✵ Pertemanan Sejati ✵

9:10 PM Edit This 0 Comments »

Tokoh-tokoh :
1. Cok Is : Sebagai ketua kelas
2. Risma : Sebagai tetangga Bintang
3. Lisa : Sebagai teman sekela Bintang dan bendahara
4. Bintang : Sebagai teman sekelas Cok Is, Risma, dan Lisa

Di sebuah bangku halam di SMPN 5, duduk dua orang murid membicarakan suatu hal yang serius.

Cok Is : “Ris, sudah lima hari teman kita Bintang tidak masuk sekolah. Kamu kan tetangganya, Bagaimana kabar sesungguhnya?”

Risma : “Begini Cok, kemarin aku berkunjuang ke rumah Bintang. Ia sekarang harus menggantikan ibunya berjualan makanan kecil.”

Cok Is : “Lo, ada apa dengan ayah dan ibunya?”

Risma : “Seminggu yang lalu, ayahnya yang seorang penarik becak kecelakaan. Becaknya rusak. Kakinya retak dan di-gips. Sekarang perlu istirahat untuk penyembuhan.”

Cok Is : “kasihan, ya !”
“Lalu bagaimana dengan ibunys?”

Risma : “Em,... ibunya kemarin aku lihat berbaring sakit. Katanya sich demam, gejala DB. Terpaksa Bintang sekarang menjadi tulang punggung keluarga, berjualan keliling dari pagi hingga sore.”

Cok Is : “Begini, Ris! Giman kalau besok istirahat kedua, kita umumkan kepada teman-teman. Kita adakan iuran sukarela untuk sedikit meringankan beban keluarga Bintang.”

Risma : “Ya..ya. aku setuju sekali.”

( Sehari kemudian, saat jam istirahat kedua, Cok Is bergegas maju ke depan kelas meminta waktu berbicara di depanteman-temannya )

Cok Is : “Selamat siang teman-teman!”

Taman sekelas : “( serempak menjawab ) Siang....!”

Cok Is : “Saya sebagai ketua kelas mau menyampaikan hal bahwa teman kita Bintang, sudah lima hari tidak masuk sekolah. Tetapi, ia tidak sakit.”

Lisa : “Memangnya Bintang kenapa, Cok?”

Cok Is : “Ayahnya terkena musibah. Ayah Bintang kecelakaan. Semantara itu, ibunya sakit. Nah, dengan terpaksa Bintang menggantikan orang tuanya mencari nafkah.”

Lisa : “Oh, begitu! Kalau begitu kita harus berbuat sesuatu untuk Bintang.”

Cok Is : “Yah, itulah yang akan saya sampaikan. Bagaimana kalau besok kita mengadakan iuran sukarela untuk keluarga Bintang, yang sedang tertimpa musibah? Setuju teman-teman?”

( Siswa sekelas kompak dan serempak menyahut, “Setuju!” )

Lisa : “Saya sependapat dengan teman-teman. Selain itu, bagaimana kalau kita meminta orang tua kita agar berlangganan kua, jualan Bintang. Tujuannya, supaya Bintang berjualan sore hari saja dan bisa sekolah lagi.”

Cok Is : “Ya, kita besok iuran. Lisa sebagai bendahara kelas besok keliling meminta iuran sukarela kepada teman-teman dan mendaftar teman-teman yang orang tuanya mau berlangganan makanan kecil. Hari minggu kita pergi ke rumah Bintang. Terima kasih teman-teman atas bantuan teman-teman. Inilah yang disebut Pertemanan Sejati. Selamat siang....”

( Siswa sekelas menjawab: “Siang juga...” )
( Esok harinya setelah uang iuran terkumpul, Cok Is ditemani beberapa temannya datang ke rumah Bintang )

Cok Is : “Permisi ( Sambil mengetuk pintu )”

Bintang : “( Keluar dari dalam rumah ) iya. ( Bintang tampak kaget ) Oh, teman-teman. Mari, silakan masuk!. Tapi maaf ya, rumahku sempit.”

Risma : “Ah, sama saja, Bin. Tidak usah repot-repot. Biasa saja.”

Bintang : “Teman-teman, beberapa hari ini memang aku tidak bisa berangkat ke sekolah. Ayahku kecelakaan dan ibuku sakit. Yah, untuk semantara waktu akulah yang harus mencari nafkah.”

Lisa : “Bersabarlah, Bin. Memang Yng Maha Kuasa sedang mencoba keluargamu. Tapi percayalah, semuanya ini pasti ada hikmahnya. Terus, sekarang ayahmu dimana , Bin?”

Bintang : “Ayahku masih di rumahsakit. Tapi, kalau ibu syukurlah sudah agak baikan.”

Cok Is : “Begini, Bin. Kami atas nama teman-teman turut berbagi duka denganmua. Nah, sebagai rasa simpati atas musibah yang sedang menimpamu, teman- teman sekelas menyisihkan sedikit uang jajan mereka buat kamu.”

Lisa : “Terimalah, Bin. Sekedar meringankan kamu saja. Kita semua kan perlu tolong-menolong.”

Bintang : “( Matanya tampak berkaca-kaca sambil menerima pemberian Cok Is ) terima kasih teman-teman. Hanya Tuhanlah yang akan membalas budi baik kalian.”

Cok Is : “Bin, mungkin hanya ini yang dapat kami lakukan. Jangan kau lihat nilai uangnya. Tapi, lihatlah persahabatan kita dan ketulusan dari teman-teman semua. Oh ya, kami pamit dulu, Bin. Salam ya buat ayah dan ibumu.”

Bintang : “Sekali lagi terima kasih teman-teman atas kepedulian teman-teman kepada saya sekeluarga.”

( Bintang bersalaman dengan Cok Is, Risma, dan Lisa )





✵ Tamat ✵






0 comments: