spesifikasi alat ini adalah pangkalnya agak runcing dan melebar pada bagian tajamnya. Pada bagian tajamnya diasah dari dua arah hingga menghasilkan bentuktajaman yang simetris atau setangkup. Bahan yang biasa dipakai adalah batu kali. Teknologi pembuatannya antara lain dengan teknik pukulan beruntun, yaitu dengan menyerpih segumpal batu ataulangsung mengambil dari kerakalyang sesuai dengan keinginan calon pemakainya. Selanjutnya permukaan batu diratakan dengan teknik pemukulan beruntun, baru kemudian diupam hingga halus. Mata kapak biasanya dipasang vertical dengan cara memasukkan bendanya langsung pada lubang yang dibuat di ujung tangkai. Cara yang lain adalah memasukkan mata kapak pada gagang tambahan lalu diikan menyiku pada gagang pokoknya. Bahan yang digunakan ialah batu kali yang berwarna kehitaman. Kapak lonjong banyak ditemukan di Sulawesi, flores, maluku, dan Irian Jaya



Anak Panah
Peralatan lain yang digunakan manusia adalah mata panah yang berhasil ditemukan di Jawa Timur,dan sulawesi. Teknologi yang digunakan untuk membuata mata panah di Jawa Timur relative maju. Bagian ujung dan tajamannya diratakan dari dua arah, hingga menghasilkan tajaman yang bergerigi dan tajam. Bentuknya segitiga dengan basisi bersayap dan cekung. Namun, ada yang cembung dan tidak bersayap, dengan rata-rata berukuran 3 sampai 6cm, lebar basis 2 sampai 3cm, tebalnya 1cm. bahan yang digunakan adalah batu gamping.
Mata panah dari Sulawesi dibuat dari kepinga batu kalsedon dan kuarsa. Cara pembuatannya tidak serimit anak panah Jawa Timur, karena hanya memfokuskan pada bagian tajamnya saja. Tajaman mata panah Sulawesi cenderung lebih banyak bergerigi. Ada pula mata panah dan mata tombak yang diumpam seperti yang ditemukan di Kalumpang. Peralatan dari daerah ini berasal dari batu sabak dan mata panahnya berbasis cekung, bersayap dan bertangkai. Ada dua tempat penemuan anak panah yang penting adalah Jawa Timur dan Sulawesi Selatan.

Tembikar(Gerabah)
Pada tahap bermukim dan berladang manusia sudah mengenal gerabah sebagai peralatan hidup. Namun cara atau teknik pembuatan gerabah pada masa bercocok tanam tingkat awal saat itu masih sangat sederhana. Pembutan gerabah pada masa itu dikerjakan dengan tangan. Sedangkan penggunaan roda olandasan yang berputar (pelarikan)belum banyak bukti-bukti yang mendukung penggunaan alat tersbut pada masa itu.

Perhiasan
Dalam masa bercocok tanam tingkat awal, perhiasan berupa gelang dari batu, dan kerang sudah dikenal. Untuk membuat gelang ini, maka pertama-tama bahan batu dipukul-pukul sehingga diperoleh bentuk-bentuk yang bulat gepeng. Dengan jalan menggosok dan mengasah maka diperoleh gelang yang dikehendaki. Bahan gelang itu terdiri atas batu pilihan seperti batu agat, kalsedon, dan yesper yang berwarna putih, kuning, cokelat, merah, dan hijau. Selain gelang itu dari batu juga ditemukan kalung dari batu akik. Perhiasan-perhiasan seperti itu pada umumnya ditemukan di Jawa Tengah dan Jawa Barat.

Baca Selengkapnya...

contoh proposal

9:10 PM Edit This 0 Comments »

PROPOSAL KEGIATAN DEBAT BAHASA INDONESIA
SE- KOTA DENPASAR


1. PENDAHULUAN

Bahasa Inonesia merupakan bahasa kebangsaan bangsa Indonesia. Bahasa Indonesia berasal dari Bahasa Melayu yang disempurnakan oleh beberapa tokoh Bangsa Indonesia yang berkecimpung di bidang Bahasa Indonesia.
Sehingga Bahasa Indonesia diharapkan dapat dilestarikan dan dikembangkan oleh para generasi-generasi penerus bangsa.

Dengan diadakan kegiatan lomba debat Bahasa Indonesia tingkat SMA/SMK se-Kota Denpasar Ini diharapkan para siswa mampu untuk mnyalurkan bakat dan keahlian mereka di bidang bahasa, khususnya di bidang Bahasa Indonesia, sehingga nantinya bakat-bakat dan keahlian ini dapat tersalur dengan baik.

Melalui kegiatan debat Bahasa Indonesia ini para siswa dituntut untuk dapat berbahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai dengan waktu dan tempat di mana ia berada. Dalam kegiatan ini diharapkan semua siswa ikut berpartisipasi dan mereka diberikan suatu kebebasan dalam menyalurkan keahlian di bidang Bahasa Indonesia sekaligus dapat digunakan sebagai ajang asah otak yang mengarah ke hal yang positif. Dan diharapkan dapat memacu semangat belajar siswa untuk maju dan lebih memperdalam bahasa indonesia.






1. LATAR BELAKANG

Kegiatan debat Bahasa Indonesia tingkat SMA/SMK se-Kota Denpasar ini didasarkan pada hasil hasil keputusan rapat perwakilan osis se-Kota Denpasar. Dan juga didasarkan pada perayaan peringatan bulan bahasa yang diselenggarakan pada bulan Oktober setiap tahunnya.

Serta didasarkan pada keinginan kita untuk mengangkat materi Bahasa Indonesia sebagai sebagai materi yang akan diperdebatkan, agar Bahasa Indonesia tidak dikalahkan oleh Bahasa Inggris yang sudah sering diperdebatkan. Dan diharapkan dengan cara ini dapat memacu siswa untuk lebih mampelajari Bahasa Indonesia.



2. TUJUAN KEGIATAN

Kegiatan debat Bahasa Indonesia se-Kota Denpasar ini bertujuan untuk :

Umum :
o Memotifasi siswa untuk lebih giat belajar Bahasa Indonesia.

Khusus :
o Meningkatkan kemampuan berkreatifitas siswa dalam berbahasa, khususnya Bahasa Indonesia.
o Mempertajam nalar siswa dalam Berbahasa Indonesia.
o Melatih untuk belajar menghargai perbedaan-perbedaan pendapat antar individu.
o Melatih siswa untuk berani tampil di muka umum.
o Melatih siswa untuk berani mengungkapkan pendapat di muka umum.
o Pengmbangan bakat yang dimiliki oleh siswa.
o Menampilkan kemampuan Berbahasa Indoneia yang baik dan benar.
o Meningkatkan pengetahuan siswa tentang bahasa Indonesia.
o Menemukan cara preventif yang perlu dilakukan siswa agar dapat menguasai bahasa Indonesia dengan baik dan cepat.


3. DASAR PELAKSANAAN

Mengingat banyak penggunaan bahasa Indonesia telah beralih menjadi penggunaan bahasa asing., maka perlu adanya sebuah media yang dapat digunakan untuk mengembangkan Bahasa Indonesia itu sendiri dan bukan malah menggantinya dengan bahasa asing.

Serta mengingat banyak siswa yang berbakat dalam bidang Bahasa Indonesia tetapi mereka tersingkirkan dalam pergaulan, sehingga memaksa mereka untuk tidak menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Dengan adanya debat Bahasa Indonesia ini, maka siswa-siswa yang berbakat dan memiliki kemampuan di bidang Bahasa Indonesia dapat mengekspesikan bakat mereka itu sehingga dapat tersalur pada tempat yang tepat.











4. BENTUK KEGIATAN

Kegiatan ini berbentuk kegiatan Lomba debat Bahasa Indonesia, seperti halnya dalam debat bahasa inggris, di sini siswa diberikan sebuah topik dan siswa-siswa ini dibagi atas kelompok setuju, yaitu kelompok yang menyetujui topik yang diberikan dan kelompok tidak setuju, yaitu kelompok yang tidak menyetujui topik yang diberikan tersebut.


5. PELAKSANAAN KEGIATAN

Kegiatan debat Bahasa Indonesia se-Kota Denpasar ini dilaksanakan pada:
Hari : Senin sampai Rabu
Tanggal : 14 Oktober 2007 sampai 16 Oktober 2007
Waktu : 08.00 – 14.00 WITA
Tempat : lingkungan sekolah SMA Negeri 8 Denpasar
















6. SUSUNAN PANITIA

Pelindung : Drs. Dadang Wahyu Utomo, M. M.
Penanggung jawab : Drs. Sugiyono, M. Pd.
Pembimbing : I Wayan Tisnawan, S. Pd.
Ketua : Desak Made Oktaviana Dewi
Wakil ketua : Ida Bagus Gede Narinda Giriputra
Sekretaris : Kadek Meila Nur Cahya Dewi
Bendahara satu : Putu Diah Indrayanti
Bendahara dua : Ni Luh Ayu Kalimantari
Seksi lomba : Kadek Agung Suanita
Ni Kadek Ayu Andini
Ayu Lestari
Nyoman Darpita Wijaya
Ni Wayang Debi Kristina

Seksi dekorasi : Ni Made Devi Hariska Mila Sari
I Gusti Agung Dwi Ari
Ida Yuni Pratiwi
Dewa Ayu Ika Pramitha
Anak Agung Ayu Indra Suari

Seksi humas : Ni Wayan Indah Antari
Ni Luh Lilik Puspita
Selvina Meryanti Antonio Rofael
Ni Wayan Purnami Rusadi

Seksi dokumentasi : Anak Agung Mirah Dian Sarastin
Nadia Kusuma Wijayanthi

Seksi keamanan : Kadek Azis Mayyobin
I Gede Andi Kharismayadhi
I Ketut Dharma Tanaya

Seksi perlengkapan : I Made Budi Sukarya
Ikhwanurrohim
Putu Yudhistira Budhi Setiawan

Seksi promosi/dana : I Gede Barayuda Gautama
Anak Agung Ngurah Edy Prayoga
Anak Agung Gede Bayu Parama Putra

Seksi konsumsi : Luh Putu Ari Sartini
Ni Luh Putu Eka Suartini
Ni luh Putu Orti Persiani
Ni Luh Suwestarini

Pembantu umum : Acha Mardiana
Gugun Wirajaya



















7. ANGGARAN BIAYA

Pemasukan
o Bantuan dari pemerintah kota Denpasar Rp 1.500.000,00
o Bantuan dari kabupaten Rp 1.000.000,00
o Bantuan sekolah Rp 1.000.000,00
o Iuran dari peserta Rp 500.000,00
o Sponsor Rp 2.000.000,00
Jumlah Rp 6.000.000,00

Pengeluaran
o Administrasi Rp 100.000,00
o Peralatan Rp 500.000,00
o Dekorasi Rp 200.000,00
o Sound system Rp 500.000,00
o Dokumentasi Rp 200.000,00
o Transportasi Rp 500.000,00
o Konsumsi Rp 1.800.000,00
o Hadiah Rp 2.000.000,00
o Lain – lain Rp 200.000,00
Jumlah Rp 6.000.000,00













8. PENUTUP

Demikian proposal kegiatan ini kami susun, dengan harapan semua kegiatan dapat dilaksanakan sesuai rencana. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan bantuan dan kerja sama dari semua pihak.





Baca Selengkapnya...

Molusca

9:10 PM Edit This 7 Comments »

Kata mollusca berasal dari bahasa Latin mallis yang berarti lunak. Jadi mollusca dapat diartikan sebagai hewan bertubuh lunak. Tubuh lunak tersebut tidak bersegmen-segmen dan terbungkus oleh mantel yang terbuat dari jaringan khusus, dan umumnya dilengkapi
dengan kelenjar-kelenjar yang dapat menghasilkan cangkang. Di antara mantel dan dinding tubuh terdapat rongga mantel. Beberapa jenis hewan ini, tubuhnya terlindung oleh cangkang dari zat kapur (kalsium karbonat) yang keras tapi ada pula mollusca yang tidak bercangkang, misalnya cumi-cumi.

Mollusca merupakan kelompok hewan terbesar kedua dalam kerajaan binatang, setelah filum Arthropoda dengan anggota yang masih hidup berjumlah sekitar 75 ribu jenis, serta 35 ribu jenis dalam bentuk fosil. Mollusca bersifat kosmopolit, artinya ditemukan di mana-mana, di darat, payau, di laut, di air tawar mulai dari daerah tropis hingga daerah kutub. Dari palung benua di laut sampai pegunungan yang tinggi, bahkan mudah saja ditemukan di sekitar rumah kita.

Hal ini menunjukkan kemampuan adaptasi Mollusca terhadap lingkungan sangat tinggi. Tapi pada umumnya moluska hidup di laut. Tubuhnya terdiri atas kaki, Mollusca juga mempunyai bagian tubuh yang disebut sebagai kaki muskular yang dipakai dalam beradaptasi untuk bertahan di substrat, menggali membor substrat, atau melakukan pergerakan dan sebagai alat untuk menangkap mangsa. Dengan kepala yang berkembang beragam menurut klasnya. Tubuhnya juga dapat mengeluarkan lendir untuk membantu berjalan.


Karakteristik Mollusca

a. Tubuhnya bilateral simetris.
b. Tubuhnya pendek, terlindung cangkang, yang tersusun atas zat kapur yang dihasilkan oleh kelenjar mantel. Struktur kepala Mollusca semakin berkembang.
c. Alat pencernaan telah berkembang sempurna, terdiri atas mulut, kerongkongan yang pendek, lambung, usus, dan anus. Salurannya memanjang dari mulut hingga anus. Pada mulut telah ditemukan lidah bergerigi atau radula dan hampir semua jenis mollusca memilikinya dalam mulutnya yang digunakan untuk makan, anusnya terbuka ke rongga mantelanus tersebut terletak di bagian anterior tubuh. Kelenjar pencernaan telah berkembang baik.
d. Kecuali Cephalopoda, peredaran darahnya terbuka. Darah dapat mengangkut zat-zat makanan dan diedarkan ke seluruh tubuh mollusca, zat sisa metabolisme dan zat asam dikeluarkan lewat alat ekskresi yaitu nefridia (tunggal:nefridium). Jantungnya terdiri atas bagian dorsal yang dikelilingi parikardium.
e. Pernapasannya dilakukan oleh pulmonum, epidermis, insang (etenidia) yang terletak di rongga mantel, dan mantel. Gastropoda yang hidup di darat melakukan pernapasan dengan paru-paru.
f. Alat ekskresinya berupa ginjal atau nefridium.
g. System sarafnya berupa tiga pasang simpul saraf (ganglion), yaitu ganglion sarebral, ganglion visceral, ganglion pedal. Ketiganya dihubungkan dengan serabut-serabut saraf. Sistem saraf Mollusca juga terdiri dari cincin saraf yang memiliki esofagus dengan serabut saraf yang menyebar.
h. Alat kelamin umumnya terpisah (dioseus), tetapi ada pula yang hermafrodit pembuahannya eksternal.
i. System pergerakan denga menggunakan kaki yang berotot dan bentuknya berbeda-beda sesuai dengan jenis mollusca.
j. Reproduksi mollusca terjadi secara seksual dengan fertilisasi internal. Moluska ada yang bersifat diesis dan ada pula yang monoensis.
k. Ukuran dan bentuk tubuh Mollusca sangat bervariasi. Misalnya, siput yang panjangnya hanya beberapa milimeter dengan bentuk bulat telur. Namun, ada juga cumi-cumi raksasa dengan bentuk torpedo bersayap yang panjangnya lebih dari 18 m.



Berdasarkan bentuk dan kedudukan kaki, cangkok, mantel, insang, dan system sarafnya serta ada tidaknya cangkang, Mollusca dibedakan menjadi lima kelas, yaitu :
1. Bivalvia (pelecypoda), yaitu golongan kerang,
2. Gastropoda, yaitu golongan siput,
3. Cephalopoda, yaitu golongna cumi-cumi,
4. Scaphopoda, golongan si cangkang gading, dan
5. Amphineura, yaitu golongan kiton.
berikut ini kita bahas lebih rinci masing-masing kelas satu persatu.

1. Bivalvia (Pelecypoda)

Hewan kelas ini selalu mempunyai cangkang katup sepasang maka disebut sebagai Bivalvia. Hewan ini disebut juga Pelecypoda yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu pelecys yang artinya kapak kecil dan podos yang artinya kaki. Jadi Pelecypoda berarti hewan berkaki pipih seperti mata kapak. Hewan kelas ini pun berinsang berlapis-lapis maka sering disebut Lamellibranchiata.

Cangkang dihubungkan oleh engsel elastis. Apabila cangkang terbuka kaki keluar untuk bergerak. Untuk menutup cangkang dilakukan oleh otot transversal yang terletak di akhir kedua ujung tubuh di bagian dekat dorsal, yaitu otot aduktor anterior dan posterior. cangkok berjumlah dua (sepasang) ada di bagian anterior dan umbo (bagian yang membesar/menonjol) terdapat dibagian posterior (punggung).. Adanaya otot-otot aduktor ini menyebabkan dua cangkang dapat membuka dan menutup. Pada umumnya hidup di perairan baik air tawar maupun air laut yang banyak mengandung zat kapur yang digunakan untuk membentuk cangkangnya.

Struktur Tubuh Bivalvia
Kelas ini mencangkup bangsa kerang. Tubuhnya bilateral simetris, terlindung oleh cangkang kapur yang keras. Bagian cangkang terdiri atas bagian torsal dan bagian ventral.
Pada bagian torsal terdapat:
a. gigi sendi, sebagai poros ketika katup membuka dan menutup serta meluruska kedua katup;
b. ligament sendi, berfungsi menyatukan katup bagian dorsaldan memisahkan katup sebelah vertal;
c. umbo, tonjolan cangkang di bagian dorsal.

Kalau dibuat sayatan memanjang danmelintang, tubuh kerang akan tampak bagian-bagian sebagai berikut.
1. Paling luar adalah cangkang yang berjumlah sepasang, fungsinya untuk melindungi seluruh tubuh kerang.
2. mantel, jaringan khusus, tipis dan kuat sebagai pembungkus seluruh tubuh yang lunak. Pada bagian belakang mantel terdapat dua lubang yang disebut sifon. Sifon atas berfungsi untuk keluarnya air, sedangkan sifon bawah sebagai tempat masuknya air.
3. insang, berlapis-lapis dan berjumlah dua pasang. Dalam insang ini banyak mengandung pembuluh darah.
4. kaki pipih. Bila akan berjalan kaki dijulurkan ke anterior.
5. di dalam rongga tubuhnya terdapat berbagai alat dalam seperti saluran pencernaan yang menembus jantung, alat peredarn, dan alat ekskresi (ginjal).

Cangkang kerang terdiri atas tiga lapis, yaitu urut dair luar ke dalam sebagai berikut.
a. Periostrakum, merupakan lapisan tipis dan gelap yang tersusun atas zat tanduk yang dihasilkan oleh tepi mantel; sehingga sering disebut lapisan tanduk, fungsinya untuk melindungi lapisan yang ada di sebelah dalamnya dan lapisan ini berguna untuk melindungi cangkang dari asam karbonat dalam air serta memberi warna cangkang..
b. Prismatic, lapisan tengah yang tebal dan terdiri atas kristal-kristal kalsium karbonat yang berbentuk prisma yang berasal dari materi organik yag dihasilkan oleh tepi mantal.
c. Nakreas, merupakan lapisan terdalam yang tersusun atas kristal-kristal halus kalsium karbonat. merupakan lapisan mutiara yang dihasilkan oleh seluruh permukaan mantel. Di lapisan ini, materi organik yang ada lebih banyak daripada di lapisan prismatic. Lapisan ini tampak berkilauan dan banyak terdapat pada tiram/kerang mutiara. Jika terkena sinar, mampu mamancarkan keragaman warna. Lapisan ini sering disebut sebagai lapisan mutiara.

Lapisan mutiara ini terbentuk dari getah-getah yang dihasilkan oleh kelenjar-kelenjar pada sel-sel mantel. Pembentukan mutiara oleh bivalvia adalah proses yang terjadi kerena aktifitas cangkang, yaitu sebagai berikut. Jika ada benda asing yang ada di luar tubh, seperti butiran pasir atau suatu parasit, yang secara tidak sengaja masuk ke dalam cangkang maka akan disimpan dalam suatu kantong kecil dalam mantel.

Di mentel banyak disekresikan nekreas oleh lapisan epitelium kantong tersebut. Sedikit demi sedikit nakreas melapisi partikel atau benda asing tersebut. Dalam waktu 4 tahun partikel dan lapisan nakreas itu telah menjadi mutiara. Didasarkan pada kenyataan ini maka manusia membuat mutiara. Cara yang biasa ditempuh adalah denagn memasukkan benda asing seperti arang, pasir, dan benda lain di sela antara mantel dan cangkang untuk mengeluarkan getahnya. Getah ini menyelimuti benda asing tersebut selanjutnya mengkristalkan membentuk butiran mutiara. Di jepang telah dilakukan penyelidikan yang mengarah pada produksi mutiara untuk kepentingan komersial, yakni dengan kultur mutiara. Di Indonesia terdapat pusat pengembangan mutiara, antara lain di lombk,NTB, dan kepulauan banggai sulawesi tegah.


Makanan kerang berupa hewan kecil yang terdapat dalam perairan yang masuk bersama air melalui sifon.

Alat pernapasan kerang berupa insang dan bagian mantel. Insang kerang berbentuk W dengan banyak lamella yang mengandung banyak batang insang. Pertukaran O2 dan CO2 terjadi pada insang dan sebagian mantel. Mantel terdapat di bagian dorsal meliputi seluruh permukaan dari cangkang dan bagian tepi. Antara mantel dan cangkang terdapat rongga yang di dalamnya terdapat dua pasang keping insang, alat dalam dan kaki. Alat peredaran darah sudah agak lengkap denagn pembuluh darah terbuka. System pencernaan dari mulut sampai anus.

System sarafnya terdiri dari 3 pasang ganglionyang saling berhubungan yaitu:
(i) ganglion anterior terdapat di sebelah ventral lambung
(ii) ganglion pedal terdapat pada kaki
(iii) ganglion posterior terdapat di sebelah ventral otot aduktor posterior.


Kerang berkembang biak secara kawin. Umumnya berumah dua dan pembuahannya internal. Telur yang dibuahi sperma akan berkembang manjadi larva glosidium yang terlintang oleh dua buah katup. Ada beberapa jenis yang dari katupnya keluar larva panjang dan hidup sebagai parasit pada hewan lain, misalnya pada ikan. Setelah beberapa lama larva akan keluar dan hidup sebagaimana nenek moyangnya.
Contoh Bivalvia, antara lain :
a. Asaphis detlorata/remis,
b. Teredo navalis/kerang pengebor kayu,
c. Mytilus edulis/kerang hijau,
d. Meleagrina margaretifera/kerang mutiara.
e. Mytilus viridis/kerang hijau,
f. Anadara granosa /kerang darah
g. Tridagna gigas /kima

Banyak spesies Bivalvia yangdapat dimanfaatkan oleh manusia, misalnya tiram (Ostrea), kerang bulu, dan remis (Corbicula) digunakan sebagai bahan makanan. Cangkang Bivalvia dapat digunakan sebagai hiasan dinding, perhiasan ataupun kancing. Bahkan karena adanya lapisan nacre pada cangkangnya, beberapa jenis Bivalvia dapat menghasilkan mutiara, contohnya kerang mutiara Pinctada margaritifera dan P. maxima. Mutiara merupakan bahan perhiasan wanita yang sangat mahal harganya.

Ada juga jenis-jenis Bivalvia yang merugikan, seperti “cacing kapal” (Teredo navalis) yang menimbulkan kerusakan besar pada dermaga dan kapal kayu. Organisme tersebut bukanlah cacing, melainkan suatu jenis Bivalvia yang menggunakan cangkangnya untuk membuar terowongan pada kayu yang terendam di laut. Selain itu, kerang jenis tertentu (Anadara) merepakan pembawa bakteri Salmonella typhi pembawa tifus.

2. Gastropoda
Gastropoda berasal dari bahasa Yunani yaitu gaster yang berarti perut dan podos yang berarti kaki. Jadi Gastropoda berarti hewan bertubuh lunak yang berjalan dengan menggunakan perutnya. Hewan ini meliputu 50.000 spesies, tetapi 15.000 di antaranya telah punah. Hewan ini tersebar di seluruh permukaan bumi, baik di darat, di air tawar, maupun di air laut. Pada umumnya, hewan ini bersifat herbifor, sering memakan sayuran budidaya sehingga merugikan manusia. Namun, akhir-akhir ini beberapa gastropoda telah dicobakan menjadi bahan makanan, karena kandungan proteinnya tinggi, misalnya bekicot (achatina fulica) dan beberapa jenis siput.

Gastropoda ada yang memiliki cangkang tunggal, ganda, atau tanpa cangkang. Bentuk cangkangnya bervariasi, ada yang bulat, bulat panjang, bulat kasar, atau bulat spiral. Cangkang umumnya spiral asimetri.fungsi cangkang untuk melndungi kepala, kaki, dan alat dalam. Pada keadaan bahaya, cangkang ditutup oleh epifragma.

Di bagian dalam cangkang terdapat mantel yang mambungkus seluruh tubuh gastropoda. Mantel ini tebal, kecuali pada baian dekat kaki buasanya tipis. Matel berfungsi membentuk ekskresi untuk membentuk cangkang baru.

Struktur Tubuh Gastropoda
Tubuh larvanya bilateral simetri tetap ada perkembangan selanjutnya tubuh bagian belakang dan alat-alat dalamnya mengalami pembengkokan hampir membentuk lingkaran. Kecuali siput telanjng atau Vaginula, seluruh anggota tubuh Gastropoda terlindung oleh sebuah cangkang berkatup satu, sehingga disebut univalve.

Tubuh siput terdiri atas kepala dan badan. Struktur kepala sudah tampak jelas. Pada bagian ini terdapat dua pasang tentakel dan mulut. Tentekel yang terdapat di kepala tersebut meliputi sepasang tentakel dengan mata (khusus yang hidup di darat) dan sepasang tentakel untuk indra pembau.

Mulut Gastropoda telah berkembang baik. Letaknya di ujung anterior, dilengkapi dengan rahang dari zat tanduk serta lidah parut atau radula di dasar perutnya. Anus terletak di bagian anterior tubuh.

Alat peredaran darah siput terdiri atas jantung dan pembuluh darah yang masih sederhana. Jantung terdiri atas serambi dan ventrike yang terletak dalam rongga parikardial. Peredaran darah merupakan system peredaran darah terbuka.

Alat respirasi Gastropoda berupa insang bagi yang hidup di air dan paru pulmonum bagi yang hidup di darat. Di samping itu, kadang-kadang rongga mantel juga dapat melakukan fungsi respirasi. Pulmonum merupakan jalinan antara pembuluh-pembuluh darah yang berhubungan langsung dengan jantung.

Alat ekskresinya berupa ginjal yang terdapat di dekat jantung. Ginjal ini memiliki saluran ekskresi yang bermuara pada mantel.

System saraf Gastropoda terdiri atas tiga pasang, yaitu ganglion visceral, ganglion pedal, dan ganglion serebral. Di bawah ganglion pedal terdapat sepasang alat keseimbangan atau statosit.

Siput berkembang biak dengan kawin dan bersifat hemaprodit, tetapi tidak mempu melakukan autofertilisasi. Alat reproduksinya disebut ovotestis, yaitu suatu badan penghasil ovum dan sperma. Sperma yang dihasilkan akan diteruskan ke saluran sperma., ditampung dalam kantung sperma dan dikeluarkan melalui alat kawin. Sedangkan sel telur yang dihasilkan akan diteruskan ke saluran telur, reseptakel seminal, dan akhirnya keluar melalui lubang kelamin.

Walaupun Gastropoda merupaka organisme hemaprodit, agar terjadi reproduksi tetap diperlukan dua individu. Reproduksi dimulai ketika dua Gastropoda saling mendekat dan saling memasukkanpenis masing-masing ke lubang kelamin pasangannya untuk memindahkan sperma. Setelah itu keduanya berpisah dan masing-masing Gastropoda meletakkan telur yang telah dibuahi dan dilindungi oleh zat gelatin pada tempat yang gelap.

Telur yang dibuahi akan terlindung oleh cangkang kapur, diletakkan di atas bebatuan atau sampah. Karena pengaruh suhu lingkungan, telur akan menetas. Ketika masih berbentuk larva, tubuh Gastropoda bersimetri bilateral, tetapi setelah dewasa tubuhnya mengalami pembengkokan sehingga menjadi tidak simetri (asimetri).

Tubuh terbagi atas kepala, leher, kaki, dan alat-alat dalam(visceral). Pada kepala terdapat sepasang tentakel pendek sebagai alat pembau dan sepasang tentakel panjang sebagai alat penglihat. Di bawah kepala terdapat kelenjar mukosa yang menghasilkan lender yang membasah kaki sehingga mudah bergerak. Kaki lebar pipih dan selalu basah; berguna untuk berpindah secara merayap. Kaki sebenarnya merupakan perut yang tersusun oleh otot yang sangat kuat dan dapat bergerak bergelombang.

Kebanyakan Gastropoda memiliki cangkang berbentuk kerucut biasanya berulir ke kanan. Di dalam cangkang terdapat organ-organ dalam yang berulir mengikuti cangkang. Cangkang Gastropoda memiliki lapidan penyusun yang sama dengan cangkang Bivalvia.
Sistem organ dalam tubuh Gastropoda
System organ Keterangan
System respirasi Hewan yang hidup di air berespirasidengan insang, sedangkan yang hidup di darat berespirasi dengan rongga mantel yang berfungsi sebagai paru-paru.
System pencernaan makanan Alat pencernaan meliputi rongga mulut, kerongkongan, kelenjar ludah, tembolok, lambung kelenjar, anus. Saluran pencernaan berbentukhuruf U. makanan dipotong-potong oleh rahang tanduk dan dikunyah oleh radula dan dibasahi dengan lender dari kelenjar ludah. Kemudian makanan dutelan ke kerongkongan dan berturut-turut menuju tembolok, lambung, dan dibuang lewat anus yang terdapat di kepala.
System peredaran darah System peredaran darahnya terbuka dengan jantung dan saluran darah sebagai organ transportasi. Darah (plasma dan butir darah) tak berwarna dan berfungsi mengedarkan oksigennya ke seluruh tubuh serta mengangkut sisa pembakaran. Jantung terdiri atas serambi dan bilik yag dilindungi rongga parikardium
System ekskresi Organ ekskresi berupa nafridium yang terletak di dekat jantung dan saluran ureter yang terletak di dekat anus.
System saraf Susunan saraf berupa ganglion yang bercabang di seluruh tubuh.
System reproduksi Pada gastropoda ada hewan yang diesis dan ada yang monoesis. Pada hewan monoesis alat kelamin jantan dan betina terdapat pada satu hewan, tetapi tidak dapat membuahi sendiri. Untuk melakukan pembuahan harus didahului dengan kopulasi. Ovotestis menghasilkan sperma yang disalurkan ke vasa deferensia dan akhirnya masuk ke vagina hewan lain dengan perantaraan penis yang dapat dikeluarkan dari lubang genital. Ovotestis juga menghasilkan sel telur. Sel telur ini dibawa lewat saluran hermafroditus untuk mendapat albumin, kemudian ke uterus lalu ke oviduk; di oviduk sel telur dibuahi sperma hewan lain.


Contoh Gastropoda, antara lain :
a. Vivipara javanica (kreco)
b. Limnaea truncatula (siput perantara fasciolosis)
c. Melania testudinaria (sumpil)
d. Achantina fulica (bekicot)
e. Ampularia ampulacea (keong gondang)
f. Vivipara javanica (kreco)
g. Limnaea trunchatula (Siput sebagai hospes perantara Fasciola
hepatica)
h. Murex siphelinus (cangkok berduri dan hidup di laut)
i. Vaginula sp. (siput telanjang)
j. Filicaulis sp. (siput lintah)

Walaupun beberapa jenis Gastropoda dapat dijadikan sebagai bahan makanan, misalnya bekicot (A.fulica) dan siput laut (Lifforina dan Buccinum), siput-siput tersebut labih banyak menimbulkan kerugian karena memakan tanaman perkebunan, terutama siput darat, misalnya bekicot dan keong mas. Ada juga siput laut pemakan Bivalvia yang bernilai sebagai barang dagangan. Beberapa jenis siput, misalnya siput air tawar (Limnaea) inang perantara cacing hati.

3. Cephalopoda
Cephalopoda berasal dari bahasa Yunani yitu chephalo yang berarti kepala dan podos yang artinya kaki. Jadi Cephalopoda adalah mollusca berkaki di kepala atau kepalanya dilingkari oleh kaki-kaki yang termodifikasi menjadi tentakel-tentakel. Umumnya mereka juga memiliki kantung tinta, kecuali nautilus, yang menghasilkan cairan tinta hitam yang akan disemburkan dalam keadaan bahaya untuk menghindar dari musuhnya. Chalopoda bernapas dengan iasang dan memiliki organ indra serta system saraf yang berkembang baik.

Di dalam mulutnya terdapat radula. Ukuran tubuhnya berpariasi, dari beberapa centimeter hingga puluhan meter. Kecuali Nautilus, semua anggota tubuh Cephalopoda tidak terlindungi oleh cangkang.

Untuk melindungi dirinya dari serangan musuh, dapat dengan cara mengubah warna tubuh sesuai warna lingkungan. Hal ini dimungkinkan karena pada kulit terdapat pembawa warna atau kromatofora. Beberapa jenis membela diri dengan mengeluarkan zat tinta.
Contoh hewan kelas ini, antara lain :
a. Loligo indica atau cumi-cumi mempunyai kantong tinta, cangkang di dalam tubuh terbuat dari kitin. Mempunyai 8 tangan dan 2 tentakel.
b. Sepia s p. atau sotong mempunyai kantong tinta, cangkang di dalam tubuh terbuat dari kapur. Mempunyai 8 tangan dan 2 tentakel.
c. Nautilus pampilus tidak memiliki kantung tinta, cangkang terdapat di luar terbuat dari kapur.
d. Octopus vulgaris atau gurita mempunyai kantong tinta, tidak memiliki cangkang. Mempunyai 8 tangan.
Klasifikasi
Kelas cephalopoda dibagi menjadi 2 ordo, yaitu tetrabranchiata dan dibranchiata.
1. Ordo Tetrabranchiata
Tetrabranchiata meliputi jumlah spesies yang sangat banyak, diantaranya telah menjadi fosil (kelompok nautiloid dan ammonoids) yang hidup pada zaman Mesozoik(60 juta tahun yang lalu). Contoh yang mewakili dari nautiloids adalah genus nautilus yang dapat dijumpai di lautan pasifik dan lautan Indonesia.

Tetrabranchiata memiliki cangkang luar dari kapur yang membelit dan memiliki beberapa lengan. Hewan ini mempunyai dua pasang insangserta dua pasang nefridia dan tidak mempunyai kromatofora dan kantung tinta. Salah satu famili dari ordo tetrabranchiata adalah famili nautilidae; cantohnya nautilus pompilus.

2. Ordo Dibranchiata
Dibranchiata memiliki cangkang dalam atau tidak sama sekali dengan lengn lebih sedikit dibandingkan tetrabranchiata. Hewan ini mempunyai kantung tinta, sepasang insang, sepasang nefrida, serta memiliki kromatofora.
Ordo dibranchiata dibagi menjadi 2 sub-ordo yaitu:
a) Subordo decapoda, contoh: loligo pealeii dan sepia officinalis.
b) Subordo octapoda; sebagian besar tak memiliki cangkang kecuali genus argonauta. Contoh octapoda antara lain argonauta argo, octopus vulgaris dan octopus bairdi.

Peranan cephalopoda bagi manusia terutama sebagai sumber protein, misalnya cumi-cumi dan gurita.


Karakteristik cumi-cumi
Tubuh cumi-cumi dapat dibedakan atas kepala , leher, dan badan. Kepala cumi-cumi besar, matanya berkembang dengan baik karena telah dapar berfungsi untuk melihat. Mulutnya terdapat di tengah-tengah, dikelilingi oleh 10 tentakel, 2 tentakel panjang dan 8 tentakel lebih pendek. Tentakel panjang berfungsi untuk mengangkap mangsa dan berenang. Pada setiap tentakel terdapat alat penghisap atau sucker. Di sisi kiri dan kanan tubuhnya terdapat sirip yang penting untuk keseimbangan tubuh.

Pada dinding permukaan dorsal terdapat pen yang penting untuk menyangga tubuh. Seluruh tubuh cumi-cumi terbungkus oleh mantel. Di bagian punggung, mantel melekat pada badan, sedangkan di daerah perut tidaka melekat, sehingga terbentuk rongga , disebut rongga mentel.

Cumi-cumi dapat bergerak dengan dua cara, yaitu dengan menggunakan tentakel dan dengan menyemprotkan air dari rongga mantel. Bila rongga mentel penuh air, dan air menyemprot melalui sifon menyebabkan tubuh cumi-cumi terdorong mundur. Semprotan air menimbulkan dorongan yang sangat kuat terhadap tubuh cumi-cumi, sehingga timbul gerakan seperti panah, itulah sebabnya cumi-cumi sering disebut panah laut.

Alat pencernaan cumi-cumi terdiri atas mulut, faring, kerongkongan, lambung, usus buntu, usus dan anus. System pencernaan cumi-cumi telah dilengkapi kelenjar pencernaan yang meliputi kelenjar ludah, hati, dan pancreas. Makanan cumi-cumi adalah udang-udangan, mollusca lain, dan ikan. Anus cumi-cumi bermuara pada rongga mantel.

Cumi-cumi hanya dapat berkembang biak secara kewin. Alat kelaminnya terpisah, masing-masing alat kelamin terdapat di dekat ujung rongga mantel denag saluran yang terbuka kea rah corong sifon. Cumi-cumi betina menghasilkan telur yang akan dibuahi di dalam rongga mentel. Kemudian, telur yang sudah dibuahi dibungkus dengan kepsul dari bahan gelatin. Telur yang menetas menghasilkan cumi-cumi muda berukuran kecil. Beberapa jenis Cephalopoda merupakan infertebrata terbesar, contohnya cumi-cumi raksasa (Architeuthis princes) yang memiliki panjang total 15 meter. Baik gurita, cumi-cumi, maupun sotong merupakan bahan makanan penting bagi manusia di beberapa bagian dunia.


Cumi-cumi Karibia

System-sistem organ dalam tubuh Cephalopoda
System organ Keterangan
System pencernaan Organ pencernaan dimulai dari rongga mulut yang dikelilingi tentakel, dan berturut-turut menuju faring, esophagus, lambung, usus halus, dan berakhir di anus. Di faring terdapat radula dan hati.
System peredaran darah Peredaran darahnya yang terdiri dari jantung sistematik, aorta, dan arteri bersifat ganda dan tertutup.
System ekskresi Organ ekskresi berupa nefridium yang terletak di sebelah jantung.
System saraf System saraf terdiri atas tiga pasang ganglion. Indera sensoris juga sangat berkembang dan dilengkapi dengan dua stasista dan alat pembau.
System reproduksi Reproduksi terjadi secara seksual dengan fertilisasi internal. Hewan jantan terpisah (diesis).


4. Scaphopoda
Kelas Scaphopoda juga dikenal dengan nama siput gading atau siput gigi. Anggota kelas ini juga dijumpai di laut. Ciri khasnya adalah memiliki cangkang yang berbentuk pipa atau silinder (tabung) memanjang atau kerucut dan terbuka di kedua ujungnya. Individu dewasa hidup terbenam di dalam pasir, bercangkok seperti kerucut atau tanduk. Kedua ujung cangkok berlubang. Kaki terdapat di daerah mulut. Tubuhnya duselubungi mantel., contohnya Dentalium elephantium dan Dentalium vulgare.

5. Amphineura
Semua anggota kelas Amphineura hidup di laut dan pada umumnya melekat pada dasar perairan. Hewan ini memiliki ciri tubuhnya berbentuk pipih memanjang, tidak berkepala, tidak bertentakel, dan pada bagian punggungnya terdapat cangkang yang tersusun atas beberapa (biasanya belapan) lempeng terlapis yang saling tumpang tindih seperti genting. Di dalam mulutnya terdapat radula. Contoh kelas Amphineura ialah Chiton.

Sistem organ dalam tubuh Amphineura
System organ Keterangan
System pencernaan Organ pencernaan dimualai dari mulut yang dilengkapi radula dan gigi – faring – perut – usus halus – anus. Kelenjar pencernaannya adalah hati yang berhubungan dengan perut.

System saraf System saraf berupa cincin esophagus dan 2 cabang saraf yang disarafi matel dan daerah kaki. Tidak terdapat ganglion yang jelas, tetapi ada sel-sel ganglion pada cabang saraf.

System peredaran darah System peredaran darah lakunair (terbuka) terdiri dari jantung, aorta, dan sebuah sinus. Darah mendapat oksigen dari insang.

System ekskresi Ekskresi dilakukan oleh sepasang ginjal yang bermuara kea rah posterior.

System reproduksi Reproduksi secara seksual, yaitu dengan pertemuanovum dan sperma. Terdapat individu jantan dan betina.




Peranan mollusca
Peranan mollusca bagi kehidupan manusia ada yang merugikan dan ada beberapa yang menguntungkan manusia. Yang merugikan manusi, antara lain beberapa jenis Mollusca yang menjadi inang perantara penyakit dan jenis yang merusak tanaman budidaya. Contohnya siput. Yang menguntungkan manusia antara lain cumi-cumi dan kerang sebagai bahan makanan serta kerang mutiara sebagai penghasil perhiasan.



























BAB 3
PENUTUP

Molluska memiliki baraneka ragam kelas. Masing-masing kelas ini memiliki ciri khas tersendiri. Dan masing- masing kelas ini terdiri atas individu-individu yang memiliki berpengaruh terhadap kehidupan manusia. Karena individu-individu ini memiliki kerugian dan keuntungan tersendiri dalam kehidupan manusia.





















KESIMPULAN
Mollusca merupakan kelompok hewan terbesar kedua dalam kerajaan binatang, setelah filum Arthropoda dengan anggota yang masih hidup berjumlah sekitar 75 ribu jenis, serta 35 ribu jenis dalam bentuk fosil. Mollusca bersifat kosmopolit, artinya ditemukan di mana-mana, di darat, payau, di laut, di air tawar. Mollusca beberapa kelas yang memiliki ciri-ciri khas tersendiri yaitu:
6. Bivalvia (pelecypoda), yaitu golongan kerang,
7. Gastropoda, yaitu golongan siput,
8. Cephalopoda, yaitu golongna cumi-cumi,
9. Scaphopoda, golongan si cangkang gading, dan
10. Amphineura, yaitu golongan kiton.


SARAN
Jagalah kelestarian lingkungan karena lingkungan yang terjaga dan lestari dapat membuat semua hewan dapat hidup dengan baik sesuai dengan habitatnya masing-masing. Termasuk juga mollusca, apabila kelestarian lingkungan terjaga, maka mollusca juga dapat hidup dengan baik sesuai dengan habitat mereka masing-masing. Walaup[un ada beberapa jenis mollusca yang merugikan, namun mereka juga harus dilestarikan untuk menjaga keseimbangan rantai makanan.


Baca Selengkapnya...

Mawar

9:10 PM Edit This 0 Comments »

MAWAR

Rosa canina
Klasifikasi ilmiah

Kerajaan:
Plantae

Divisio:
Magnoliophyta

Kelas:
Magnoliopsida

Ordo:
Rosales

Familia:
Rosaceae

Subsuku: Rosoideae

Genus:
Rosa L.




Mawar adalah tanaman semak dari genus Rosa sekaligus nama bunga yang dihasilkan tanaman ini. Mawar liar yang terdiri lebih dari 100 spesies kebanyakan tumbuh di belahan bumi utara yang berudara sejuk. Spesies mawar umumnya merupakan tanaman semak yang berduri atau tanaman memanjat yang tingginya bisa mencapai 2 sampai 5 meter. Walaupun jarang ditemui, tinggi tanaman mawar yang merambat di tanaman lain bisa mencapai 20 meter.
Sebagian besar spesies mempunyai daun yang panjangnya antara 5-15 cm, dua-dua berlawanan (pinnate). Daun majemuk yang tiap tangkai daun terdiri dari paling sedikit 3 atau 5 hingga 9 atau 13 anak daun dan daun penumpu (stipula) berbentuk lonjong, pertulangan menyirip, tepi tepi beringgit, meruncing pada ujung daun dan berduri pada batang yang dekat ke tanah. Mawar sebetulnya bukan tanaman tropis, sebagian besar spesies merontokkan seluruh daunnya dan hanya beberapa spesies yang ada di Asia Tenggara yang selalu berdaun hijau sepanjang tahun.
Bunga terdiri dari 5 helai daun mahkota dengan perkecualian Rosa sericea yang hanya memiliki 4 helai daun mahkota. Warna bunga biasanya putih dan merah jambu atau kuning dan merah pada beberapa spesies. Ovari berada di bagian bawah daun mahkota dan daun kelopak.


Buah mawar (rose hips) dari Rosa canina
Bunga menghasilkan buah agregat (berkembang dari satu bunga dengan banyak putik) yang disebut rose hips. Masing-masing putik berkembang menjadi satu buah tunggal (achene), sedangkan kumpulan buah tunggal dibungkus daging buah pada bagian luar. Spesies dengan bunga yang terbuka lebar lebih mengundang kedatangan lebah atau serangga lain yang membantu penyerbukan sehingga cenderung menghasilkan lebih banyak buah. Mawar hasil pemuliaan menghasilkan bunga yang daun mahkotanya menutup rapat sehingga menyulitkan penyerbukan. Sebagian buah mawar berwarna merah dengan beberapa perkecualian seperti Rosa pimpinellifolia yang menghasilkan buah berwarna ungu gelap hingga hitam.
Pada beberapa spesies seperti Rosa canina dan Rosa rugosa menghasilkan buah rose hips yang sangat kaya dengan vitamin C bahkan termasuk di antara sumber vitamin C alami yang paling kaya. Buah rose hips disukai burung pemakan buah yang membantu penyebaran biji mawar bersama kotoran yang dikeluarkan. Beberapa jenis burung seperti burung Finch juga memakan biji-biji mawar.
Pada umumnya mawar memiliki duri berbentuk seperti pengait yang berfungsi sebagai pegangan sewaktu memanjat tumbuhan lain. Beberapa spesies yang tumbuh liar di tanah berpasir di daerah pantai seperti Rosa rugosa dan Rosa pimpinellifolia beradaptasi dengan duri lurus seperti jarum yang mungkin berfungsi untuk mengurangi kerusakan akibat dimakan binatang, menahan pasir yang diterbangkan angin dan melindungi akar dari erosi. Walaupun sudah dilindungi duri, rusa kelihatannya tidak takut dan sering merusak tanaman mawar. Beberapa spesies mawar mempunyai duri yang tidak berkembang dan tidak tajam.
Mawar dapat dijangkiti beberapa penyakit seperti karat daun yang merupakan penyakit paling serius. Penyebabnya adalah cendawan Phragmidium mucronatum yang menyebabkan kerontokan daun. Penyakit yang tidak begitu berbahaya seperti Tepung Mildew disebabkan cendawan Sphaerotheca pannosa, sedangkan penyakit Bercak Hitam yang ditandai timbulnya bercak-bercak hitam pada daun disebabkan oleh cendawan Diplocarpon rosae. Mawar juga merupakan makanan bagi larva beberapa spesies Lepidoptera.
Spesies


Rosa gallica


Rosa rugosa


Rosa multiflora
• Spesies asal Eropa
o Rosa alba
o Rosa canina
o Rosa gallica
o Rosa chnamomea
o Rosa cettifolia
o Rosa spinosissma
o Rosa wichuraiana
• Spesies asal Timur Tengah
o Rosa fetida
o Rosa fetida bicolor
o Rosa fetida perciana
o Rosa feicikoana
o Rosa damascena
• Spesies asal Tiongkok:
o Rosa chinensis
o Rosa liviegata
o Rosa gigantea
o Rosa primula
o Rosa mulluganii
o Rosa sericana pteracantha
o Rosa hugonis
o Rosa banksiae lutea
• Spesies asal Jepang
o Rosa roxburghii
o Rosa roxburghii 'hirthua'
o Rosa aciculaisis nipponensis
o Rosa mulitiflora
o Rosa wichuraina
o Rosa rugosa
o Rosa uchiyamana
o Rosa jasminoidesu
o Rosa fujisanesis
• Spesies asal Amerika Serikat
o Rosa cinemoemea
o Rosa nitida
o Rosa california
Pemuliaan mawar


Rosa alba 'Semi-plena'


Rosa alba 'Maiden's Blush'


Mawar 'Zépherine Drouhin'


'Königin der Rosen', salah satu contoh mawar Hybrid Tea


'Borussia', Mawar Floribunda
Mawar merupakan salah satu tanaman hias yang paling banyak ditanam di taman dan paling banyak dijual di toko bunga sebagai bunga potong. Mawar mempunyai nilai ekonomi yang penting sebagai bunga potong dan bahan baku minyak bunga yang digunakan industri parfum.
Pemuliaan tanaman menghasilkan ribuan hibrida dan kultivar yang sebagian besar merupakan bunga ganda dengan daun mahkota berlapis hasil mutasi benang sari menjadi daun mahkota tambahan. Mawar hibrida atau kultivar sebagian besar dibuat untuk dinikmati bunganya di taman-taman. Para pemulia mawar abad ke-20 berlomba-lomba dengan ukuran dan warna untuk menghasilkan bunga-bunga besar dan menarik serta berbau harum (atau tanpa bau), padahal mawar liar atau mawar zaman dulu justru sangat berbau harum. Kultivar tertentu seperti Rosa banksiae malah tidak memiliki duri sama sekali.
Mawar tumbuh subur di daerah beriklim sedang walaupun beberapa kultivar yang merupakan hasil metode penyambungan (grafting) dapat tumbuh di daerah beriklim subtropis hingga daerah beriklim tropis. Tablet suplemen vitamin C sering menambahkan rose hips sebagai sumber vitamin C alami. Sari buah rose hips merupakan bahan baku sirup setelah melewati proses penyaringan. Rose hips juga menghasilkan produk-produk lain seperti teh, jelly, selai dan marmalade.
Mawar Taman secara umum digolongkan menjadi 3 kelompok besar:
• Wild roses (Mawar Liar): asalnya tumbuh liar, bentuk bunga sederhana, sudah dikenal manusia sejak zaman dulu. Beberapa spesies mawar terkemuka yang disebut di atas dan beberapa hibrida yang dihasilkannya merupakan contoh mawar liar.
• Old Garden Roses: tanaman hasil persilangan sebelum diperkenalkannya Hybrid Tea di tahun 1867. Bentuk bunga unik dan berbau harum. Berikut ini adalah jenis-jenis mawar Old Garden disusun menurut urutan umur dari yang paling tua:
o Alba: "mawar putih" hasil persilangan Rosa arvensis dengan Rosa alba. Alba merupakan contoh Mawar Taman yang paling tua, dibawa ke Inggris oleh bangsa Romawi kuno. Berbunga setahun sekali. Contoh: 'Semi-plena', 'White Rose of York'.
o Gallica: hasil persilangan dari Rosa gallica yang berasal dari Eropa bagian tengah dan selatan. Berbunga sekali di musim panas. Contoh: 'Cardinal de Richelieu', 'Charles de Mills', 'Rosa Mundi' (Rosa gallica versicolor).
o Damask - dibawa ke Eropa dari Persia oleh Robert de Brie sekitar tahun 1254 dan tahun 1276. Mawar jenis Summer Damasks (persilangan antara mawar Gallica dengan Rosa phoenicea) berbunga sekali di musim panas. Mawar jenis Autumn Damasks (persilangan antara Gallica dengan Rosa moschata) berbunga di musim gugur. Contoh: 'Ispahan' dan 'Madame Hardy'.
o Centifolia atau dikenal juga sebagai Provence: secara harafiah berarti "seribu daun mahkota" adalah hasil pemuliaan di abad ke-17 di Belanda. Berbunga setahun sekali, misalnya: 'Centifolia' dan 'Paul Ricault'.
o Moss: masih kerabat dekat Centifolia, batang dan daun-daun kelopak seperti ditumbuhi lumut berwarna hijau. Berbunga setahun sekali. Contoh: 'Comtesse de Murinais', 'Old Pink Moss'.
o China: dapat berbunga berkali-kali sepanjang musim panas hingga akhir musim gugur. Ada 4 jenis ('Slater's Crimson China' 1792, 'Parsons' Pink China' 1793, 'Hume's Blush China' 1809, dan 'Parks' Yellow Tea Scented China' 1824) yang dibawa masuk ke Eropa pada akhir abad ke-18 dan abad ke-19. Jenis-jenis ini kemudian dimuliakan menjadi mawar Old Garden yang dapat berbunga berkali-kali, seperti 'Old Blush China' dan 'Mutabilis'.
o Portland: dinamakan untuk mengenang Duke of Portland menerima mawar dari Italia di tahun 1800). Mawar yang sering dikenal sebagai 'The Portland Rose' (nama lain: Rosa paestana atau 'Scarlet Four Seasons' Rose') merupakan moyang mawar Portland. Contoh: 'James Veitch', 'Rose de Rescht', 'The Portland Rose'.
o Bourbon: Mawar yang berasal dari l'Île de Bourbon (sekarang disebut Réunion, koloni Perancis di Lautan Hindia) diperkenalkan di Perancis pada tahun 1823. Hasil persilangan 'Autumn Damask' dan 'Old Blush China'. Berbunga berkali-kali. Contoh: 'Louise Odier', 'Mme. Pierre Oger', 'Zéphirine Drouhin'.
o Hybrid Perpetual: Mawar yang banyak dijumpai di Inggris pada zaman Victoria, merupakan keturunan dari Bourbon. Berbunga berkali-kali. Contoh: 'Ferdinand Pichard', 'Reine Des Violettes'.
o Tea: Mawar hasil persilangan 'Hume's Blush China' atau 'Parks' Yellow Tea Scented China' dengan berbagai jenis Bourbon dan Noisette. Berbunga berkali-kali walaupun tidak selalu berbau harum seperti teh. Contoh: 'Lady Hillingdon'.
o Bermuda "Mysterious" Roses (Mawar "Misterius" Bermuda): kelompok yang terdiri dari beberapa lusin Mawar asal Bermuda yang sudah dibudidayakan paling tidak selama satu abad di Bermuda sewaktu "ditemukan." Kemungkinan besar Mawar Bermuda merupakan percabangan atau kultivar Mawar Old Garden yang dibuang karena dianggap tidak bisa dipakai. Mawar Bermuda mempunyai nilai ekonomi yang tinggi karena bisa ditanam di daerah tropis dan semi tropis. Mawar jenis ini dapat berbunga dalam cuaca panas dan lembab. Tahan terhadap kerusakan disebabkan oleh Nematoda dan penyakit Bercak Hitam yang menjadi ancaman budidaya mawar di iklim panas dan lembab. Mawar Bermuda disebut "mawar misterius" karena nama asli jenis ini sudah tidak diketahui lagi dan hanya diberi nama berdasarkan nama pemilik taman.
• Climbing Roses (Mawar Memanjat): kelompok yang suka merambat di pagar atau bangunan kanopi, misalnya: Ayrshire, Climbing China, Laevigata, Sempervirens, Noisette, Boursault, Climbing Tea, dan Climbing Bourbon.
• Shrub Roses (Mawar Semak): kelompok dengan kebiasaan semi-memanjat, merambat pada pagar dan bangunan kanopi. Bunga kecil sampai sedang, mekar tahan lama.
• Modern Garden Roses (Mawar Modern Garden): Keturunan dari mawar Old Garden dan bentuknya beraneka ragam. Kelompok ini dibagi-bagi berdasarkan ukuran tanaman dan ciri khas bunga, misalnya: "tanaman semak dengan bunga besar," tanaman semak dengan bunga besar berulang kali," "bunga berkelompok," "menjalar, bunga berulang kali," "semak pendek, berbunga sekali." Sebagian besar kultivar model mutakhir dapat digolongkan ke dalam 2 kelompok:
o Hybrid Tea: Mawar yang ideal untuk bunga potong karena satu batang bisa menghasilkan 5 sampai 6 bunga. Bunga berukuran besar dan anggun, memiliki daun mahkota yang tersusun rapat dan pinggirannya sedikit terlipat ke luar (lihat foto), sering ditanam di kebun-kebun kecil dan disematkan pada jas sewaktu menghadiri upacara pernikahan.
o Floribunda: bunga kecil-kecil yang merupakan kelompok dari 10 bunga atau lebih pada satu batang. Bunga yang rimbun mencolok dari kejauhan sehingga bagus untuk ditanam di taman-taman umum dan ruang-ruang terbuka lainnya.
• Buck Roses: namanya diambil dari nama Profesor Griffith Buck (ahli hortikultura dari Iowa State University) yang memuliakan lebih dari 90 varietas mawar. Buck roses tahan terhadap penyakit dan keganasan musim dingin.
• English Roses: kelompok yang merupakan hasil hibrida antara mawar Old Garden dan mawar modern. Bunga berbau harum dan berbunga berulang kali.
• Miniature Roses: kelompok dengan bunga berukuran mini (diameter 2-5 cm) dan berbunga berulang kali.
Mawar yang dikenal di Indonesia sebagian besar adalah mawar jenis Hybrid Tea dan Medium.
Mawar dan kebudayaan


Lukisan Marie Antoinette memegang bunga Mawar oleh Vigée-Lebrun
Dalam kebudayaan Barat, mawar adalah bunga lambang cinta dan kecantikan. Bunga mawar dianggap suci untuk beberapa dewa dalam mitologi Yunani seperti Isis dan Aprodite.
Bunga mawar adalah bunga nasional Inggris dan digunakan sebagai lambang tim nasional rugby Inggris dan Rugby Football Union di Inggris.
Di Kanada, bunga mawar liar merupakan bunga provinsi Alberta. Di Amerika Serikat, bunga mawar merupakan bunga negara bagian Iowa, North Dakota, Georgia, dan New York. Kota Portland di negara bagian Oregon yang setiap tahunnya mengadakan festival bunga mawar sering disebut "Kota Bunga mawar."
Bunga mawar merupakan simbol anti-kekerasan di Georgia sewaktu terjadi Revolusi Mawar di tahun 2003.
Mawar dalam kesenian


Lukisan bunga mawar oleh Renoir
Bunga mawar sering dijadikan objek lukisan oleh banyak pelukis. Pelukis Perancis bernama Pierre-Joseph Redouté terkenal dengan lukisan berbagai spesies bunga mawar yang digambar dengan sangat teliti.
Industri parfum
Parfum (minyak wangi) dibuat dari minyak mawar yang merupakan salah satu jenis minyak atsiri yang diperoleh dari proses penyulingan dan penguapan lumatan daun-daun mahkota. Teknik penyulingan mawar berasal dari Persia yang menyebar ke Arab dan India.
Pada saat ini, kebutuhan minyak mawar dunia sebanyak 70%-80% dipenuhi oleh pusat penyulingan mawar di Bulgaria sedangkan sisanya dipenuhi oleh Iran dan Jerman. Penyulingan minyak mawar di Bulgaria, Iran, dan Jerman menggunakan mawar damaskus Rosa damascena 'Trigintipetala,' sedangkan penyulingan di Perancis menggunakan jenis Rosa centifolia. Minyak mawar berwarna kuning pucat atau kuning keabu-abuan juga disebut minyak 'Rose Absolute' untuk membedakannya dengan minyak mawar yang sudah diencerkan. Penyulingan menghasilkan minyak mawar dengan perbandingan 1/3.000 sampai 1/6.000 dari berat bunga, sehingga dibutuhkan 2.000 bunga mawar untuk menghasilkan minyak mawar sebanyak 1 gram.
Minyak mawar terdiri dari geraniol beraroma wangi yang mempunyai rumus kimia C10H18O dengan rumus bangun CH3.C[CH3]:CH.CH2.CH2.C[CH3]:CH.CH2OH dan l-sitronelol; serta rose camphor (parafin tanpa bau).

Baca Selengkapnya...

limbah industri

9:10 PM Edit This 0 Comments »

Pengolahan limbah cair umumnya dilakukan dengan menggunakan cara biologi dengan memanfaatkan mikrobiologi untuk menguraikan kandungan senyawa-senyawa kimia serta cara fisika atau kimia untuk memisahkan kandungan senyawa kimia dari air. Namun, berkembangnya teknologi manufaktur banyak mengakibatkan terjadinya perubahan karakteristik komponen kimia yang terbuang dalam air limbah.

Banyaknya komponen kimia organik dan anorganik yang dihasilkan selama proses manufaktur menuntut metode pengolahan yang berbeda, terlalu sulit dan mahal untuk diolah dengan metode pengolahan limbah seperti disebutkan di atas. Dewasa ini dalam teknologi pengolahan air limbah telah diperkenalkan adanya teknologi bersih pengolahan air limbah. Teknologi tersebut dinamakan teknologi proses oksidasi lanjutan atau advanced oxidation processes (AOP). Teknologi AOP ini mulai diperkenalkan pada awal tahun 90-an. Seiring dengan perkembangannya saat ini AOP sudah dapat diaplikasikan di industri dengan kemampuan yang lebih maju dibandingkan dengan teknologi pengolahan air limbah yang ada saat ini

Limba Industri berupa zat kimia yang mencemari air tanah di daerah sekitar kawasan industri di Ohio, AS, sekitarnya. Limbah industri bias berupa zat padat, zat cair, maupun gas dan biasanya meninggalkan polusi di lingkungan sekitarnya. Pesatnya perkembangan biologi dan munculnya berbagai industi abad ke-20 menghasilkan limbah-limbah yang makin berbahaya, beberapa di antaranya tak terurai oleh alam, sehingga merusak keseimbangan lingkungan.

Cairan kimia dan air radiator pendingin mesin yang suhunya di atas normal merupakan zat pengotor yang menimbulkan polusi air. Karena menimbulkan berbagai polusi, di banyak kota di seluruh dunia, pabrik-pabrik biasanya didirikan di dalam suatu lokasi tersendiri yang jauh dari permukiman agar limbah yang dihasilkan tidak merusak lingkungan tempat tinggal.pembangkit listri tenaga nuklir menghasilkan zat buangan yang dapat menimbulkan pencemaran suhu air bila dibuang ke sungai. Polusi air juga ditimbulkan oleh penimbunan toksin kimiawi, partikel-partikel logam, dan bahan-bahan radioaktif bila dibuang ke air. Rembesan minyak pengeboran lepas pantai dan tumpahan dari tanker-tanker merupakan bentuk polusi air lainnya.

Air merupakan komponen abiotik yang mutlak diperlukan oleh semua kehidupan, termasuk manusia. Bagi manusia, air berguna untuk minum, mandi, masak, dan berbagai kepentingan lainnya. Air yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan manusia memerlukan persyaratan tertentu. Belakangan ini cadangan air di lingkungan kita yang memenuhu syarat kesehatan semakin menipis.

Hal ini terjadi karena semakin besarnya pencemaran terhadap air tersebut. Swmber pencemaran air itu Sumber pencemaran air itu dapat berasal dari limbah industri, limbah rumah tangga, pasar, pertanian, pertambangan, dan lain-lain. Bahan pencemar tersebut bermacam-macam sifatnya. Ada yang mengandung zat racun, ada yang mengandung kumas penyakit, ada zat yang pembongkarannya memerlukan banyak oksigen, medah larut, mudah mengedap, mengandung radioaktif, panas, dan lain-lain.

Untuk mengetahui adanya pencemaran pada air konsumsi kita, biasa dilakukan pengujian untuk mengukur beberapa kompnen air, misalnya kadar oksigen, kandungan at organic, kekeruhan, serta jumlah bakteri.

Bahan organik yang mencemari perairan, penguraiannya memerlukan banyak oksigen. Hal ini berpengaruh terhadap populasi fauna air, karena hewan air akan hidup dan berkembang pada air yang cukup oksigen. Di samping itu, bila menguraikan zat pencemar tersebut tidak sempurna, warna air akan berubah menjadi hitam, kotor, serta berbau tidak enak.

Namun demikian, akibat pembusukan bahan organik tersebut menyebapkan perairan mnjadi subur. Keadaan ini menyababkan bebagai jenis tumbuhanseperti ganggang, eceng gondok, dan tumbuhan air lainnya tumbuh amat cepat. Dengan demikian, terjadi pemusatan zat pada tumbuhan tertentu. Pemusatan zat pada satu jenis tumbuhan disebut eutrofikasi. Bila suatu ketika tumbuhan air tersebut mati maka akan mengalami pembusukan. Dalam pembusukan tersebut menghabiskan kandungan oksigen diperairan. Hasil pembusukan tunbuhan tersebut akan mengedap di dasar perairan, sehingga peraira menjadi dangkal. Penggunaan pestisiba, seperti DDT(Dikloro difenil trikloretan), eldrin,dieldrin untuk memberantas hama bila digunakan secara berlebihandapat menjadikan air di suatu lingkungn hidup tercemar. Pestisida tersebut tidak hanya mampu membunuh tetapijuga membunuh hewan-hewan lain yang berguna. Zat pencemar yang berasal dari bahan logam dan bahan berbahaya contohnya arsenat kadmium, krom, timah, air raksa, benzen, dan












































Analisis Sifat Limbah Air

Setelah diadakannya analisis ternyata limbah air mempunyai sifat yang dapat dibedakan menjadi tiga bagian besar antara lain:
1. Sifat fisik
2. Sifat kimiawi
3. Sifat biologis

Efek Buruk Air Limbah
 Gangguan terhadap kesehatan
Limbah air membawa penyakit antara lain adalah kolera, radang usus, hepatitis, serta skhistosamiasis. Sekain sebagai membawa penyakit limbah air banyak terdapat bakteri pathogen penyebab penyakit seperti:
1. virus: menyebabkan penyakit polio myelitis dan hepatitis.
2. Entamuba Histo litika: Lmenyebabkan penyakit amuba disentri dengan penyebaran melalui Lumpur yang mengandung laste.
3. Timah hitam: apabila manusia terpapar oleh timah hitam, maka orang tersebut dapat terserang anemia, kerusakan pada otak. Serta kerusakan pada ginjal.


 Gangguan terhadap kehidupan biotik
Sebagai akibat matinya bakteri-bakteri, maka proses penjernihan sendiri yang seharusnya bias terjadi pada limbah air menjadi terhambat. Akibat limba air sulit diuraikan.

 Gangguan terhadap keindahan
Pada bangunan pengolahan limbah air sumber utama dari bau berasal dari:
1. Tempat pengumpulan pembuangan limbah industri.
2. Proses pengolahan bahan organik.
3. proses pencampuran bahan kimia.
4. tangki pengentalan limbah air untuk mengambil Lumpur.
5. pembakaran Lumpur.

Pengolahan Air Limbah
a. Tujuan utama pengolahan limbah air adalah untuk menguraikan BOD, partikel tercampur srta membunuh organisme pathogen. Berikut ini adalah beberapa kegiatan yang beasanya dipergunakan pada penglaman limbah air berikut beberapa tujuan dari kegiatan yang dilaksanakan
1. Kegiatan nitrifikasi atau denitrifikasi bertujuan untuk menghilangkan nitrat secara biologis.
2. Kegiatan air stripping tujuan untuk amoniak.
3. Desinfeksi tujuan untuk membunuh mikroorganisme.
4. Osmosis atau elektro dianalisis tujuan untuk menghilangkan zat terlarut.


Adapun secara garis besar kegiatan pengolahanair limbah dapat dikelompokkan menjadi 6 bagian antara lain:
1. Pengolahan pendahuluan (pre treatment)
2. Pengolahan pertama (primainy treatment)
3. Pengolahan kedua (secoundary treatment)
4. Pengolahan ketiga (tertiary treatment)
5. pengolahan kuman (desinfektion treatment)
6. pengolahan lanjutan (ultimate disposai)

b. pengolahan limbah air di perusahaan pengolah susu

Pengolahan susu dip roses dalam bentuk cairan seperti halnya pada pasteurisasi sehari-hari atau diproses dipabrik menjadi susu bubuk kering yang telah diambil lemaknya, keju dan produk lainnya yang kurang pembusukan agar memudahkan dalam proses penyimpanannya.

Limba air yag berasal dari perusahaan susu sebenarnya tidak berbeda dengn limbah air yang berasal dari peruahaan makanan lainnya, akan tetapi limbah air yang berasal dari perusahaan susu ini mempunyai suatu yang istimewa yaitu kerentangan terhadap serangan bakteri. Dengan demikian limbah air dari perusahaan ini sangat mudah mengalami proses pembusukan.

c. Sember limbah air
Limbah air yang berasal dari perusahaan pengolahan susu dibagi menjadi 3 kategori antara lain:

1. Bangun industri
2. Bangun rumah tangga
3. Bangun yang tidak terkontamilasi


d. Cara Pengolahaan Limbah Air
Bahan padat yang mudah mengenda adalah bahan yang kurang begitu penting pada pengolahan ini pengurangan kebutuhan akan oksigen dapat dilaksanakan dangan baik memulai pengendapan. Pengendapan pada tangki pertama menyebabkan pertama menyebabkan perubahan loktasa menjadi laktat secara cepat dan menyulitkan pengolahan terhadap keduanya.

Pengolahan dengan penggunaan oksidasi mempunyai dua fase yaitu:
1. Fase asimilasi
Pada fase ini air buangan susu segar masih berada dalam tangki aerasi.
2. Fase endogen
Bakteri tidak mempunyai makanan baru tetapi mencerna makanan selama proses asimilasi dan memerluukan oksigen dalam waktu yang lama.

e. Pengolahan limbah pada proses pertukaran ion

Ion kromat kemudian dihilangkan melalui dua perubahan ion. Air buangan atau limbah yang telah mengalami bahan mineral baru digabungkan dengan dikembalikan ke dalam tangki pembilas untuk dip[ergunakan kembali.


































Dengan ditingkatkannya sector industri diharapkan taraf hidup masyarakat akan dapat ditingkatkan lagi. Akan tetapi selain tujuan di atas maka dengan munculnya berupa limbah. Limbah tersebut dapat berupa padat (solid wates), limbah air (liquin wates) maupun limbah gas.
Adapun efek samping dari limbah tersebut dapat berupa:
a. membahayakan kegiatan manusia karena dapat merupakan pembawa suatu penyakit (sebagai vehicle)
b. merupakan segi ekonomi karena apat menimbulkan kerusakan pada benda atau padabangunan maupun tanaman-tanaman dan peternakan.
c. Dapat merusak atau membunuh kehidupan yang ada di dalam air seperti ikan atau binatang lainnya.
d. Dapat merusak keindahan (estetika) karena bau busuk dan pemandangan yang tidak sedap dipandang mata terutama di daerah hili sungai yang merupakan daerah rekrasi.



















Ruang lingkup pembahasan

Untuk mengolah limbah air diperlukan keterpaduan dari berbagai macam, disiplin ilmu, pengetahuan yang bersifat teknis administative maupun yang bersifat teknis operasional.



Latar belakang

Air adalah sumber kehidupan yang paling utama di mana makhluk hidup sangat memerlukan air, air juga membantu pekerjaan manusia seperti pengairan atau irigasi sawah, membantu PLTA, dan kegiatan lainnya. Namun pada saat zaman sekarang ini banyak kegiatan manusia yang mengakibatkan terjadinya pencemaran air yaitu berupa limbah.

Limbah adalah hasil pembuangan kotoran dari industri kecil sampai industri besar adapun efek samping dari limbah tersebut seperti membahayakan kehidipan manusia beserta ekosistem alam yang ada di sekitar limbah tersebut.

Serta karena rasa ingin tahu kami dalam mengtahui dan mendalami lebih banyak mengenai car-cara pengolahan limbah serta zat-zat yang terdapat dalam limbah tersebut. Sehingga kami dapat melakukan tindakan yang tepat terhadap jenis limbah yang kami temui di lingkungan kami.



Rumusan masalah

1. Bagaimana cara-cara pengolahan limbah?
2. Apakah hasil-hasil pengolaha limbah?
3. Apakan bahan-bahan yang terkandung dalam limbah?
4. Apakah jenis-jenis limbah?
5. Apakah efek buruk yang ditimbulkan oleh limbah?
6. Apakah tujuan pengolahan limbah?
7. Dari mana sajakah sumber-sumber limbah?






JUDUL……………………………………………………………………………
KATA PENGANTAR…………………………………………………………
DAFTAR ISI…………………………………………………………………….
RUANG LINGKUP PEMBAHASAN…………………………………….
LATAR BELAKANG………………………………………………………….
RUMUSAN MASALAH………………………………………………………
PEMBAHASAN………………………………………………………………..
PENUTUP……………………………………………………………………….
KESIMPULAN DAN SARAN……………………………………………….
DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………….


























Demikianlah isi dari laporan kami, semoga laporan ini dapat dijadikan sebuah tuntunan bagi kita agar selalu menjaga kelestarian lingkungan. Karena seperti yang telah dijelaskan tadi bahwa limbah sangatlah berpengaruh terhadap kehidupan manusia,sehingga apabila limbah tersebut dikonsumsi oleh mahluk hidup, maka akan menimbulkan bermacam-macam gangguan kesehatan pada makhluk hidup yang mengkonsumsinya


























3.1 Kesimpulan

Daur limbah atau pengolahan limbah air, bis berupa pipa maupun selokan yang dipergunakan untuk membawa air buangan atau limbah air dari sumbernya sampai tempat pengolahan atau ke tempat pembuangan.

Limbah air mempunyai 3 sifat yaitu sifat fisik, sifat kimiawi, dan sifat biologis. Pengolahan limbah dapat dilakkukan dengan3 metode pengolahan yaitu:

1. pengolahan secara fisika
2. pengolahan secara kimia
3. pengolahan secara biologi





3.2 Saran

Jagalah selalu kebersihan lingkungan dan buanglah sampah pada tempatnya.dan bagi perusahaan-perusahaan besar yang banyak menghasilkan limbah yang berbahaya, janganlah langsung membuangnya ke alam karena dapat merusak kelestarian alam tersebut. Tetapi sebaiknya limbah yang akan dibuang ke alam tersebut didaur ulang terlebih dahulu dan menghilangkan bahan-bahanyang berbahaya yang terdapat dalam limbah tersebut.
















Asaan Training, Award Training on Sewege Treatment Work (Singapura: Unpubbliskasim, 1984)

Azar,Azrul, Penantar Ilmu Kesehatan Lingkungan (Jakarta: Muitiara, 1970)

Besselivre, Ewdmud dan Max Achwarth, the Treatment Industri Westes Second Edition (Tokyo: Megraw-hill Kotgukusha, 1976)

Darhma, M. N, Assanering. Pengetahuandari Praktek untuk Praktek (Bandung: Prakarya Internasional, 1976)

Ehlers, Viktor M dan Ernest W Seteel (New York: Me Grace, 1965)
Tujuan

Adapun tujuan dari penyusunan peper ini, yaitu:
1. Sebagai alat pembelajaran bagi orang-orang yang berkecimpung dalam ilmu pengetahuan alam.
2. Memberikan informasi kepada masyarakat umum tentang cara-cara pengolahan limbah.
3. Membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga keseimbangan alam.
4. Menumbuhkan pemahaman masyarakat terhadap kerusakan-kerusakan lingkungan yang diakibatkan oleh limbah dan menjaga kelestarian lingkungan

Baca Selengkapnya...

bajra sandi

9:10 PM Edit This 1 Comment »

Kalian pasti tidak asing kendengarkan kata Monumen Perjuangan Rakyat Bali bukan? Monument ini oleh masyarakat sekitar sering disebut dengan BAJRA SANDI.
Disebut demikian karena bangunan ini pernah tidak mempunyai nama, dan bentuknya seperti bajra sehingga disebut BAJRA SANDI. Monument ini terletak di jalan raya Puputan Denpasar atau Niti Mandala Denpasar. Letak ini sangat srategis karena berdekatan dengan tempat-tempat wisata lain dan berada di tengh-tengahnya.di sana kami dipandu oleh seorang narasumber yang bernama I Ketut Nerya. Beliau merupakan anggota dari UPTD (Unit Pelaksana Teknik Dinas). Keterangan-kerterangan yang dapat kami kumpulkan diantaranya:

 Penggagas: Prof.Dr. Ida Bagus Mantra (almarhum)
Beliau adalah mantan gubernur daerah Bali.
 Ide pendirian: dapat dijadikan land marknya daerah Bali
 Mulai berdiri: tahun 1988
 Biaya pendirian: 14,9 milyar
 Peletakan batu pertama: Agustus 1988

Untuk mendisain bangunan ini dilakukan sayembara yang dimenangkan oleh seorang mahasiswa dari Universitas Udayana, yang bernama Ida Bagus Yadnya. Tapi rancangan dan gambarannya disempurnakan lagi. Rancangan arsitektur ini menggunakan arsitektur campuran yaitu:
 Tradisional
Menggunakan sumber : - Lontar Kosala Kosali
- Lontar Adi Purwa
 Modern
Dalam pembangunannya menggunakan: - Tembok
- Beton
- Besi
- Batu dari letusan
Gunung Agung


Dalam pembangunannya, monument ii menggunakan konsep:
o Tri Mandala: - Utama Mandala
Yaitu berupa tempat suci atau Padmasana.
- Madya Mandala
Yaitu berupa kebun atau taman
- Nista Mandala
Yaitu berupa cemer atau Lapangan Puputan Margarana
o Tri Angga: - Utama atau kepala
Tidak berisi apapun atau kosong yang merupakan simbul keabadian.
- Madya atau badan
Terdapat pajangan diorama
- Nista atau kaki
Terdapat taman-taman
Pembangunan monument ini juga mengambil nilai filosofis, yaitu pemutara Gunung Maandara Giri oleh para dewa dan raksasa yang bekerja sama guna memperoleh Tirta Ametha.

Perkiraan selesainya monument ini adalah sekitar 5 sampai 6 tahun, namun karena terhambat dana, maka fisik dari monument ini selesai dibangun tahun 2001 dan pada tahun 2002 diadakan pengisian diorama dan pengelolaan taman-taman serta lapangan. Jika diukur secara keseluruhan maka:- luas monument: 70 X 70 meter
- luas lapangan: 13,8 ha

 Diresmikan : 14 Juni 2003;bertepatan dengan Pesta Kesenian Daerah Bali ke 25
 Oleh : Megawati Soekarno Putri
Yang waktu itu menjabat sebagai Presiden Republik
Indonesia
 Anak tangga kori agung :17 buah
 Tiang penyangga: 8 buah
 Tinggi : 45 meter

Dapat disimpulkan bahwa monument ini memiliki nilai patriotisme yaitu mengenang hari proklamasi kemerdekaan Indonesia yaitui 17 Agustus 1945.Dalam gedung ini terdapat 3 lantai yaitu:


 Lantai bawah:
Dalam lantai bawah terdiri dari berberapa ruang:
1. Ruang informasi
2. Ruang administarasi
3. Ruang pameran
4. Ruang perputakaan
5. Ruang souvenir
6. Ruang rapat
7. Toilet
 Lantai tengah:
Merupakan tempat dipajangnya Diorama Perjuangan Rakyat Bali dari masa kemasa yaitu mulai dari Bali masa prasejarah, Bali masa Bali kuno, Bali masa setelah penguasa Majapahit, hingga Bali pada masa-masa perjuangan yang jumlahnya 33 unit. Diorama-diorama itu berjumlah 33 karena angka 33 adalah angka keseimbangan urip-urip jumlah dari penjuru mata angina.
Diorama merupakan miniatur dari suatu kegiatan atau kejadian. Untuk dapat mengetahui alur ceritanya maka kita diharapkan berputar 2 kali searah jarum jam untuk memutari lingkaran luar dan lingkaran dalam.
 Lingkaran luar: 1 sampai 20 Diorama
Diorama-Diorama tersebut menggambarkan:
• Diorama 1
Bali pada masa berburu dan mengumpulkan makanan (3000 SM)
• Diorama 2
Bali pada masa perundagian (2000 SM)
• Diorama 3
Stupika dan Prasasti Sukawana (778 M)
• Diorama 4
Rsi Markandeya (abad ke-8 M)
• Diorama 5
Rsi Kesari Warmadewa (914 M)
• Diorama 6
Gunapriyadharmapatni dan suaminya Dharmadayana Warmadewa (989-1011)
• Diorama 7
Konsep Kahyangan Tiga dari Empu Puturan (abad ke-11 M)
• Diorama 8
Kehidupan Banjar (abad ke-11 M)
• Diorama 9
Sistem Subak (abad ke-11 M)
• Diorama 10
Sri Astasura Ratna Bumi Banten (Tahun 1338 M)
• Diorama 11
Penobatan Sri Kresna Kepakisan (1347-1350)
• Diorama 12
Pembangunan Pura Dasar Gelgel (abad ke-14)
• Diorama 13
Dalem Waturenggong (1460-1550 M)
• Diorama 14
Dang Hyang Nirartha (1489 M)
• Diorama 15
Masa kejayaan kerajaan-krajaan di Bali (abad ke-17 sampai 19)
• Diorama 16
Patih Jelantik merobek surat Gubernur Jendral (1846)
• Diorama 17
Perang Jagaraga (1848-1849)
• Diorama 18
Patih Kusamba (1849)
• Diorama 19
Perlawanan Rakyat Banjar (1868)
• Diorama 20
Puputan Badung (1906)

 Lingkaran Dalam: 21 samapai 33 Diorama
Diorama-Diorama tersebut menggambarkan:
• Diorama 21
Persiapan Sagung Wah melawan Belanda (1906)
• Diorama 22
Puputan Klungkung (1908)
• Diorama 23
Bangkitnya organisasi pemuda (1923-1928)
• Diorama 24
Bali dibawah Fasisme Jepang (1942-1945)
• Diorama 25
Menyebarluaskan berita proklamasi (1945)
• Diorama 26
Pusat komando pemuda Republik Indonesia (September 1945)
• Diorama 27
Peristiwa Bendera di Pelabuhan Buleleng (27 Oktober 1945)
• Diorama 28
Pertempuran Laut di Selat Bali (1946)
• Diorama 29
Serangan terhadap Tangsi NICA (1946)
• Diorama 30
Pembentukan Dewan Perjuangan Rakyat Indonesia Sunda Kecil (1946)
• Diorama 31
Pertempuran Tanah Aron (1946)
• Diorama 32
Pertempuran Marga (1946)
• Diorama 33
Bali dalam mengisi kemerdekaan (1950-1975)

 Lantai atas
Ruang peninjauan , tempat merenung sambil menikmati suasana keindahan di kejauhan sekeliling monument.

Tujuan didirikannya monument ini adalah untuk melestarikan nilai-nilai sejarah, rakyat bali dari masa ke masa seperti nilai: - patriotisme
- rela berkorban
- cinta tanah air
- perdamaian
- persatuan
- tetap menjaga persatuan dan kesatuan
Harapan :
 Disimak, dijiwai, dimaknai apa isi monument ini.
 Menceritakan kepada masyarakat tentang isi Monument Perjuangan Rakyat Bali ini.
 Tidak berkunjung ke tempat ini untuk pertama dan terakhir kalinya.
 Dapat menumbuhkan kecintaan terhadap lingkungan.





Musiam bali
Musium Bali adalah suatu lembaga tetap yang bertugas mengumpulkan, merawat, dan memamerkan benda-benda budaya yang bertujuan untuk pendidikan dan rekreasi. Musium ini berdiri karena adanya Puputan Badung tahun 1906 sehingga asisten Bali Selatan yaitu Mr. W.F.Jackroon. Memberikan gagasan untuk mendirikan museum. Ia kemudian mengadakan perjanjian-perjanjian dengan raja-raja Bali. Dan akhirnya museum ini diresmikan tanggal 8 Desember 1932. Musim ini pernah 3 kali berganti pengelola yaitu:
 1932 dikelola oleh Yayasan Bali Museum
 1965 dikelola oleh Museum Negeri Provinsi Bali
 2000 dikelola oleh UPTD (Unit Pelaksana Teknik Dinas) Museum Bali

 Sumber dana pembangunan: Pemda Bali
 Luas bangunan: 2600 meter persegi
 Luas keseluruhan: 6000 meter persegi

Bangunan-bangunan di museum ini diberi nama sesuai dengan sumbangan-sumbangan dari daerahnya masing-masing yaitu:
 Gedung Tabanan:
Peralatan tari (Topeng, wayang) dan tabuh yang disakralkan
 Gedung Karangasem:
Peralatan upacara Panca Yadnya
 Gedung Buleleng:
Bermacam-macam tekstil serta cara pembuatannya dari yang sederhana sampai yang rumit. Tekstil ini disumbangkan tahun 1932. Gedung Buleleng ini berbentuk menyerupai Meru (Pagoda) yang lazim terdapat di Pura dengan gaya arsitektur Bali Utara dan telah disesuaikan dengan kebutuhan museum. Contoh-contoh tekstil yang terdapat disini adalah:
 Kain Prada: -Ulon Prada
-Ider-Ider Prada
 Kain Songket: -Saput Songket
 Kain Gringsing: -Saput Gringsing motif Lubeng
-Saput Gringsing motif Cempaka
-Saput Gringsing motof Pepare
-Saput Gringsing motif Wayang
 Kain Cepuk
 Alat Tenun Tradisional
 Alat Pemintal Benang
 Alat Pemispisan
 Kain Endek: -Saput Endek
-Kamben Endek
 Kain Poleng: -Saput Poleng
 Kain Polos: -Cerik Langah


 Gedung Timur Atas:
Terdapat lukisan abad 21 M dari gaya tradisional, klasik hingga gaya modern yaitu:
 Lukisan Gaya Klasik: - Cerita Men Brayut
- Wayang Gambuh
- Sang Hyang Siwa
- Ramayana
- Darmawangsa
- Arjuna Bertapa
 Seni Patung Gaya Klasik: - Singa Bersayap
- Garuda Wisnu
- Sugriwa
- Rangda
- Rsi
- Krisna
- Sahadewa
- Nakula
 Lukisan gaya Tradisional: - Tari Kecak
- Pengantin
- Ke pasar
- Ngerupuk
- Sabungan Ayam
- Selingkuh
- Ratu Gede Mecaling
- Bekerja Di Sawah
- Kesibukan Di Kampung
- Berselancar
- Kupu-kupu
- Rumah tangga
- Pohon Filsafat
- Pasar Tradisinal
 Lukisan Yang Artistik: - Suasana kampung
- Tari Barong
- Pemandangan Sawah
 Seni Patung Gaya Tradisional: - Kalarau
- Kijang
- Ayam Aduan
- Kera
-Domba Berkelahi Dengan Anjing
 Seni Lukis Gaya Modern: - Candi Kurung
- Vas Bunga
- Upacara Odalan
- Cili
- Tari Baris

 Gaya Khusus: - Rangda
- Mahkluk Gaib
- Kala Sungsang
- Telus Kaswari Berukir
- Gading Gajah Berukir
- Dewi Saraswati
 Gedung Timur Bawah
Tata cara kehidupan masyarakat zaman prasejarah dan sejarah. Didalam gedung timur bawah ini juga dijelaskan bahwa Bali dibedakan menjadi 3 zaman yaitu:
 Zaman Bali Kuno
 Zaman Bali Pertengahan
 Zaman Bali Baru
Serta empat masa yaitu:
 Masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat sederhana
 Masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat lanjut
 Masa bercocok tanam
 Masa perundagian
Digedung ini juga terdapat benda-benda sejarah seperti:
 Senjata-senjata tradisional
 Foto-foto zaman dulu
 Macam-macam stupa
 Gelang
 Manik-manik yang digunakan perhiasan zaman dulu
 Arca pancuran
 Maket Candi Perambanan dan Borobudur

Pembangunan museum ini merupakan perpaduan antara:
 Bangunan Pura: Atapnya terbuat dari ijuk
 Bangunan Puri: - terdapat Bale Bengong untuk tempat mengawasi keadaan diluar istana
- terdapat Bale Kulkul untuk memanggil warga masyarakat
- terdapat Beji sebagai tempat pemandian

Gedung ini telah melakukan renovasi secara bertahap setiap tahunnya, tanpa meninggalkan unsur kebudayaan daerah, yaitu daerah bali yang indah dan penuh dengan kebudayaan tradisional yang perlu dilestarikan.
























Baca Selengkapnya...

pariwisata bali

9:10 PM Edit This 0 Comments »

Dalam istilah sederhana, agritourism didefinisikan sebagai perpaduan antara pariwisata dan pertanian dimana pengunjung dapat mengunjungi kebun, peternakan atau kilang anggur untuk membeli produk, menikmati pertunjukan, mengambil bagian aktivitas, makan suatu makanan atau melewatkan malam bersama di suatu areal perkebunan atau taman

Sementara definisi lain mengatakan, agritourism adalah sebuah alternatif untuk meningkatkan pendapatan dan kelangsungan hidup, menggali potensi ekonomi petani kecil dan masyarakat pedesaan (www.farmstop.com)
Di Indonesia, Agrowisata atau agroturisme didefinisikan sebagai sebuah bentuk kegiatan pariwisata yang memanfaatkan usaha agro (agribisnis) sebagai objek wisata dengan tujuan untuk memperluas pengetahuan, pengalaman, rekreasi dan hubungan usaha di bidang pertanian. Agrowisata merupakan bagian dari objek wisata yang memanfaatkan usaha pertanian (agro) sebagai objek wisata. Tujuannya adalah untuk memperluas pengetahuan, pengalaman rekreasi, dan hubungan usaha dibidang pertanian. Melalui pengembangan agrowisata yang menonjolkan budaya lokal dalam memanfaatkan lahan, diharapkan bisa meningkatkan pendapatan petani sambil melestarikan sumber daya lahan, serta memelihara budaya maupun teknologi lokal (indigenous knowledge) yang umumnya telah sesuai dengan kondisi lingkungan alaminya (http://database.deptan.go.id)
Agrowisata dapat dikelompokkan ke dalam wisata ekologi (eco-tourism), yaitu kegiatan perjalanan wisata dengan tidak merusak atau mencemari alam dengan tujuan untuk mengagumi dan menikmati keindahan alam, hewan atau tumbuhan liar di lingkungan alaminya serta sebagai sarana pendidikan (Deptan, 2005)
Antara ecotourism dan agritourism berpegang pada prinsif yang sama. Prinsif-prinsif tersebut, menurut Wood, 2000 (dalam Pitana, 2002) adalah sebagai berikut:
a) Menekankan serendah-rendahnya dampak negatif terhadap alam dan kebudayaan yang dapat merusak daerah tujuan wisata.
b) Memberikan pembelajaran kepada wisatawan mengenai pentingnya suatu pelestarian.
c) Menekankan pentingnya bisnis yang bertanggung jawab yang bekerjasama dengan unsur pemerintah dan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan penduduk lokal dan memberikan manfaat pada usaha pelestarian.
d) Mengarahkan keuntungan ekonomi secara langsung untuk tujuan pelestarian, menejemen sumberdaya alam dan kawasan yang dilindungi.
e) Memberi penekanan pada kebutuhan zone pariwisata regional dan penataan serta pengelolaan tanam-tanaman untuk tujuan wisata di kawasan-kawasan yang ditetapkan untuk tujuan wisata tersebut.
f) Memberikan penekanan pada kegunaan studi-studi berbasiskan lingkungan dan sosial, dan program-program jangka panjang, untuk mengevaluasi dan menekan serendah-rendahnya dampak pariwisata terhadap lingkungan.
g) Mendorong usaha peningkatan manfaat ekonomi untuk negara, pebisnis, dan masyarakat lokal, terutama penduduk yang tinggal di wilayah sekitar kawasan yang dilindungi.
h) Berusaha untuk meyakinkan bahwa perkembangan pariwisata tidak melampui batas-batas sosial dan lingkungan yang dapat diterima seperti yang ditetapkan para peneliti yang telah bekerjasama dengan penduduk lokal.
i) Mempercayakan pemanfaatan sumber energi, melindungi tumbuh-tumbuhan dan binatang liar, dan menyesuaikannya dengan lingkungan alam dan budaya.

Pengembangan agrowisata dapat diarahkan dalam bentuk ruangan tertutup (seperti museum), ruangan terbuka (taman atau lansekap), atau kombinasi antara keduanya. Tampilan agrowisata ruangan tertutup dapat berupa koleksi alat-alat pertanian yang khas dan bernilai sejarah atau naskah dan visualisasi sejarah penggunaan lahan maupun proses pengolahan hasil pertanian. Agrowisata ruangan terbuka dapat berupa penataan lahan yang khas dan sesuai dengan kapabilitas dan tipologi lahan untuk mendukung suatu sistem usahatani yang efektif dan berkelanjutan. Komponen utama pengembangan agrowisata ruangan terbuka dapat berupa flora dan fauna yang dibudidayakan maupun liar, teknologi budi daya dan pascapanen komoditas pertanian yang khas dan bernilai sejarah, atraksi budaya pertanian setempat, dan pemandangan alam berlatar belakang pertanian dengan kenyamanan yang dapat dirasakan. Agrowisata ruangan terbuka dapat dilakukan dalam dua versi/pola, yaitu alami dan buatan (http://database.deptan.go.id)
Selanjutnya agrowisata ruangan terbuka dapat dikembangkan dalam dua versi/pola, yaitu alami dan buatan, yang dapat dirinci sebagai berikut:

a) Agrowisata Ruang Terbuka Alami
Objek agrowisata ruangan terbuka alami ini berada pada areal di mana kegiatan tersebut dilakukan langsung oleh masyarakat petani setempat sesuai dengan kehidupan keseharian mereka. Masyarakat melakukan kegiatannya sesuai dengan apa yang biasa mereka lakukan tanpa ada pengaturan dari pihak lain. Untuk memberikan tambahan kenikmatan kepada wisatawan, atraksi-atraksi spesifik yang dilakukan oleh masyarakat dapat lebih ditonjolkan, namun tetap menjaga nilai estetika alaminya. Sementara fasilitas pendukung untuk kenyamanan wisatawan tetap disediakan sejauh tidak bertentangan dengan kultur dan estetika asli yang ada, seperti sarana transportasi, tempat berteduh, sanitasi, dan keamanan dari binatang buas. Contoh agrowisata terbuka alami adalah kawasan Suku Baduy di Pandeglang dan Suku Naga di Tasikmalaya, Jawa Barat; Suku Tengger di Jawa Timur; Bali dengan teknologi subaknya; dan Papua dengan berbagai pola atraksi pengelolaan lahan untuk budi daya umbi-umbian.
b) Agrowisata Ruang Terbuka Buatan
Kawasan agrowisata ruang terbuka buatan ini dapat didesain pada kawasan-kawasan yang spesifik, namun belum dikuasai atau disentuh oleh masyarakat adat. Tata ruang peruntukan lahan diatur sesuai dengan daya dukungnya dan komoditas pertanian yang dikembangkan memiliki nilai jual untuk wisatawan. Demikian pula teknologi yang diterapkan diambil dari budaya masyarakat lokal yang ada, diramu sedemikian rupa sehingga dapat menghasilkan produk atraksi agrowisata yang menarik. Fasilitas pendukung untuk akomodasi wisatawan dapat disediakan sesuai dengan kebutuhan masyarakat modern, namun tidak mengganggu keseimbangan ekosistem yang ada. Kegiatan wisata ini dapat dikelola oleh suatu badan usaha, sedang pelaksana atraksi parsialnya tetap dilakukan oleh petani lokal yang memiliki teknologi yang diterapkan.

II. Sejarah Kelahiran dan perkembangan Agrowisata

Agritourism telah berhasil dikembangkan di Switzerland, Selandia Baru, Australia, dan Austria. Sedangkan di USA baru tahap permulaan, dan baru dikembangkan di California. Beberapa Keluarga petani sedang merasakan bahwa mereka dapat menambah pendapatan mereka dengan menawarkan pemondokan bermalam, menerima manfaat dari kunjungan wisatawan, (Rilla 1999). Pengembangan agritourism merupakan kombinasi antara pertanian dan dunia wisata untuk liburan di desa. Atraksi dari agritourism adalah pengalaman bertani dan menikmati produk kebun bersama dengan jasa yang disediakan.
Agrowisata merupakan bagian dari objek wisata yang memanfaatkan usaha pertanian (agro) sebagai objek wisata. Tujuannya adalah untuk memperluas pengetahuan, pengalaman rekreasi, dan hubungan usaha dibidang pertanian. Melalui pengembangan agrowisata yang menonjolkan budaya lokal dalam memanfaatkan lahan, kita bisa meningkatkan pendapatan petani sambil melestarikan sumber daya lahan, serta memelihara budaya maupun teknologi lokal (indigenous knowledge) yang umumnya telah sesuai dengan kondisi lingkungan alaminya.
Potensi objek wisata dapat dibedakan menjadi objek wisata alami dan buatan manusia. Objek wisata alami dapat berupa kondisi iklim (udara bersih dan sejuk, suhu dan sinar matahari yang nyaman, kesunyian), pemandangan alam (panorama pegunungan yang indah, air terjun, danau dan sungai yang khas), dan sumber air kesehatan (air mineral, air panas). Objek wisata buatan manusia dapat berupa falitas atau prasarana, peninggalan sejarah dan budidaya, pola hidup masyarakat dan taman-taman untuk rekreasi atau olah raga.
Objek agrowisata yang telah berkembang dan tercatat dalam basis data Direktorat Jenderal Pariwisata 1994/1995 terdapat delapan propinsi yaitu Sumatera Utara, Riau, Jawa Barat, Jawa Tengah dan DIY, Jawa Timur, NTB, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat. Objek agrowisata umumnya masih berupa hamparan suatu areal usaha pertanian dari perusahaan-perusahaan besar yang dikelola secara modern/ala Barat dengan orientasi objek keindahan alam dan belum menonjolkan atraksi keunikan/spesifikasi dari aktivitas lokal masyarakat. Diantara objek agrowisatawisata tersebut seperti berikut:

a) Kebun Raya Bogor

Kebun Raya Bogor didirikan 18 Mei 1817 yang semula bernama Islands Plantentuin te Buitenzorg. Pengelolaannya kini di bawah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indoneia (LIPI) yang menitikberatkan pada bidang pendidikan dan penelitian daripada untuk rekreasi. Kebun Raya Bogor dengan luas 87 hektare berfungsi untuk melestarikan tumbuh-tumbuhan secara ex situ (memindahkan tanaman dari tempat asalnya ke tempat baru dengan dibuat sesuai dengan tempat asalnya). Tahun 1995 koleksi Kebun Raya Bogor berjumlah 4.300 jenis tanaman dari Indonesia, kawasan tropis Asia, Austaralia, Amerika, dan Afrika yang penataannya dikelompokkan berdasarkan asal, habitat, dan famili tanaman. Selain itu kebun raya Bogor juga menyedikan pelayanan informasi ilmiah, seperti adanya paket wisata flora siswa bagi pelajar dan mahasiswa. Kebun Raya Bogor merupakan pusat Kebun Raya yang membawahi 3 cabang Kebun Raya, yaitu Kebun Raya Cibodas, Kebun Raya Purwodadi dan Kebun Raya Eka Karya Bali (LIPI, 2005)

b) Taman Anggrek Indonesia Permai, Jakarta
Taman ini lokasinya berdekatan dengan Taman Mini indonesia Indah (TMII). Pengunjung dapat menikmati keindahan berbagai jenih anggrek dalam kaveling-kaveling khusus. Taman ini juga menawarkan paket khusus budi daya anggrek bagi mereka yang berminat dan sarana penelitian untuk pengembangan budidaya tanaman anggrek. Selain di Jakarta, Taman Anggrek juga tedapat di daerah Bedugul, Bali yang menjual berbagai jenis anggrek. Pengunjung yang datang juga diberi keranjang dan gunting untuk memetik sendiri bunga yang dipilihnya.

c) Taman Bunga Nusantara, Cipanas, Jawa Barat
Taman Bunga Nusantara yang dibuka September 1995 dengan luas kawasan 35 hektare. Lahan 25 hektare untuk tanaman hias dan berbagai macam pohon dengan koleksi lebih dari 300 varietas yang dikumpulkan dari berbagai benua. Di taman ini terdapat tempat khusus yang ditanami jenis tanaman tertentu, seperti taman mawar, taman bougenvill, dan taman palem. Pengunjung yang ingin membawa oleh-oleh berupa bunga potong juga dapat membeli di showroom PT Alam Indah Bunga Nusantara yang letaknya bersebelahan. Untuk kegiatan para profesional, pelajar, dan mahasiswa, pihak taman bunga nasional juga menawarkan kegiatan seperti workshop atau seminar.

d) Taman Buah Mekarsari (TBM), Cileungsi, Jawa Barat.
Taman Buah Mekarsari diresmikan Oktober 1995. Tujuan pembangunan TBM adalah menciptakan kebun hortikultura dengan teknologi canggih sebagai kebun percobaan, kebun produksi, dan objek agrowisata. TBM memiliki lahan 264 hektare dengan rancangan pola tanam menyerupai bentuk daun lamtorogung, yang dianggap sebagai tanaman serba guna dan sebagai pelestari lingkungan hidup. Di TBM juga disajikan cara bertanam buah untuk masa depan yang dikenal dengan istilah tabulampot. Kini TBM mengoleksi 41 famili yang terdiri dari 143 jenis tanaman dengan 455 varietas. Koleksi tanaman tersebut mencakup 30 varietas jeruk, 19 varietas rambutan, 16 varietas belimbing, 28 varietas pisang, 44 varietas durian, dan 27 varietas mangga dengan menerapkan dengan sistem pertanian modern.

e) Oceanarium
Objek agrowisata perikanan yang terdapat di Indonesia adalah Sea World yang memiliki oceanarium, berlokasi di Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta. Oceanarium ini mulai beroperasi Mei 1994 yang menyajikan kehidupan alam di bawah laut dan aneka ragam hewan laut seperti hiu, ikan pari, penyu, dan ratusan jenis ikan yang dapat dilihat melalui terowongan pada kolam raksasa yang terbuat dari kaca.

f) Taman Akuarium Air Tawar (TAAT)
Taman Akuarium Air Tawar (TAAT) diresmikan April 1994 berlokasi di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), TAAT dibangun dengan gedung berbentuk lingkaran yang terdiri dari dua lantai seluas 5.500 M2 dengan atap berbentuk kubah berwarna hijau. Di TAAT terdapat keanekaragaman hayati ikan dan biota air tawar nusantara yang ditempatkan di akuarium geografik, dengan jumlah koleksi 240 buah akuarium dan kolam yang menampung 7.500 ikan yang terdiri dari 450 jenis.

g) Taman Burung TMII
Taman burung ini berlokasi di TMII Jakarta dengan luas taman 6 hektare dan memiliki 267 jenis burung yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia dan 16 jenis burung yang bukan asli Indonesia. Tahun 1995 koleksi burung di taman ini mencapai 5.134 ekor. Di taman burung ini terdapat dua rangkaian kubah, yaitu kubah barta yang menjadi tempat jenis-jenis burung dari Indonesia Barat dan kubah timur yang berisi koleksi burung dari kawasan Indonesia Timur. Bahkan terdapat juga auditorium yang menyajikan film tentang burung.


h) Taman Anggrek Ragunan
Taman anggrek Ragunan (TAR) merupakan aset Pemda DKI Jakarta dengan luas lahan sekitar 5 ha, dikelola oleh Dinas Pertanian DKI Jakarta. Keberadaan TAR menjadi salah satu objek Agrowisata, yang berfungsi sebagai: tempat wisata, tempat berlangsungnya aktivitas agribisnis tanaman anggrek baik dalam bentuk tanaman maupun bunga potong, dan sebagai sarana untuk mempelajari seluk beluk pemeliharaan anggrek. TAR dibagi menjadi 42 kavling yang dimanfaatkan untuk budidaya, pembibitan tanaman anggrek dan bunga potong. Disamping itu, dilengkapi pula dengan kios sarana produksi dan kantor pemasaran. Kavling-kavling anggrek tersebut dikelola oleh para petani anggrek yang tergabung dalam koperasi. Jenis-jenis anggrek yang diusahakan oleh para petani antara lain jenis Dendrobium, Orcidium, Arachnis, Phalaenopsis, serta tanaman hias penunjang lainnya.

i) Balai Benih Ikan Ciganjur
Balai Benih Ikan Ciganjur merupakan lahan milik Pemda DKI Jakarta dengan luas lebih dari 10 ha. Balai ini dikelola oleh Dinas Perikanan yang kegiatannya, antara lain: pembenihan ikan, pemeliharaan ikan dan secara berkala diadakan atraksi lomba memancing. Selain itu, sebagian lahan ini juga dimanfaatkan oleh para petani ikan yang mengusahakan ikan konsumsi dan ikan hias. Produksi balai benih ikan tidak hanya melayani pembeli lokal, tetapi juga melayani pembeli yang berasal dari luar kota Jakarta. Pengunjung yang datang dapat membeli ikan konsumsi dan ikan hias.

j) Taman Margasatwa Ragunan
Adalah Kebun Binatang milik Pemerintah DKI Jakarta yang berdiri di atas tanah seluas lebih kurang 135 ha. Di dalamnya terdapat koleksi satwa sebanyak lebih kurang 3.200 ekor. Pada saat ini masih dalam tahap proses penataan dan pembangunan untuk terwujudnya Kebun Binatang yang baik sebagai sarana rekreasi, pendidikan, penelitian, dan konservasi fauna dan flora. Berikut sekilas informasi tentang sejaran keberadaan Kebun Binatang di Jakarta, antara lain: (a) Tahun 1864, Raden Saleh, seorang pelukis Indonesia ternama menghibahkan sebidang tanah seluas 10 hektar di kawasan Cikini kepada pemerintah. Oleh Pemerintah Belanda digunakan sebagai "Lembaga untuk Tanaman dan Satwa"; (b) Tahun 1949, Nama Lembaga untuk Tanaman dan Satwa diganti menjadi "Kebun Binatang Cikini"; (c) Tahun 1964, Dengan makin berkembangnya kota Jakarta, Pemerintah Daerah memindahkan Kebun Binatang Cikini ke kawasan Ragunan Pasar Minggu, dengan nama "Taman Margasatwa Jakarta"; (d) Tahun 1974, Nama Taman Margasatwa Jakarta berubah menjadi "Kebun Binatang Ragunan". Sejak saat itu secara bertahap dilakukan penataan dan perluasan, sejalan dengan peran dan fungsi Kebun Binatang; (e) Tahun 1998, Berdasarkan Perda No.13 Tahun 1998 nama "Kebun Binatang Ragunan" berubah namanya menjadi "Taman Margasatwa Ragunan"


III. Dasar Filosofis pengembangan Agrowisata di Dunia

Motivasi agritourism adalah untuk menghasilkan pendapatan tambahan bagi petani. Bagaimanapun, agritourism juga merupakan kesempatan untuk mendidik orang banyak/masyarakat tentang pertanian dan ecosystems. Pemain Kunci didalam agritourism adalah petani, pengunjung/wisatawan, dan pemerintah atau institusi. Peran mereka bersama dengan interaksi mereka adalah penting untuk menuju sukses dalam pengembangan agritourism.
Keuntungan dari pengembangan agritourism bagi petani local dapat dirinci sebagai berikut (Lobo dkk, 1999):
1. Agriturism dapat memunculkan peluang bagi petani lokal untuk meningkatkan pendapatan dan meningkatkan taraf hidup serta kelangsungan operasi mereka;
2. Menjadi sarana yang baik untuk mendidik orang banyak/masyarakat tentang pentingnya pertanian dan kontribusinya untuk perekoniman secara luas dan meningkatkan mutu hidup;
3. Mengurangi arus urbanisasi ke perkotaan karena masyarakat telah mampu mendapatkan pendapatan yang layak dari usahanya di desa (agritourism)
4. Agritourism dapat menjadi media promosi untuk produk lokal, dan membantu perkembangan regional dalam memasarkan usaha dan menciptakan nilai tambah dan “direct-marking” merangsang kegiatan ekonomi dan memberikan manfaat kepada masyarakat di daerah dimana agrotourism dikembangkan.

Sedangkan Manfaat Agritourism bagi pengunjung (Rilla, 1999) adalah sebagai berikut:
a) Menjalin hubungan kekeluargaan dengan petani atau masyarakat lokal.
b) Meningkatkan kesehatan dan kesegaran tubuh
c) Beristirahat dan menghilangkan kejenuhan
d) Mendapatkan petualangan yang mengagumkan
e) Mendapatkan makanan yang benar-benar alami (organic food)
f) Mendapatkan suasana yang benar-benar berbeda
g) Biaya yang murah karena agrowisata relatif lebih murah dari wisata yang lainnya.

Selanjutnya Sutjipta (2001) menganggap, agrowisata dapat berkembang dengan baik jika terjadi Tri mitra dan tri karya pembangunan agrowisata yang meliputi, pemerintah sebagai pembuat aturan, rakyat/petani sebagai subyek, dan dunia usaha pariwisata sebagai penggerak perekonomian rakyat

Menurut Afandhi (2005), Pembangunan dan Pengembangan agrowisata bagi dunia usaha dapat dilakukan oleh ketiga pelaku ekonomi yaitu Badan Usaha Milik Negara/ Daerah, Perusahaan Nasional, Koperasi, dan Usaha Perorangan. Ketiga Pelaku ekonomi tersebut harus berdasarkan pola manajemen perusahaan penuh dengan modal yang rasional, sehingga ratio costbenefit dan return on invenstment pat diukur setiap tahun, sedangkan cara atau system pengelolaannya dapat dilakukan secara sendiri atau kerjasama (join venture), bagi hasil (sharing), dan lain-lain dengan prinsip saling menguntungkan.
Adapun tenaga kerja sebagai salah satu kunci keberhasilan pembangunan obyek agrowisata adalah kemampuan pengelola yang terdiri dari tenaga pembina, pelaksana, dan pemandu wisata. Untuk itu penyediaan tenaga managerial dan pemandu agrowisata yang progfesional sesuai dengan bidangnya mutlak diperlukan.
Pola pengelolaan agrowisata yang dikembangkan atau dibangun perlu dilakukan dengan mengikutsertakan masyarakat setempat dalam berbagai kegiatan yang menunjang usaha agrowisata. Dengan keikutsertaan masyarakat di dalam pengembangan agrowisata diharapkan dapat ditumbuhkembangkan interaksi positif dalam bentuk rasa ikut memiliki untuk menjaga eksistensi obyek.
Peran serta masyarakat dapat dilakukan melalui :
1. Masyarakat desa yang memiliki lahan di dalam kawasan yang dibangun agar tetap dapat mengolah lahannya sehingga menunjang peningkatan hasil produk pertanian yang menjadi daya tarik agrowisata dan di sisi lain akan mendorong rasa memiliki dan tanggungjawab di dalam pengelolaan kawasan secara keseluruhan.
2. Melibatkan masyarakat desa setempat di dalam kegiatan perusahaan secara langsung sebagai tenaga kerja, baik untuk pertanian maupun untuk pelayanan wisata, pemandu dan lain-lain. Untuk itu pihak pengelola perlu melakukan langkah-langkah dan upaya utnuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tenaga kerja khusus yang berasal dari masyarakat.
3. Menyediakan fasilitas dan tempat penjualan hasil pertanian, kerajinan dan cendera mata bagi masyarakat desa di sekitar kawasan, sehingga dapat memperkenalkan khas setempat sekaligus untuk meningkatkan penghasilan. Disamping itu, dapat pula diikutsertakan di dalam penampilan atraksi seni dan budaya setempat untuk disajikan kepada wisatawan.
Pada hakekatnya pengembangan agrowisata mempunyai tujuan ganda termasuk promosi produk pertanian Indonesia, meningkatkan volume penjualan, membantu meningkatkan perolehan devisa, membantu meningkatkan pendapatan petani nelayan dan masyarakat sekitar, disamping untuk meningkatkan jenis dan variasi produk pariwisata Indonesia.
Obyek agrowisata harus mencerminkan pola pertanian Indonesia baik tradisional ataupun modern guna memberikan daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Wisatawan. Di lokasi atau di sekitar lokasi dapat diadakan berbagai jenis atraksi/ kegiatan pariwisata sesuai dengan potensi sumber daya pertanian dan kebudayaan setempat. Sampai saat ini, berbagai obyek agrowisata yang potensial relatif belum banyak menarik pengunjung, antara lain karena terbatasnya sarana dan prasarana yang tersedia serta kurangnya promosi dan pemasaran kepada masyarakat luas baik di dalam maupun di luar negeri. Untuk itu perlu ditempuh suatu koordinasi promosi antara pengelola dengan berbagai pihak yang berkecimpung dalam bidang promosi dan pemasaran obyek-obyek agrowisata, baik instansi pemerintah maupun biro-biro perjalanan wisata. Hal ini mengingat agrowisata merupakan kegiatan yang tidak berdiri sendiri karena mempunyai lingkup yang luas dan keterkaitan dengan tugas serta wewenang berbagai instansi terkait seperti Departemen Pertanian, Departemen/Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, dan instansi terkait lainnya, kalangan usaha serta masyarakat pada umumnya.
Di dalam melakukan pemasarannya perlu dilakukan pendekatan dengan berbagai pihak yang terkait secara terkoordinasi, mulai dari tingkat perencanaan, pengembangan, pengelolaan, pemasaran sampai dengan pengawasan dan pengendalian. Ditingkat perumusan kebijaksanaan dan pengendalian perlu ditingkatkan peranan panitia kerja agro pusat dan daerah sehingga pelaksanaannya sejalan dengan kebijaksanaan pengembangan sector pertanian dan pariwisata, baik dari aspek lokasi, kawasan kegiatan, maupun penyediaan sarana dan prasarana.


V. Faktor-faktor yang berhubungan dengan dinamika Agrowisata

Upaya pengembangan Agrowisata secara garis besar mencakup aspek pengembangan sumberdaya manusia, sumberdaya alam, promosi, dukungan sarana dan kelembagaan (http://database.deptan.go.id). Selanjutnya aspek-aspek tersebut dapat dirinci sebagai berikut:

a) Sumberdaya Manusia
Sumberdaya manusia mulai dari pengelola sampai kepada masyarakat berperan penting dalam keberhasilan pengembangan Agrowisata. Kemampuan pengelola Agrowisata dalam menetapkan target sasaran dan menyediakan, mengemas, menyajikan paket-paket wisata serta promosi yang terus menerus sesuai dengan potensi yang dimiliki sangat menentukan keberhasilan dalam mendatangkan wisatawan. Dalam hal ini keberadaan/peran pemandu wisata dinilai sangat penting. Kemampuan pemandu wisata yang memiliki pengetahuan ilmu dan keterampilan menjual produk wisata sangat menentukan. Pengetahuan pemandu wisata seringkali tidak hanya terbatas kepada produk dari objek wisata yang dijual tetapi juga pengetahuan umum terutama hal-hal yang lebih mendalam berkaitan dengan produk wisata tersebut.
Ketersediaan dan upaya penyiapan tenaga pemandu Agrowisata saat ini dinilai masih terbatas. Pada jenjang pendidikan formal seperti pendidikan pariwisata, mata ajaran Agrowisata dinilai belum memadai sesuai dengan potensi Agrowisata di Indonesia. Sebaliknya pada pendidikan pertanian, mata ajaran kepariwisataan juga praktis belum diajarkan. Untuk mengatasi kesenjangan tersebut pemandu Agrowisata dapat dibina dari pensiunan dan atau tenaga yang masih produktif dengan latar belakang pendidikan pertanian atau pariwisata dengan tambahan kursus singkat pada bidang yang belum dikuasainya.

b) Promosi
Kegiatan promosi merupakan kunci dalam mendorong kegiatan Agrowisata. Informasi dan pesan promosi dapat dilakukan melalui berbagai cara, seperti melalui leaflet, booklet, pameran, cinderamata, mass media (dalam bentuk iklan atau media audiovisual), serta penyediaan informasi pada tempat public (hotel, restoran, bandara dan lainnya). Dalam kaitan ini kerjasama antara objek Agrowisata dengan Biro Perjalanan, Perhotelan, dan Jasa Angkutan sangat berperan. Salah satu metoda promosi yang dinilai efektif dalam mempromosikan objek Agrowisata adalah metoda "tasting", yaitu memberi kesempatan kepada calon konsumen/wisatawan untuk datang dan menentukan pilihan konsumsi dan menikmati produk tanpa pengawasan berlebihan sehingga wisatawan merasa betah. Kesan yang dialami promosi ini akan menciptakan promosi tahap kedua dan berantai dengan sendirinya.

c) Sumberdaya Alam dan Lingkungan
Sebagai bagian dari usaha pertanian, usaha Agrowisata sangat mengandalkan kondisi sumberdaya alam dan lingkungan. Sumberdaya alam dan lingkungan tersebut mencakup sumberdaya objek wisata yang dijual serta lingkungan sekitar termasuk masyarakat. Untuk itu upaya mempertahankan kelestraian dan keasrian sumberdaya alam dan lingkungan yang dijual sangat menentukan keberlanjutan usaha Agrowisata. Kondisi lingkungan masyarakat sekitar sangat menentukan minat wisatawan untuk berkunjung. Sebaik apapun objek wisata yang ditawarkan namun apabila berada di tengah masyarakat tidak menerima kehadirannya akan menyulitkan dalam pemasaran objek wisata. Antara usaha Agrowisata dengan pelestarian sumberdaya alam dan lingkungan terdapat hubungan timbal balik yang saling menguntungkan. Usaha Agrowisata berkelanjutan membutuhkan terbinanya sumberdaya alam dan lingkungan yang lestari, sebaliknya dari usaha bisnis yang dihasilkannya dapat diciptakan sumberdaya alam dan lingkungan yang lestari.
Usaha Agrowisata bersifat jangka panjang dan hampir tidak mungkin sebagai usaha jangka pendek, untuk itu segala usaha perlu dilakukan dalam perspektif jangka panjang. Sekali konsumen/wisatawan mendapatkan kesan buruknya kondisi sumberdaya wisata dan lingkungan, dapat berdampak jangka panjang untuk mengembalikannya. Dapat dikemukakan bahwa Agrowisata merupakan usaha agribisnis yang membutuhkan keharmonisan semua aspek.

d) Dukungan Sarana dan Prasarana
Kehadiran konsumen/wisatawan juga ditentukan oleh kemudahan-kemudahan yang diciptakan, mulai dari pelayanan yang baik, kemudahan akomodasi dan transportasi sampai kepada kesadaran masyarakat sekitarnya. Upaya menghilangkan hal-hal yang bersifat formal, kaku dan menciptakan suasana santai serta kesan bersih dan aman merupakan aspek penting yang perlu diciptakan.

e) Kelembagaan
Pengembangan Agrowisata memerlukan dukungan semua pihak pemerintah, swasta terutama pengusaha Agrowisata, lembaga yang terkait seperti perjalanan wisata, perhotelan dan lainnya, perguruan tinggi serta masyarakat. Pemerintah bertindak sebagai fasilitator dalam mendukung berkembangnya Agrowisata dalam bentuk kemudahan perijinan dan lainnya. Intervensi pemerintah terbatas kepada pengaturan agar tidak terjadi iklim usaha yang saling mematikan. Untuk itu kerjasama baik antara pengusaha objek Agrowisata, maupun antara objek Agrowisata dengan lembaga pendukung (perjalanan wisata, perhotelan dan lainnya) sangat penting. Terobosan kegiatan bersama dalam rangka lebih mengembangkan usaha agro diperlukan.

Sedangkan faktor-faktor yang berhubungan dengan keberhasilan suatu agrowisata dalam kaitannya dengan atraksi yang ditawarkan sebagai objek wisata, Syamsu dkk, (2001) mengindentifikasikan faktor-faktor tersebut sebagai berikut:
a) Kelangkaan
Jika wisatawan melakukan wisata di suatu kawasan agrowisata, wisatawan mengharapkan suguhan hamparan perkebunan atau taman yang mengandung unsur kelangkaan karena tanaman tersebut sangat jarang ditemukan pada saat ini.
b) Kealamiahan
Kealamaiahan atraksi agrowisata, juga akan sangat menentukan keberlanjutan dari agrowisata yang dikembangkan. Jika objek wisata tersebut telah tercemar atau penuh dengan kepalsuan, pastilah wisatawan akan merasa sangat tertipu dan tidak mungkin berkunjung kembali.
c) Keunikan
Keunikan dalam hal ini adalah sesuatu yang benar-benar berbeda dengan objek wisata yang ada. Keunikan dapat saja berupa budaya, tradisi, dan teknologi lokal dimana objek wisata tersebut dikembangkan.
d) Pelibatan Tenaga Kerja
Pengembangan Agrowisata diharapkan dapat melibatkan tenaga kerja setempat, setidak-tidaknya meminimalkan tergusurnya masyarakat lokal akibat pengembangan objek wisata tersebut.
e) Optimalisasi Penggunaan Lahan
Lahan-lahan pertanian atau perkebunan diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal, jika objek agrowisata ini dapat berfungsi dengan baik. Tidak ditemukan lagi lahan tidur, namun pengembangan agrowisata ini berdampak positif terhadap pengelolaan lahan, jangan juga dieksploitasi dengan semena-mena.
f) Keadilan dan Pertimbangan Pemerataan
Pengembangan Agrowisata diharapkan dapat menggerakkan perekonomian masyarakat secara keseluruhan, baik masyarakat petani/desa, penanam modal/investor, regulator. Dengan melakukan koordinasi didalam pengembangan secara detail dari input-input yang ada.
g) Penataan Kawasan
Agrowisata pada hakekatnya merupakan suatu kegiatan yang mengintegrasikan sistem pertanian dan sistem pariwisata sehingga membentuk objek wisata yang menarik.

Sedangkan menurut Spillane, (1994) untuk dapat mengembangkan suatu kawasan menjadi kawasan pariwisata (termasuk juga agrowisata) ada lima unsur yang harus dipenuhi seperti dibawah ini:

a) Attractions
Dalam konteks pengembangan agrowisata, atraksi yang dimaksud adalah, hamparan kebun/lahan pertanian, keindahan alam, keindahan taman, budaya petani tersebut serta segala sesuatu yang berhubungan dengan aktivitas pertanian tersebut.
b) Facilities
Fasilitas yang diperlukan mungkin penambahan sarana umum, telekomunikasi, hotel dan restoran pada sentra-sentra pasar.
c) Infrastructure
Infrastruktur yang dimaksud dalam bentuk Sistem pengairan, Jaringan komunikasi, fasilitas kesehatan, terminal pengangkutan, sumber listrik dan energi, system pembuangan kotoran/pembungan air, jalan raya dan system keamanan.
d) Transportation
Transportasi umum, Bis-Terminal, system keamanan penumpang, system Informasi perjalanan, tenaga Kerja, kepastian tariff, peta kota/objek wisata.
e) Hospitality
Keramah-tamahan masyarakat akan menjadi cerminan keberhasilan sebuah system pariwisata yang baik.


VI. Sisi Positif Dan Sisi Negatif Agrowisata

Keuntungan ini termasuk perluasan kesempatan berusaha bagi masyarakat lokal (diversification of local community), kesempatan investasi kesadaran akan konservasi lingkungan. Lebih lanjut sisi positif dari pengembangan agrowisata dapat dijabarkan sebagai berikut (Deptan, 2005):

• Melestarikan Sumber Daya Alam
Agrowisata pada prinsipnya merupakan kegiatan industri yang mengharapkan kedatangan konsumen secara langsung ditempat wisata yang diselenggarakan. Aset yang penting untuk menarik kunjungan wisatawan adalah keaslian, keunikan, kenyamanan, dan keindahan alam. Oleh sebab itu, faktor kualitas lingkungan menjadi modal penting yang harus disediakan, terutama pada wilayah-wilayah yang dimanfaatkan untuk dijelajahi para wisatawan. Menyadari pentingnya nilai kualitas lingkungan tersebut, masyarakat/petani setempat perlu diajak untuk selalu menjaga keaslian, kenyamanan, dan kelestarian lingkungannya. Karena agrowisata termasuk ke dalam wisata ekologi (eco-tourism), yaitu kegiatan perjalanan wisata dengan tidak merusak atau mencemari alam dengan tujuan untuk mengagumi dan menikmati keindahan alam, hewan atau tumbuhan liar di lingkungan alaminya serta sebagai sarana pendidikan. Oleh karena itu, pengelolaannya harus mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut:
a) Pengaturan dasar alaminya, yang meliputi kultur atau sejarah yang menarik, keunikan sumber daya biofisik alaminya, konservasi sumber daya alam ataupun kultur budaya masyarakat.
b) Nilai pendidikan, yaitu interpretasi yang baik untuk program pendidikan dari areal, termasuk lingkungan alaminya dan upaya konservasinya.
c) Partisipasi masyarakat dan pemanfaatannya. Masyarakat hendaknya melindungi/menjaga fasilitas atraksi yang digemari wisatawan, serta dapat berpartisipasi sebagai pemandu serta penyedia akomodasi dan makanan.
d) Dorongan meningkatkan upaya konservasi. Wisata ekologi biasanya tanggap dan berperan aktif dalam upaya melindungi area, seperti mengidentifikasi burung dan satwa liar, memperbaiki lingkungan, serta memberikan penghargaan/falitas kepada pihak yang membantu melingdungi lingkungan.

• Mengkonversi Teknologi Lokal
Keunikan teknologi lokal yang merupakan hasil seleksi alam merupakan aset atraksi agrowisata yang patut dibanggakan. Bahkan teknologi lokal ini dapat dikemas dan ditawarkan untuk dijual kepada pihak lain. Dengan demikian, teknologi lokal yang merupakan indigenous knowleadge itu dapat dilestarikan.
Teknologi lokal seperti Talun Kebun atau Pekarangan yang telah berkembang di masyarakat Jawa Tengah dan Jawa Timur merupakan salah satu contoh yang bisa ditawarkan untuk agrowisata. Teknologi lokal ini telah terbukti cukup mampu mengendalikan kesuburan tanah melalui pendauran hara secara vertikal. Selain dapat mengefisienkan pemanfaatan hara, teknologi ini juga dapat memanfaatkan energi matahari dan bahan organik in situ dengan baik sesuai dengan tingkat kebutuhan. Dengan demikian, melalui agrowisata kita dapat memahami teknologi lokal kita sendiri, sehingga ketergantungan pada teknologi asing dapat dikurangi.

• Meningkatkan Pendapatan Petani dan Masyarakat Sekitar
Selain memberikan nilai kenyamanan, keindahan ataupun pengetahuan, atraksi wisata juga dapat mendatangkan pendapatan bagi petani serta masyarakat di sekitarnya. Wisatawan yang berkunjung akan menjadi konsumen produk pertanian yang dihasilkan, sehingga pemasaran hasil menjadi lebih efisien. Selain itu, dengan adanya kesadaran petani akan arti petingnya kelestarian sumber daya, maka kelanggengan produksi menjadi lebih terjaga yang pada gilirannya akan meningkatkan pendapatan petani. Bagi masyarakat sekitar, dengan banyaknya kunjungan wisatawan, mereka dapat memperoleh kesempatan berusaha dengan menyediakan jasa dan menjual produk yang dihasilkan untuk memenuhi kebutuhan wisatawan.

• Atraksi wisata pertanian juga dapat menarik pihak lain untuk belajar atau magang dalam pelaksanaan kegiatan budi daya ataupun atraksi-atraksi lainnya, sehingga dapat menambah pendapatan petani, sekaligus sebagai wahana alih teknologi kepada pihak lain. Hal seperti ini telah dilakukan oleh petani di Desa Cinagara, Sukabumi dengan "Karya Nyata Training Centre". Pada kegiatan magang ini, seluruh petani dilibatkan secara langsung, baik petani ikan, padi sawah, hortikultura, peternakan, maupun perkebunan (http://database.deptan.go.id)

Jika Agrowisata dikembangkan dengan benar, harapan petani untuk dapat meningkat kesejahteraannya bisa terwujud, apa saja harapan petani tersebut? Mosher (dalam Sutjipta, 2001) merinci sebagai berikut:
1. Pemasaran Hasil Pertanian: diharapkan dengan perkembangnya pariwisata hasil pertanian dapat terserap pada sektor ini.
2. Teknologi yang dinamis: dengan berkembangnya pariwisata berkembang pula teknologi pertanian yang ada karena tuntutan dunia pariwisata.
3. Tersedianya sarana produksi
4. Perangsang produksi pertanian, dengan berkembangnya pariwisata harga produk pertanian diharapkan dapat dihargai cukup layak sehingga gairah petani untuk bekerja semakin meningkat.
5. Pengangkutan, Insfrastruktur yang dibangun untuk pariwisata juga dapat dimanfaatkan oleh sektor pertanian.

Sebaliknya, kerugian yang ditimbulkan, antara lain penurunan kualitas lingkungan, terjadinya kesenjangan ekonomi serta perubahan sosial budaya yang negatif. Dalam kaitannya dengan pengembangan agrowisata sebagai kerangka pengembangan masyarakat petani pada kehidupan yang lebih baik, maka diperlukan gerakan serentak (Sutjipta, 2001) yang berupa:
1. Menjaga kelestarian lingkungan: Pengembangan Pariwisata harus memperhatikan kelestarian lingkungan karena jika lingkungan rusak mustahil pariwisata bisa terus berkembang.
2. Pemanfaatan sumberdaya daya alam secara bijaksana: Sumberdaya alam yang ada bukan untuk dinikmati oleh generasi sekarang saja tetapi untuk anak cucu kita juga, dari sinilah diharapkan kita tidak melakukan exploitasi alam dengan semena-mena.
3. Keseimbangan antara konsumsi dan produksi: Berproduksi sesuai dengan permintaan pasar, bukan melakukan penawaran secara berlebihan sehingga tercipta kondisi over suplay, jika kondisi ini terjadi maka segala sesuai akan bernilai rendah.
4. peningkatan Sumber daya manusia: Jika sumberdaya manusia tidak cakap, maka ada potensi dalam waktu panjang SDM yang ada akan tergusur oleh SDM global yang lebih potensi dan kompeten, disinilah diperlukan pengembangan SDM secara terus menerus.
5. pemberantasan kemiskinan: Program-program yang ditawarkan oleh pemerintah sebaiknya tidak hanya memberikan kemudahan bagi kapitalis tetapi juga sebaiknya memperhatikan masyarakat petani yang sebagian besar tergolong miskin bahkan melarat.
Untuk menilai dampak potensial kegiatan pariwisata, Gree dan Hunter, 1993 (dalam Aryanto, 2003) meneliti tentang dampak negatif pada lingkungan budaya yang dibagi dalam 6 komponen lingkungan yang akan rusak/berubah, yaitu : (1) nilai dan kepercayaan, (2) moral, (3) perilaku, (4) seni dan kerajinan, (5) hukum dan ketertiban, dan (6) sejarah. Hartanto (1997), menambahkan daftar dampak negatif lainnya yang akan terjadi pada Lingkungan Binaan dan Lingkungan Alam, yaitu pada: (1) flora dan fauna, (2) polusi, (3) erosi, (4) sumber daya alam, (5) pemandangan.

VII. Potensi pengembangan Agrowisata di Indonesia dan Bali

a). Potensi pengembangan Agrowisata di Indonesia
Menurut Afandhi (2005), Kebijakan umum Departemen Pertanian dalam membangun pertanian bertujuan untuk meningkatkan pendapatan dan tarap hidup petani, peternak, dan nelayan, memperluas lapangan kerja dan kesempatan berusaha, menunjang pembangunan industri serta meningkatkan ekspor. Untuk itu, usaha diversifikasi perlu dilanjutkan disertai dengan rehabilitasi yang harus dilaksanakan secara terpadu, serasi, dan merata disesuaikan dengan kondisi tanah, air dan iklim, dengan tetap memelihara kelestarian kemampuan sumber daya alam dan lingkungan hidup serta memperhatikan pola kehidupan masyarakat setempat.
Sejalan dengan kebijaksanaan umum di atas, terlihat bahwa antara pariwisata dan pertanian dapat saling mengisi dan menunjang dalam meningkatkan daya saing produk pariwisata dan produk pertanian Indonesia dalam rangka meningkatkan perolehan devisa dari komoditi ekspor non migas. Sebagai negara agraris, sector pertanian merupakan sector yang dominan dan merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia. Upaya peningkatan dan penganekaragaman usaha pertanian terus ditingkatkan secara intensif dan terencana, baik yang secara tradisional maupun modern merupakan potensi kuat yang dapat dikembangkan sebagai daya tarik yang dapat dinikmati oleh wisatawan nusantara maupun mancanegara.
Potensi budidaya pertanian yang dapat dijadikan agrowisata antara lain :
1. Perkebunan
Suatu kawasan perkebunan yang ideal untuk dapat dimanfaatkan sebagai objek dan daya tarik agrowisata adalah kawasan perkebunan yang kegiatannya merupakan kesatuan yang utuh mulai dari pembibitan sampai dengan pengolahan hasilnya. Hal ini didasarkan atas pertimbangan bahwa setiap kegiatan dan proses pengusahaan perkebunan dapat dijadikan daya tarik atau atraksi yang menarik bagi wisatawan mulai dari pembibitan, penanaman, pengolahan ataupun pengepakan hasil produksinya. Perkebunan sebagai objek agrowisata terdiri dari perkebunan kelapa sawit, karet, teh kopi, kakao, tebu, dan lain-lain. Pada dasarnya luas suatu perkebunan ada batasnya, namun perkekbunan yang dijadikan sebagai objek agrowisata luasnya tidak dibatasi, dengan kata lain luasnya sesuai izin atau persyaratan objek agrowisata yang diberikan. Untuk menunjukkan kepada wisatawan suatu perkebunan yang baik dan benar, seyogyanya dalam objek dilengkapi dengan unit pengolahan, laboratorium, pengepakan hasil, sarana dan prasarana.
2. Tanaman pangan dan Hortikultura
Daya tarik tanaman pangan dan hortikultura sebagai objek agrowisata antara lain kebun bunga-bungaan, kebunbuah-buahan, kebun sayur-sayuran, kebun tanaman obat-obatan/ jamu.
3. Peternakan
Potensi peternakan sebagai sumber daya wisata antara lain cara tradisional dalam pemeliharaan ternak, aspek kekhasan/ keunikan pengelolaan, produksi ternak, atraksi peternakan dan peternakan khusus seperti bekisar dan burung puyuh.
4. Perikanan
Sebagai negara kepulauan yang sebagian besar terdiri dari perairan dengan potensi sumber daya ikan yang jenis maupun jumlahnya cukup besar, kegiatan perikanan di Indonesia mempunyai potensi yang besar untuk dikembangkan sebagai obyek agrowisata. Secara garis besar kegiatan perikanan dibagi menjadi kegiatan penangkapan dan kegiatan budidaya, dan kegiatan tersebut merupakan potensi yang dapat dikembangkan menjadi obyek agrowisata seperti budidaya ikan air tawar, budidaya Air Payau (tambak), budidaya laut (kerang, rumput laut, kakap merah, dan mutiara)
Brahmantyo, dkk (2001) telah melakukan penelitian tentang potensi dan peluang dalam pengembangan pariwisata Gunung Salak Endah, menemukan beberapa potensi alam dapat dimanfaatkan sebagai atraksi objek wisata. Potensi tersebut adalah, Air Terjun Curug Ciumpet, areal perkemahan, lahan pertanian sebagai objek agrowisata, kolam air deras, arena pancing (perikanan darat), peternakan lebah, peternakan kuda, wisata perhutanan dan perkebunan, dan wisata industri pengolahan hasil tanaman kopi.

b). Potensi pengembangan Agrowisata di Bali
Bali itu merupakan daerah yang kaya akan alamnya dan indah bila dipandang secara kasat mata. Nuansa dan panorama indahnya alam Bali itu, mungkin akan semakin menyentak pemandangan anda bila anda bebepergian ke wilayah Tabanan yang terkenal dengan bentangan sawah yang berterasering atau ke kawasan Swiss-nya Bali, Bedugul, atau terus ke Utara di Singaraja menyaksikan hamparan pepohonan cengkeh milik petani- petani dengan diselingi nyiur dan tetumbuhan kopi Robusta dan Arabica (Moruk, 2005)
Bila Wisatawan menyisir perjalanan dari Gianyar dengan Tampak Siringnya, terus ke utara di Bangli yang terkenal dengan bukit Kintamani-nya. Di sana pasti disuguhkan sebuah potret alam asri dan asli dengan gunung dan danau Batur-nya yang sangat menawan. Wisatawan dapat berpetualang menyaksikan kawasan hutan Salak Gula Pasir yang terhampar di wilayah Kabupaten Karangasem di Bali Timur. Itulah sentra-sentra yang ngetrend menjadi objek terhandal bagi para wisatawan pencinta agrowisata. Agrowisata sebenarnya merupakan lahan atau produk terbaru dalam sektor kepariwisataan Indonesia guna memenuhi keperluan wisatawan yang mencintai keindahan alam pertanian, perdesaan, informasi dan teknologi, barang dan jasa yang terbuat dari produk pertanian. Dengan demikian, sangat jelas bahwa agrowisata itu ditunjang penuh oleh eksotiknya keindahan alam, kesuburan tanah, kesejahteraan petani, kebersihan lingkungan sekitar. Makin indah alamnya, subur tanahnya, sejahtera petaninya dengan keberhasilan menerapkan pembangunan pertanian, justru semakin menjadikan suatu kawasan atau daerah sebagai obyek agrowisata yang handal dan berkualitas (Moruk, 2005)
Sudibya (2002) mengindentifikasikan, ecotourism potensial dikembangkan di Bali. Kabupaten Jembrana potensial untuk pengembangan berbagai jenis wisata alam dengan memanfaatkan kawasan Taman Nasional Bali Barat, camping dan trekking dikombinasikan dengan snorkeling di Pulau Menjangan. Kabupaten Buleleng potensial untuk pengembangan berbagai agrowisata mengingat daerah ini memiliki kawasan pertanian yang luas. Berbagai tanaman industri seperti jeruk keprok, tembakau, anggur dan holtikultura bisa dibudidayakan di kabupaten ini. Di Kabupaten Tabanan dapat diintensifkan pengembangan holtikultura dan kebun bunga untuk keperluan hotel dan restoran serta masyarakat umum. Kebun Raya Eka Karya Bali juga dapat ditingkatkan pemanfaatannya, baik untuk atraksi wisata maupun untuk penelitian dan pendidikan.
Kabupaten Bangli potensial untuk pengembangan peternakan sapi, terutama penggemukan (fattening) dan unggas untuk pasokan daging ke hotel dan restoran. Danau Batur dikembangkan sebagai tempat perikanan air tawar, baik untuk keperluan industri pariwisata maupun konsummsi lokal. Pulau Nusa Penida potensial untuk pengembangan penggemukan sapi untuk menghasilkan daging yang berkualitas. Pada prinsfnya, alam Bali memiliki potensi yang begitu besar untuk dikembangkan menjadi ecotourism.
Lebih lanjut Sudibya (2002) menjelaskan, saat ini di Bali sudah ada atraksi wisata yang erat hubungannya dengan prinsip ecotourism, seperti misalnya, arung jeram (whitewater rafting), cruising/sailing, taman burung, taman gajah, taman reptil, taman kupu-kupu, taman anggrek, dan wisata berkuda (horse riding).
Dalam rangka mempercepat penyeimbangan dan keselarasan pembangunan antar wilayah/kawasan Badung Utara dan Badung Selatan telah diupayakan penataan kawasan pertanian khususnya perkebunan yang sangat potensial di wilayah Badung Utara menjadi suatu kawasan agrowisata yang akhirnya dapat menjadi pembangunan industri dan agrobisnis. Untuk mewujudkan hal itu telah pula dilakukan kerja sama dengan beberapa BUMN seperti BTDC untuk mengembangkan tanaman hias dan bunga di wilayah Badung Utara. Sementara untuk merangsang pembangunan sektor pertanian telah diberikan berbagai stimulan baik berupa benih, subsidi pupuk, pemberdayaan lembaga pangan, dan pemberdayaan kelompok wanita tani. Yang lebih mendidik lagi dengan adanya kebijakan Pemerintah Daerah untuk membebaskan/memberi subsidi pajak terhadap PKD, pelaba pura dan tanah masyarakat yang terkena jalur hijau. (Bisnis Bali Online:2003)
Beberapa kawasan yang telah berkembang dan memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi kawasan agrowisata di Bali (Bapeda Bali, 1995) adalah sebagai berikut:
a) Kawasan Pertanian Hortikultural di Baturiti Tabanan dan Pancasari Buleleng
b) Kawasan Perkebunan Rakyat Salak Bali di Sibetan Karangasem
c) Kawasan Terasering Sawah Jatiluwih Tabanan
d) Kawasan Perkebunan Kopi di Pupuan Tabanan
e) Kawasan Petang Badung
f) Kawasan Kintamani Bangli
g) Kawasan Peternakan Ayam di Tiingan, Tegak, dan Pempatan
h) Kawasan Peternakan Sapi Putih di Taro Gianyar
i) Kawasan Perkebunan Anggur di Seririt dan Grokgak Buleleng, dan
j) Beberapa Kawasan Perkebunan Milik PD Prov Bali yang berada di Jembrana.


VIII. Perkembangan real Agrowisata di Bali, Faktor penghambat, Faktor pendorong berkembangnya Agrowisata.
Wisatawan yang berkunjung ke Bali belakangan ini memiliki kecenderungan tidak sekedar menikmati keunikan sosial budaya tetapi perhatian akan lingkungan yang semakin meningkat (Sudibya, 2002).
Pada hakekatnya setiap ekosistem dengan segala isinya (sumber daya alam fisik dan hayatinya) merupakan atraksi wisata yang dapat dikembangkan untuk objek wisata alam. Semakin beragam kegiatan wisata alam semakin banyak pula membutuhkan atraksi (Fandeli, 2001)
Kecenderungan di atas mengisyaratkan, pariwisata Bali sebaiknya lebih diperkaya lagi dengan bentuk/produk pariwisata yang lainnya, tidak sekedar menampilkan produk yang telah ada. Agrowisata paling mungkin dikembangkan, karena Bali memang memiliki potensi besar sebagai pendorong diversifikasi produk pariwisata sekaligus produk pertanian.
Sedangkan kendala yang harus dicarikan jalan keluar bersama-sama dalam mengelola agrowisata, di antaranya belum siapnya jaringan transportasi ke lokasi, atau belum memadainya fasilitas di tempat tujuan. Kendala lainnya promosi dan pemasaran agrowisata yang masih terbatas, di mana untuk memperkenalkan potensi agrowisata masih terhalang rendahnya dana promosi dan kurangnya sarana promosi. Selain itu kurangnya kesadaran pengunjung akan lingkungan, koordinasi yang belum berkembang, terbatasnya kemampuan manajerial di bidang agrowisata, dan belum adanya peraturan yang lengkap mengenai tata cara pengusahaan agrowisata di Indonesia (http://lampungpost.com)


DAFTAR PUSTAKA

About Agritourism at http://www.farmstop.com/aboutagritourism.asp

Agenda 21, 1992, The Travel Tourism Industry; towards Environmentaly Sustainable Development, WTTC, WTO, The Earth Council.

Agricultural Tourism Small Farm Center and Partners Launch Agricultural Tourism Project at http://www.sfc.ucdavis.edu/agritourism/agritour.html

Anonim. 2004. ”Potensi Agrowisata”. Pada http://lampungpost.com/berita.php?id=2004091006350721

Ariyanto. 2003. Ekonomi Pariwisata Jakarta: Pada http://www.geocities.com/ariyanto eks79/home.htm

Aryanto, Rudy. 2003. Environmental Marketing Pada Ekowisata Pesisir: Menggerakan Ekonomi Rakyat Daerah Otonom. P062024264 / S3 / PSL / IPB

Baldwin P. and Brodess D. 1993. Asia’s New Age Travelers. Asia Travel Trade.

Bapeda Bali. 1995. pada http://www.bapeda-bali.go.id

Bisnis Bali Online. 2003. pada http://balipost.com

Brahmantyo, dkk . 2001. “Potensi dan Peluang Usaha dalam Pengembangan Pariwisata Gunung Salak Endah”. Jakarta: LP3M STP Tri Sakti, Jurnal Ilmiah, Vol 5. No. 3 Maret 2001.

Deptan, 2005. “Agrowisata Meningkatkan Pendapatan Petani” pada http://database.deptan.go.id

Erari, K.Ph, 1999. Tanah Kita Hidup Kita. Hubungan Manusia dan Tanah di Irian Jaya Sebagai Persoalan Teologis (Ekotologis Dalam Perspektif Malenesia).

Fandeli, Chafid. 2001. Dasar-dasar Manajemen Kepariwisataan Alam. (Editorial) Yogyakarta: Liberty

Faulkner B. 1997. Tourism development in Indonesia: The “Big Picture” Perspective. Planning Sustainable Tourism. ITB. Bandung

Gunawan M.P. 1997. Tourism in Indonesia: Past, Present and Future. Planning Sustainable Tourism. ITB. Bandung

Jamieson, W. and Noble, A. 2000. A Manual for Community Tourism Destination Management. Canadian Universities Consortium Urban Environmental Management Project Training and Technology Transfer Program, Ca Lindberg, K. 1996. The Economic Impacts of Ecotourism. http://ecotour.csu.edu.au/ecotour/mar1.htm

Lindberg. K. 1991. Policies for Maximizing Nature Tourism Ecological and Economic Benefit. World Resources Institute

Lindberg K. dan Hawkins E.D, 1995. Ekoturisme : Petunjuk Untuk Perencanaan dan Pengelolaan. The Ecotourism Society. North Benington, Vermont.

LIPI. 2005. “Kebun Raya Bogor : Cikal Bakal Perpustakaan Indonesia” pada http://www.lipi.go.id/www/www.cgi?cetak&1111211845

Lobo, R.E., Goldman G.E. and others. 1999. Agricultural Tourism: Agritourism Benefits Agriculture in San Diego County, California Agriculture, University of California.

Nugroho, K., dkk. 1993. Peta areal potensial untuk pengembangan pertanian lahan rawa lebak, rawa pasang surut, dan pantai. Proyek penelitian sumber daya lahan. Pusat Penelitian Tanah dan Agroklimat. Badan Litbang Pertanian. Departemen Pertanian. Bogor.

Pitana, I Gde. 2002. “Pengembangan Ekowisata di Bali”. Makalah Disampaikan pada Seminar Ekowisata di Auditorium Universitas Udayana pada tanggal 29 Juni 2002.

Rilla, E. 1999. Bring the City & County Together. California Coast and Ocean. Vol. 15, No. 2. 10p.

Rudy Aryanto. 2003. “Environmental Marketing Pada Ekowisata Pesisir: Menggerakan Ekonomi Rakyat Daerah Otonom”. Institut Pertanian Bogor: Program Pasca Sarjana / S3, Makalah Pengantar Falsafah Sains (PPS702)

Spillane, James.1994. Ekonomi Pariwisata, Sejarah dan prospeknya.Yogyakarta: Kanisius.

Sudibya, Bagus. 2002. “Pengembangan Ecotourism di Bali: Kasus Bagus Discovery Group”. Makalah disampaikan pada Ceramah Ecotourism di Kampus STIM-PPLP Dhyana Pura, Dalung, Kuta pada tanggal 14 Agustus 2002.

Sutjipta, I Nyoman. 2001. Agrowisata.Magister Manajemn Agribisnis:Universitas Udayana.(Diktat)

Syamsu dkk. 2001. “Penerapan Etika Perencanaan pada kawasan wisata, studi kasus di kawasan Agrowisata Salak Pondoh, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta”. Jakarta: LP3M STP Tri Sakti, Jurnal Ilmiah, Vol 5. No. 3 Maret 2001.

The International Ecotourism Society at http://www.ecotourism.org

Warta Penelitian dan Pengembangan Pertanian Vol.24 No.1,2002 pada http://www.pustaka-deptan.go.id/publ/warta/w2419.htm

World Tourism Organization. 2000.Tourism Trends. Madrid

Promoting responsible travel. Missouri Department of Agriculture: Ag Business Development Division 1616 Missouri Boulevard. At www.sustainabletravelinternational.org



at 10:31 PM




0 Comments:

Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]

Links to this post:
See links to this post

Create a Link

<< Home





Previous Posts


• KEBUN RAYA (BOTANICAL GARDEN) EKA KARYA BALI



Subscribe to
Posts [Atom]



________________________________________
kritik pembangunan,pariwisata bali




About this advertisementYour ad here

Baca Selengkapnya...