NIMLA

9:10 PM Edit This 0 Comments »

“Nim … jangan gitu dong! Kamu jelsin dong ke ari kalo kamu gak besalah. Bukannya kita liat sendiri kalau Anika yang masukin rokok itu ke tasnya Ari’x. Anika itu memang licik. Tapi terus terang, aku juga nggak suka sama dia. Tapi mau gimana lagi , dia udah terlanjur ada…”keluh Sely. “Hus… jangan bilang gitu, mungkin ja dia punya sisi baik yang nggak kita tau” sanggah Nimla. “ tapi dia udah keterlaluan banget Nim. Aku nggak suka dia perlakuin kamu kayak gini terus. Ak juga nggak suka sama sikapmu yang slalu pasrah gitu, nrima semua yang dia tuduhin ke kamu. Kapan sich kamu mau berubah n’ lawan semua tuduhannya. Jangan cumin duduk n baca buk di sini terus donk, kayak gak pernah terjadi apa-apa aja. Jelas sely panjang lebar sambil terus menatap Nimla yang asik membuka lembar-lembar novel yang sedang dibacanya.
“Emang gak terjadi apa-apa koq”, jawab Nimla dengan lugunya.
“Nimla…. Kamu itu,,, seneng banget bikin aku gregetan. Kamu nyadar nggak sich kamu banyak banget difitnah n’ ampir satu sekolahan tau kamu itu orang yang nggak bener tau… kamu gimana sich? Udahan semuanya aku serahin ke kamu aja.” Kata Sely dengan nada kesal. “Dah… aku pulang dulu, gerah aku di sini” sambugnya lagi.
Sepulangnya Sely dari rumahnya , Nimla seperti tersadar dari mimpi, ia kembali mengingat-ibgat kejadia yag dialaminya belakangan ini. Mulai dari masalah Ari’x yang nembak dia sampai masalah dengan Anika yang selalu bikin gara-gara dengannya.
Nimla memikirkan hal itu sampai-sampai terbawa mimpi. Tak terasa matahari sudah terbit di ufuk timur. “wah…. Sudah pagi rupanya. Jam brapa yach?” Gumam Nimla. “Jam 6, oh… tidak… hari ini kan aku piket.. gimana yach? Dengan secepat kilat Nimla langsung memasuki kamar mandi.
Ia berangkat dengan terburu-buru, tapi setelah sampai di kelas, ternyata belum ada satupun yang datang. “Ya…Tuhan, aku yang kepagian, atau mereka yang tak ingat sekarang udah jam brapa yach,” omelnya sendiri.
Dengan segera ia menyelesaikan tugas piketnya itu. Tapi entah disengaja atau tidak, tiba-tiba setelah Nimla selesai mengerjakan tugasnya itu, Ari muncul dari pintu dan setelah menaruh tasnya di atas mejanya, tanpa disangka sebelumnya oleh Nimla, Ari’x menghampiri bangku Nimla.
Tanpa Nimla sadari Ari telah berdiri di depannya dan memp[erhatikandirinya yang sedang asik membaca novel yag dipegangnya. “Ku perhatikan belakangan ini kamu seringmembaca buku Nim, kamu juga slalu ngindarin aku, pa itu semua berhubungan dengan hari itu waktu aku nembak kamu? Seperti yang udah aku bilang ke kamu Nim, aku tu sayang banget sama kamu Nim. Aku bakal terus nunggu kamu Nim,” kata Ari mengejutkan Nimla.
“Ari….” Nimla ngak bisa berkata-kata banyak karena ia terpesona oleh penampilan Ari pagi itu.
“gimana Nim, kamu nrima aku atau nggak?? Aku….”
“tapi Ri, kamu kan keren, pasti banyak yang naksir sama kamu, tapi kenapa kamu milih aku yang gak ada istimewnya kayak aku ini.”sela Nimla dengan nada bingung.
“ Kamu istimewa Nim,,, hanya itu yang bisa kukatakan.jadi gimana Nim…???kamu nrima aku atau nggak???
Kata –kata ari itu membuat gadis kelas dua SMA itu menjadi langsung berkeringat dingin. Tangannya benar-benar bergetar dan mulutnya seperti tidak bisa digerakkan. Memang belkangan ini Nimla sering menghindari Ari karena Ari sudah menembaknya. Waktu itu ada celah bagi Nimla untuk lari, tapi sekarang mereka hanya berdua, dan tidak ada alasan yang kuat yang bisa membawanya pergi dari hadapan Ari. Karena Nimla sibuk menenangkan hatinya yang sedang bergejolak itu, tanpa disadarinya Ari sudah memegang tangannya.
“Nim jawab donk…!!!”,kata Ari lagi denga nada memelas
“Tapi , , ,”sela Nimla dengan gugupnya tanpa berani menatap mata Ari yang mengarah padanya.
“Jawab aja kamu suka nggak sama aku???”
“Sebenernya,,, aku,,,a,,,ku,,, juga suka sama kamu”jawab Nimla. Hal tersebut mebuat Ari langsung memeluk NJimla dangan erat.

* * *

Bel istirahat pun berbunyi setelah para siswa X1-IPA memerasa otak mereka untuk ulangan.Nimla dan Ari berjalan bergandengan keluar kelas mereka. Tapi tiba-tiba, “Cie . . . yang baru jadian. . . “goda Sely. Ari juga ikut berlari mengejar Nimla. Tapi tak disangka dari arah belakang datang Anika, juga dengan berlari , akhirnya tanpa bisa di hindari lagi akhirnya tabrakan pun terjadi. Sely dan Anika jatuh ke lantai
Aduh . . .hai kalau jalan itu liat-liat dong, pake mata ngeliatnya bukan pake hidung dasar mulut ember, perempuan jalang, sukanya keluyuran malam-malem, anah ya di bumi ini ada juga cewek kayak kamu”, kataAnika dengan emosi
Melihat smua kejadian itu Nimla tidak tinggal diam. “Heh.. Anika… selama nie aku dah banyak sabar ama sikapmu tau,,! Kamu slalu aja jelek-jelekin kita” Nimla sudah sangat marah.
“Emang kalian udah jelek koq, gak usa di bilang-bilang lagi” Sanggah Anika nggak mau kalah. “jangan diladeni Nim, ntar masalahnya tambah ruwet” Kata Ari ingin menenangkan Nimla.
Tapi tampaknya usaha Ari sia-sia saja, sebab amarah Nimla sudah sampai di ubun-ubun kepalanya. Semu ayang ada di tempat itu juga nggak bisa ngentiin nimla yang lagi kayak singa itu.
“Anika denger ya, kita itu bukan orang yang kayak kamu tuduhin slama nie. Aku tau koq, yang kemarin masukin rokok ke tasnya Ari, kamu kan? Yang ngisiin baksonya Ferdy pake kecoa, kamu juga kan? Yang ngisiin mie ayamnya Nika , pake sambal yang banyak, kamu juga kan?? N masih banyak lagi kejelekanmu yang aku tau, teru karang kamu mau maki-maki temenku, hah,,,???” Kata Nimla. “Kamu maki aku, aku masih bisa sabar, tapi kalo kamu maki temenku yang satu ini, jangan berharap aku bakalan mau sabar ya,”lanjutnya lagi.
“Terus kamu mau gimana?? Sela Anika sambil menenangkan hatinya yang mulai menciut itu. Sebenarnya kalau Nimla mua, dengan sekali pukul saja, Anika dapat dibuatnya jatuh, sebab tanpa diduga nimla yang anggun dan cantik itu merupakan pesilat yang handal. Ia telah beberapa kali memenangkan kejuaraan-kejuaraan tingkat kabupaten dan provinsi.
“Gima kalo kita tanding silat aja??? Jawab Anika. “Tapi mungkin ja kamu gak mau, kamu kan belakangan ini dah jadi cewek yang manja abiz”, perkataan Anika itu membuat amarah Nimla semakin meledak-ledak.
Dan tanpa pikir panjang lagi Nimla menyanggupi tantangan Anika. Setalah tiba di tempat yang yang disepakati. Merekapun memulai pertandingan itu dengan kesepakatan siapa yang jatuh terlebih dahulu maka ialah yang kalah. Pertarungan itu berlangsung dengan seru. Menit demi menitpun berlalu sampai memasuki 15menit semuanya masih dalam keadaan seimbang. Tapi setelah memasuki 30 menit, mereka berdua tampak kelalahan. Dengan segenap tenaga yang dikumpulkannya itu, akhirnya Nimla dapat menyelesaikan pertandingan itu.
Tapi tepat setelah Anika terjatuh bapak kepala sekolah yang kebetulan lewat di tempat itukarena ingin mengetahui apa yang terjadi. Melihat Anika yang pingsan dan Nimla yang sudah sangat kelelahan, dengan bijaksana beliau meminta siswa yang ada di sana untuk membawa Anika dan NImla ke UKS. Dengan cepat Ari merangkul Nimla yang terlihat letih itu dan menggendongnya ke UKS. Setelah mendapat keterangan dari siswa-siswanya tentang kejadian itu dan dengan mempertimbangkan sikap buruk Anika terhadap teman-temannya, akhirnya kepala sekolah mengeluarkan surat skors kepada Anika.

0 comments: