Penyakit Hemofilia

10:37 PM Edit This 0 Comments »

Apa sih penyakit hemifilia itu? Kata hemophilia sendiri berasal dari kosa bahasa Yunani kuno,yaitu dari kata haima yang berarti blood atau darah dan philia berarti sayang. Hemophilia ialah kelainan pada manusia yaitu darah sukar membeku pada saat terjadi pendarahan. Darah pada seorang penderita hemophilia tidak dapat membeku sendiri secara normal. Penderita hemophilia banyak mengalami gangguan pada sistem pendarahan di bawah kulit mereka, seperti bila penderita hemifilia tersebut mengalami benturan atau mengalami aktifitas yang berat maka pada kulit penderita tersebut akan muncul memar-memar. Pendarahan yang terjadi pada penderita hemophilia tidak bisa dianggap enteng, karena pendarahan yang terjadi secara terus-menerus dapat membahayajkan jiwa penderita,apalagi bila terjadi pendarahan pada bagian dalam rongga tubuh, contohnya pendarahan di otak.Penyakit hemophilia terdiri atas dua jenis, yaitu:
1. Hemophilia A
Dikenal juga sebagai hemophilia klasik karena banyak kekuranga factor pembekuan pada darah.
2. Hemophilia B
Dikenal juga istilah Christmas di-sease karena ditemukan pertama kali oleh Steven Christmas dari Kanada.
Penyakit hemophilia ialah salah satu dari penyakit keturunan. Penyakit ini mulai diselidiki secara intensif setelah banyaknya keluarga Kerajaan Inggris mengalami penyakit ini. Dari peta silsilah keluarga Kerajaan Inggris maka diduga kuat bahwa, pembawa awalnya dimulai dari Ratu Victoria (1837-1901) maka diduga ialah pembawa penyakit hemophilia tersebut.

Baca Selengkapnya...

Hadiah dari Angin Utara

10:36 PM Edit This 0 Comments »

Dahulu kala, ada seorang laki-laki yang tinggal bersama ibunya. Keluarga mereka sangat miskin, bahkan untuk makan tiga kali sehari saja tidak bisa.
Pada suatu hari, anak muda itu pergi ke gudang mencari makanan untuk ibunya. Ketika dia mendekati pintu, angin utara bertiup dengan kencang sehingga menerbangkan makanannya. ooo! Angin telah meiupnya.
Anak muda itu kembali ke gudang untuk mendapatkan makanan lagi. Ketika ia akan keluar dari bangunan itu, lagi-lagi angin utara menerbangkan makanannya. oooo! angin itu meniupnya lagi.
Peristiwa itu sudah terjadi berulang kali, akhirnya dia pergi ke rumah angin dan meminta makanan kepada angin yang sudah meniupnya tadi. “Saya di sini untuk meminta makanan saya yang kamu sudah tiup tadi. Tolong kembalikan makanan saya, saya orang miskin.” Anak muda itu memohon. “Maaf temanku. Saya tidak mempunyai makanan, tapi saya akan memberimu hadiah yang special,” Kata angin itu. “Ambillah kain ini untukmu. Setiap kamu memerlukan makanan ucapkanlah,’kain, sediakan aku makanan yang enak!’ kemudian makanan akan siap di hadapanmu.” Angin itu menjelaskan.
Ketika sudah gelap anak itu tiba pada suatu kedai. Dia tidak mempunyai uang untuk berbelanja. Ia ingat pada kain yang telah diberikan oleh angina utara itu. Langsung ia berkata, “o kain, sediakan makan malam untukku!” segera makan malam sudah tersaji. Pengurus restoran yang kebetulan melihatnya merasa terkejut dan sekaligus iri. “aku harus mempunyai kain yang bagus itu,” Bisiknya. Ketika sudah malam dan semua orang sudah tertidur , ia mengendap-endap pergi ke ruangan anak muda itu, mengambil kain itu, dan menggantinya dengan sepotong kain biasa.
Pagi harinya, anak muda itu terkejut melihat kainnya tidak bias digunakan lagi. Ia mengeluh kepada angin utara tentang hal itu dan meminta makanannya kembali. “Saya tidak mempunyai makanan, tetapi saya akan memberimu hadiah yang lain,” Ucap angina itu. Tuan angina utara kemudian memberikan seekor kambing. “Kambing ini dapat memberimu beberapa uang,” Kata angina itu.
Anak laki-laki itu sangat senang. Ia kembali ke kedai di mana tempat ia bermalam. Ia sangat lapar tetapi ia tidak mempunyai uang. Tiba-tiba ia ingat kambing itu. “Kambing, tolong berikan aku beberapa uang!” Demikian anak laki-laki itu berbisik. Suatu keajaiban! Hanya dalam beberapa detik saja, ia bisa temukan beberapa uang didalam sakunya.
Keesokan harinya ketika anak laki-laki itu bangun, dia dikejutkan dengan kambing yang tidak mempunyai sihir sama sekali. Lagi-lagi ia pergi menemui angin utara untuk menceritakan beberapa keluhannya. ”Selamat pagi tuan angina.” Sapa anak laki-laki itu. “Selamat pagi temanku. Apa yang bisa ku Bantu?” Jawab angin utara. “Kembalikan makananku yang sudah kamu terbangkan. Kambing ini sihirnya sudah hilang.” Kata anak laki-laki itu putus asa. “Saya minta maaf, saya tidak mempunyai makanan. Namun, saya bisa memberimu hadiah special lagi. Ini adalah tongkat sihir.” Angin itu berhenti berkata beberapa saat kemudian melanjutkan perkataannya lagi. “Dari sekarang, jika kamu meminta sesuatu yang tidak mungkin, cukup mengatakan, ‘tongkat, o, tongkat,lakukan!’ kemudian tongkat akan melakukannya sampai kamu mengatakan, ‘tongkat,tongkat,berhenti!”
Anak laki-laki itu pergi ke kedai, dia tinggal di dalam dengan tongkat sihirnya. Ia berfikir ia akan beristirahat untuk semalam di sana. Ia tidak mempunyai uang untuk membayar makanan, dia pergi tidur. Ia mulai memikirkan kemalangannya selama ia tinggal di dalam kedai. Setiap kali ia bermalam di sana, ia selalu kehilangan barang-barangnya. Ia ingat bermain suatu trik waktu ini. Ia menaruh tongkat sihirnya di sudut ruangan, ia merebahkan diri di tempat tidur dan kemudian tertidur.
Pada tengah malam ia mendengar langka kaki yang mendekat menuju tempat menaruh tongkatnya. Anak laki-laki itu kemudian menjerit, “Tongkat, tangkat lakukan!” tongkat itu meloncat dari sudut dan mulai memukul pengurus restoran itu. Pengurus restoran itu sangat ketakutan sambil berteriak, ”Berhenti, tolong hentikan! Saya akan memberimu kambing dan kain itu!”
Anak muda itu berpikir sudah cukup memukul pengurus restoran itu. Ia berkata, “Tongkat,tongkat,berhenti!” lalu tongkat kembali ke sudut. Pengurus restoran pergi sambil berlari. Segera ia kembali dengan kain dan kambing itu.
Laki-laki muda itu sampai di rumah dengan selamat. Ia berkata bahwa ia akan selalu kaya dan bahagia sepanjang hidupnya bersama dengan ibu tercintanya.

Baca Selengkapnya...

Candi Tebing Gunung Kawi

10:34 PM Edit This 0 Comments »

Candi Tebing Gunung Kawi secara administrative termasuk dalam wilayah Banjar atau Dusun Penaka, Desa Tampaksiring, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar. Secara astronomis berada pada 8o 25’ 40” LS dan 115o 18’ 74” BT, dengan ketinggian 470 meter di atas permukaan laut, suhu rata-rata adalah 23o C, curah hujan per tahun mencapai 1618 mm, sedangkan penguapan rata-rata 3,5 kg/meter persegi dan kelembapan udara 76%.

Candi Tebing Gunung Kawi baru dikenal secara luas oleh masyarakat umum sejak tahun 1920 melalui laporan yang dibuat oleh DT. Dameste. Sesuai dengan namanya. Candi Tebing Gunung Kawi adalah candi dipahatkan (kawi) pada tempat yang tinggai (gunung) dan merupakan komplek percandian yang terdiri atas empat gugusan, terletak di sebulah barat dan timur Sungai Pakerisan, yang meliputi:

Gugusan I, terdiri dari 5 buah candi yang dipahat berderet utara-selatan tebing sisi timur sungai,
Gugusan II, terdiri dari 4 buah candi yang dipahat berderet arah utara- selatan pada tebing sisi barat sungai,
Gugusan III, merupakan bangunan biara dan ceruk-ceruk dipahat pada tebing yang terletak di sebelah selatan gugusan I,
Gugusan IV, merupakan sebuah candi beserta ceruk-ceruk pertapaan terletak sekitar 220 meter di arah selatan dari gugusan II.

Dari data arkeologi dapat dijelaskan mengenai beberapa hal mengenai komplek Candi Tebing Gunung Kawi antara lain:

 Adanya tilisan dengan tipe huruf kediri kwadrat pada dua buah candi pada deretan 5 candi (gugus I) yang dibaca “haji lumah ing jalu” ( beliau yang didharmakan di pakerisan) dan “rwa anak ira” ( dua anak beliau= mungkin yang dimaksud dua anak Udayana yang berkuasa di Bali yaitu Marakat dan Anak Wungsu). Dari data ini memberikan petunjuk Candi Tebing Gunung Kawi telah dibuat pada abad ke 11 masehi, mengingat bentuk tulisan kadiri kwadrat lazim dipergunakan di Jawa Timur pada abad ke 11 dan kemungkinan pula komplek Candi Tebing Gunung Kawi dibuat pada masa pemerintahan Raja Anak Wungsu, karena berdasarkan prasasti-prasasti yang dikeluarkannya, beliau berkuasa di Bali pada tahun 1049-1077 masehi.
 Komplek Candi Tebing Gunung Kawi merupakan bangunan suci berupa padmasana (kuil) dari raja-raja Bali Kuno di samping itu komplek ini juga berfungsi sebagai tempat pertapaan dan petirtaan.









Museum Purbakala

Museum purbakala dipelihara oleh BPPBB (Balai Pelestarian Purbakala Bali wilayah kerja Bali, NTB, NTT). Museum ini didirikan pada tahun 1950 dan diresmikan tahun 1974 oleh Prof. Dr. Hardayati Subadyo serta disahkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudoyono.

Dalam museum ini disimpan benda-benda sejarah dari dua zaman yaitu zaman sejarah dan zaman prasejarah.



 Masa prasejarah
• Koleksi masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat sederhana, yang terdapat di gedung A
Di gedung A ini terdapat peninggalan zaman paleolitik batu tua. Berdasarkan tempat ditemukannya, dibagi atas: temuan permukaan dan temuan galian.
Benda-benda ini ditemukan di wilayah Sawiran, Buleleng serta di Tepian Danau Batur. Benda-benda peninggalan di zaman ini dikerjakan dengan sangat kasar. Dan biasanya digunakan untuk mencari ikan dalam kehidupan nomaden yang mereka lakukan, sehingga masyarakat di zaman ini memilih untuk bertempat tinggal di kawasan dekat air, misalnya saja di kawasan dekat sungai, danau, atau di kawasan pinggir pantai.
• Koleksi masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat lanjut, alat-alat yang digunakan pada zaman ini adalah alat-alat yang digunakan pada zaman mesolitik, yang terbuat dari tulang.
Misalnya alat dari tulang yang kedua ujungnya lancip yang digunakan untuk mencari ikan. Alat ini selain ditemukan di kawasan Sulawesi Selatan, juga ditemukan di kawasan Australia.

Hal ini membuktikan bahwa masyarakat pada zaman ini telah mengenal pelayaran. Mereka menggunakan ilmu perbintangan untuk menentukan kapan saat yang baik untuk berlayar.

Masyarakat pada zaman ini tinggal di goa-goa alam yang masih dapat dilihat sekarang., misalnya saja Gua Karang Boma serta Gua Pecatu.

• Koleksi masa bercocok tanam (food Producing), manusia pada zaman ini telah hidup menetap serta dapat memproduksi makanan sendiri. Mereka menggunakan system irigasi.
Tempat pemujaan mereka berupa Pynden berundak, Menhir dan Nekara. Cara penguburan di zaman ini menggunakan dua cara yaitu, penguguran primer dikuburkan langsung pada tanah dan penguburan sekunder yaitu dengan cara diabukan atau dibakar.

Mereka juga menggunakan tempat penguburan bagi orang-orang tertentu seperti orang yang berpengaruh, kepala suku, serta orang yang kaya, yang dikuburkan dengan pmenggunakan tempat yang bernama Sarkofagus. Sarkofagus memiliki dua bentuk, yaitu bulat (system penguburan terlipat, menggunakan system jongkok), dan panjang (mayat diletakkan terlentang yang diletakkan menghadap matahari terbitatau arah timur). Sarkofagus ini ditemukan oleh masyarakat secara tidak sengaja.
• Koleksi masa perundagian,
• Koleksi zaman logam.

Jenis-jenis Sarkofagus




























Pura Kebo Edan

Dalam pura ini terdapat dua arca. Menurut sejarah diceritakan Bhatara Indra melepaskan kerbau-kerbau untuk mengusir roh jahat di daerah ini. Dan untuk memperingatinya, oleh masyarakat sekitar dibangun candi yang dilambangkan sebagai penjaga, yaitu berupa arca kerbau (nandhi). Arca ini dibangun pada mesa pemerintahan Siwa Bhairawa yang dalam pemerintahannya menganut ajaran Tantrayana.

Ajaran ini berasal dari Kerajaan Singosari pada mesa pemerintahan Raja Kertanegara. Kertanegara ingin melaaksanakan cita-citanya yaitu Sunpah Pamalayu (1278) yang isinya ingin mengusai nusantara. Saat ingin menaklukkan bali, Kertanegara harus menghadapi Khubilai Khan yang telah terlebih dahulu menguasai bali. Tapi akhirnya singosari berhasil menaklukkan bali pada tahun 1287 yang dipimpin oleh Raja Patih kebo parut.

Ajaran Tantrayana, selain di Kebo Edan, juga di anut di Padang lojo, Sumatra pada masa pemerintahan Adityawarman. Di Pura kebo Edan ini berdiri sebuah arca yang memiliki ciri-ciri :
Tingginya 360 cm
Berdiri di atas mayat manusia
Mukanya memakai kedok
Lehernya terdapat kalung ular yang memiliki gambar tengkorak (yang merupakan lambing dari kaki tangan Siwa Bhairawa). Di bali Arca bima juga merupakan aluran tantrayana.
Arca ini juga menganut aliran Tantrayana yang terbukti dengan kemaluan yang dimiliki oleh arca ini menghadap ke kiri. Menurut ajaran Tantrayana, kiri merupakan arah baik yang dapat dibagi dua yaitu :
1. Niweri
Pancama :
Matsya : makan ikan sepuas-puasnya,
Moksa : makan daging sepuas-puasnya,
Mudra : makan daging sepuas-puasnya,
Mada : minum minuman keras sepuas-puasnya,
Maitula : melakukan seks sepuas-puasnya.
2. Prawerti
Mencapai moksa yoga Samadhi.


















Pura Pusering Jagat

Pura Pusering Jagat merupakan pusat dari dunia. Pura ini merupakan salah sati sad Khayangan. Yang sudah ada dari zaman prasejarah, hingga zaman sekarang ini yaitu zaman sejarah. Di sini terdapat ratu Purusa dan Predana atau Phalus dan Pulva yang disebut sebagai Lingga Yoni. Dengan sembahyang di tempat ini, dipercaya dapat dikaruniai putra atau putrid. Lingga Yoni merupakan alat kemluan laki-laki dan alat kemaluan perempuan yang diabstrakkan. Apabila keduanya dipertemuakan maka akan menghasilkan keseimbangan yang merupakan lambing dari pertemuan antara negative dan positif.

Da Pura Pusering jagat ini juga terdapat Sangku Sudamala yang berangka tahun 1251 caka atau 1329 Masehi. Sangku sudamala merupakan lambang pemutaran lautan susu (yang diceritakan dalam epos adi parwa) yang merupakan pemindahan Gunung Mahameru (India) ke semeru yang sifatnya sangat labil.













Pura Penataran Sasih

Latar belakang
Pada suatu ketika pejeng kejatuhan bulan kemudian setelah ulan jatuh, desa ini terus menerus terang tanpa ada malam. Karena ada yang merasa tidak nyaman (yaitu orang-orang yang pekerjaannya malam hari, yang mengerjakan hal-hal negative) kemudian bulan itupun dikencingi sehingga menyebabkan sinarnya redup dan bahkan hilang.

Setelah diadakan penelitian , ternyata yang dianggap bulan tersebut adalah sebuah nekara perunggu yang sangat besar. Dan ternyata nekara itu merupakan nekara yang terbesar di Asia Tenggara. Nekaraini memiliki panjang 186,5 cm dan memiliki bidang pukul dengan diameter 160 cm yang merupakan tempat pemujaan yang dilakukan pada zaman nenek moyang kita terdahulu.


Baca Selengkapnya...

Sampah

10:31 PM Edit This 0 Comments »

Kota Denpasar merupakan salah satu pusat keramaian di Pulau Bali ini. Sehingga banyak orang atau masyarakat yang berduyun-duyun pergi ke Kota Denpasar guna memperoleh pekerjaan. Tapi di antara mereka yang berhasil, banyak pula diantaranya yang kurang beruntung atau dapat juga disebut gagal. Oleh karena banyak orang yang bermigrasi ke daerah ini maka banyak terdapat keragaman, mulai dari keragaman budaya, sifat-sifat orang, bahasa, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Hal ini membuat Kota Denpasar kian padat oleh penduduk, dan tak dapat pula dihindari berbagai masalah yang ditimbulkan oleh banyaknya penduduk tersebut. Mulai dari masalah pelanggaran-pelanggaran hukum misalnya pelanggaran rambu-rambu lalu lintas, pencurian, hingga pembunuhan. Dan banyak pula masalah lingkungan yang ditimbulkan, misalnya yang sering kita saksikan di daerah-daerah atau lingkungan sekitar kita, yaitu masalah sampah.

Sampah merupakan sisa pembuangan yang berasal dari seseorang, keluarga, bahkan dapat pula berasal dari perusahaan-perusahaan besar. Apabila dikelompokkan menurut jenisnya maka sampah dapat dibagi menjadi sampah air yang berupa air limbah buangan, dan sampah padat. Sampah padat dapat juga dikelompokkan menjadi sampah organik dan sampah anorganik. Sampah organik adalah sampah yang berasal dari daun-daun tumbuhan yang mudah membusuk dan apabila ditimbun oleh tanah maka sampah organik ini akan membusuk dan dapat membentuk pupuk yang dapat menyuburkan tanah yang biasa disebut pupuk hijau atau pupuk yang berasal dari daun-daun tumbuahan yang membusuk.

Sampah anorganik adalah sampah yang tidak dapat membusuk dan apabila ditimbun akan dapat mencemari lingkungan tanah atau disebut juga polusi tanah. Tapi apabila sampah anorganik tersebut di bakar maka akan terjadi hal yang lebih fatal yaitu selain terjadi polusi tanah akibat dari hasil pembakaran dapat juga terjadi polusi udara akibat asap yang ditimbulkan saat sampah terbakar. Maka hal yang paling tepat dilakukan pada sampah anorganik adalah mendaur ulangnya menjadi bahan yang lebih bermanfaat. Misalnya dapat dijadikan hiasan-hiasan rumah dan sebagainya.

Maka dari itu pemerintah memberikan solusi yaitu mencanangkan program lingkungan bersih dan bebas sampah. Program ini bertujuan untuk mengurangi tingkat pencemaran lingkungan akibat dari sampah yang berserakan dan tidak enak dipandang mata itu. Salah satu tindakan yang dilakukan oleh pemerintah adalah menyediakan tempat-tempat sampah terutama di pusat-puat kota seperi Kota Denpasar ini. Serta pemerintah telah menghimbau masyarakat melalui berbagai media, seperi media cetak yaitu buku, koran, dan majalah-majalah. Media elektronik seperti radio, televisi hingga media yang paling canggih saat ini yaitu internet. Himbauan ini bertujuan untuk mengajak masyarakat untuk hidup bersih dengan membuang sampah pada tempat yang telah disediakan atau tempat sampah dan yang lebih khusus lagi agar masyarakat mau membuang sampah pada tempatnya, berdasarkan jenis sampah yang akan mereka buang.

Walaupun himbauan ini telah secara gencar disiarkan tetapi ada suatu hal yang sangat penting yaitu kesadaran pribadi seseorang untuk membuang sampah pada tempatnya seperti himbauan pemarintah itu. Himbauan tetap saja himbauan, sebagian besar masyarakat tidak memperhatikan dan hanya segelincir masyarakat yang mau mengikutinya. Mereka beranggapan hal itu terlalu merepotkan untuk dijalankan. Padahal apabila dilihat dari segi kesehatan, membuang sampah pada tempat sampah sangatlah bermanfaat bagi semua orang karena dapat mengurang penyakit yang disebabkan oleh masalah sampah tersebut.

Masyarakat lebih suka membuang sampah-sampah meraka di tempat-tempat yang tidak semestinya yaitu seperti sungai-sungai yang terdapat di dekat permukiman mereka dan membuangnya di sudut-sudut jalan atau di sudut-sudut gang yang dekat dengan permukiman mereka dan bahkan ada di antara mereka yang membuang sampah mereka di taman-taman kota yang seharusnya dilestarikan dan di jaga kebersihannya. Sehingga menimbulkan banyak kerusakan-kerusakan lingkungan dan membuat lingkungan tersebut tidak enak dipandang mata.

Kebiasaan masyarakat dalam membuang sampah sembarangan tersebut dapat kita lihat di lingkungan sekitar kita dan yang paling seknifikan kita dapat melihat pencemaran yang terjadi di sungai-sungai di daerah perkotaan khususnya di Kota Denpasar ini. Di Kota Denpasar sering kita temui tumpukan-tumpukan sampah di berbagai tempat, misalnya saja di sungai-sungai dan di sudut-sudut jalan. Masyarakat selain tidak menghiraukan masalah lingkungan, mereka juga tidak memperhatikan masalah sampah dan jenis-jenis sampah.

Masyarakat menganggap dengan membuang sampah di tempat yang telah ditentukan dan memilah-milah jenis-jenis sampah yang akan dibuang akan menghabiskan waktu yang lama sehingga mereka lebih senang membuang sampah mereka di sembarang tempat.

Tapi ada beberapa dari mereka membuang sampah sembarangan karena mereka meniru orang yang mereka anggap lebih tinggai derajatnya, dalam segi ekonomi daripada mereka yang membuang sampah sembarangan. Dan bahkan ada beberapa orang-orang pemerintahan yang juga turut membuang sampah di sembarang tempat, sehingga membuat masyarakat umum mengikuti jejak mereka dengan ikut membuang sampah di sembarang tempat.

Walaupun begitu, tetap saja bukan hanya masyarakat yang harus disalahkan, tetapi ini juga merupakan kesalahan semua pihak. Oleh karena itu diperlukan kerja sama yang baik antara pemerintah dan masyarakat. Pemerintah juga harus mendisiplinkan orang-orang yang bekerja di bidang pemerintahan agar mereka mau membuang sampah pada tempat yang telah ditentukan atau di tempat sampah.

Dalam merancang dan merencanakan sera melaksanakan program ini pemerintah hanya memenuhi sebagian kecil dari sarana dan prasarana untuk melaksanakan program tersebut. Contoh kecilnya saja, misalnya tempat sampah. Di pusat-pusat keramaian kota, khususnya Kota Denpasar, masih sulit ditemukan tempat sampah. Dan pemerintah tidak menyediakan alat dan bahan yang memadai untuk mendaur ulang sampah serta pemerintah tidak menyediakan tenaga-tenaga terampil untuk medaur ulang sampah tersebut, yang tahu seluk beluk mendaur ulang sampah yang baik sehingga sampah dapat dimanfaatkan dengan baik dalam kehidupan masyarakat.

Namun yang dilakukan pemerintah selama ini hanyalah menyediakan tempat untuk membuang sampah atau yang disebut dengan Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Hal ini dapat menyebabkan polusi udara berupa bau yang menyengat yang dihasilkan oleh tumpukan-tumpukan sampah tersebut. Maka dari itu diperlukan kerja sama yang bagus antara masyarakat dan pemerintah kota, khususnya Kota Denpasar ini. Masyarakat berkewajiban menjaga kebersihan kota, melestarikan lingkungan dan membuang sampah pada tempat yang telah disediakan yaitu tempat sampah.

Pemerintah berkewajiban untuk menyediakan tempat sampah serta sarana dan prasarana kebersihan serta sarana dan prasarana untuk mengolah sampah, baik sampah organik maupun sampah anorganik.

Membudayakan membuang sampah pada tempatnya dan menjaga kebersihan dapat mempengaruhi kondisi hati seseorang, dan juga mempengarihi kesehatan seseorang. Apabila lingkungan seseorang bersih maka kemungkinan besar dia akan terhindar dari penyakut sebab serangga dan bakteri penyebar penyakit jumlahnya lebuh sedikit. Maka dari itu budayakanlah membuang sampah pada tempatnya dan jagalah selalu kebersihan lingkungan di manapun anda berada.

Baca Selengkapnya...

S A L A K

10:26 PM Edit This 0 Comments »

S A L A K
( Salacca edulis )

1.SEJARAH SINGKAT
Tanaman salak merupakan salah satu tanaman buah yang disukai dan mempunyai prospek baik untuk diusahakan. Daerah asal nya tidak jelas, tetapi diduga dari Thailand, Malaysia dan Indonesia. Ada pula yang mengatakan bahwa tanaman salak (Salacca edulis) berasal dari Pulau Jawa. Pada masa penjajahan biji-biji salak dibawa oleh para saudagar hingga menyebar ke seluruh Indonesia, bahkan sampai ke Filipina, Malaysia, Brunei dan Muangthai.
2. JENIS TANAMAN
Di dunia ini dikenal salak liar, seperti Salacca dransfieldiana JP Mo-gea; S. magnifera JP Mogea; S. minuta; S. multiflora dan S. romosiana. Selain salak liar itu, masih dikenal salak liar lainnya seperti Salacca rumphili Wallich ex. Blume yang juga disebut S. wallichiana, C. Martus yang disebut rakum / kumbar (populer di Thailand) sebagai pembuat masam segar pada masakan. Kumbar ini tidak berduri, bunganya berumah 2 (dioeciious). Salak termasuk famili: Palmae (palem-paleman), monokotil, daun-daunnya panjang dengan urat utama kuat seperti pada kelapa yang disebut lidi. Seluruh bagian daunnya berduri tajam Batangnya pendek, lama-kelamaan meninggi sampai 3 m atau lebih, akhirnya roboh tidak mampu membawa beban mahkota daun terlalu berat (tidak sebanding dengan batangnya yang kecil). Banyak varietas salak yang bisa tumbuh di Indonesi. Ada yang masih muda sudah terasa manis, Varietas unggul yang telah dilepas oleh pemerintah untuk dikembangkan ialah: salak pondoh, swaru, nglumut, enrekang, gula batu (Bali), dan lain-lain. Sebenarnya jenis salak yang ada di Indonesia ada 3 perbedaan yang menyolok, yakni: salak Jawa Salacca zalacca (Gaertner) Voss yang berbiji 2-3 butir, salak Bali Slacca amboinensis (Becc) Mogea yang berbiji 1- 2 butir, dan salak Padang Sidempuan Salacca sumatrana (Becc) yang berdaging merah. Jenis salak itu mempunyai nilai komersial yang tinggi.
3. MANFAAT TANAMAN
Buah salak hanya dimakan segar atau dibuat manisan dan asinan. Pada saat ini manisan salak dibuat beserta kulitnya, tanpa dikupas. Batangnya tidak dapat digunakan untuk bahan bangunan atau kayu bakar. Buah matang disajikan sebagai buah meja. Buah segar yang diperdagangkan biasanya masih dalam tandan atau telah dilepas (petilan). Buah salak yang dipetik pada bulan ke 4 atau ke 5 biasanya untuk dibuat manisan.
4. SENTRA PENANAMAN
Tanaman salak banyak terdapat di DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, D.I. Yogyakarta, Jawa Timur, Sumatera Utara, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Maluku, Bali, NTB dan Kalimantan Barat.
5. SYARAT PERTUMBUHAN
5.1. Iklim
1. Tanaman ssalak sesuai bila ditanam di daerah berzona iklim Aa bcd, Babc dan Cbc. A berarti jumlah bulan basah tinggi (11-12 bulan/tahun), B: 8-10 bulan/tahun dan C : 5-7 bulan/tahun.
2. Salak akan tumbuh dengan baik di daerah dengan curah hujan rata-rata per tahun 200-400 mm/bulan. Curah hujan rata-rata bulanan lebih dari 100 mm sudah tergolong dalam bulan basah. Berarti salak membutuhkan tingkat kebasahan atau kelembaban yang tinggi.
3. Tanaman salak tidak tahan terhadap sinar matahari penuh (100%), tetapi cukup 50-70%, karena itu diperlukan adanya tanaman peneduh.
4. Suhu yang paling baik antara 20-30°C. Salak membutuhkan kelembaban tinggi, tetapi tidak tahan genangan air.
5.2. Tanah
1. Tanaman salak menyukai tanah yang subur, gembur dan lembab.
2. Derajat keasaman tanah (pH) yang cocok untuk budidaya salak adalah 4,5 - 7,5.
Kebun salak tidak tahan dengan genangan air. Untuk pertumbuhannya membutuhkan kelembaban tinggi.
5.3. Ketinggian Tempat
Tanaman salak tumbuh pada ketinggian tempat 100-500 m dpl.
6. PEDOMAN BUDIDAYA
6.1. Pembibitan
Salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam mengusahakan tanaman salak adalah penggunaan bibit unggul dan bermutu. Tanaman salak merupakan tanaman tahunan, karena itu kesalahan dalam pemakaian bibit akan berakibat buruk dalam pengusahaannya, walaupun diberi perlakuan kultur teknis yang baik tidak akan memberikan hasil yang diinginkan, sehingga modal yang dikeluarkan tidak akan kembali karena adanya kerugian dalam usaha tani. Untuk menghindari masalah tersebut, perlu dilakukan cara pembibitan salak yang baik. Pembibitan salak dapat berasal dari biji (generatif) atau dari anakan (vegetatif). Pembibitan secara generatif adalah pembibitan dengan menggunakan biji yang baik diperoleh dari pohon induk yang mempunyai sifat-sifat baik, yaitu: cepat berbuah, berbuah sepanjang tahun, hasil buah banyak dan seragam, pertumbuhan tanaman baik, tahan terhadap serangan hama dan penyakit serta pengaruh lingkungan yang kurang menguntungkan.
Keuntungan perbanyakan bibit secara generatif:
1. dapat dikerjakan dengan mudah dan murah
2. diperoleh bibit yang banyak
3. tanaman yang dihasilkan tumbuh lebih sehat dan hidup lebih lama
4. untuk transportasi biji dan penyimpanan benih lebih mudah
5. tanaman yang dihasilkan mempunyai perakaran kuat sehingga tahan rebah dan kekeringan
6. memungkinkan diadakan perbaikan sifat dalam bentuk persilangan.
Kekurangan perbanyakan secara generatif:
1. kualitas buah yang dihasilkan tidak persis sama dengan pohon induk karena mungkin terjadi penyerbukan silang
2. agak sulit diketahui apakah bibit yang dihasilkan jantan atau betina.
1. Persyaratan Bibit : Untuk mendapatkan bibit yang baik harus dilakukan seleksi terhadap biji yang akan dijadikan benih. Syarat-syarat biji yang akan dijadikan benih :
1. Biji berasal dari pohon induk yang memenuhi syarat.
2. Buah yang akan diambil bijinya harus di petik pada waktu cukup umur.
3. Mempunyai daya tumbuh minimal 85 %.
4. Besar ukuran biji seragam dan tidak cacat.
5. Biji sehat tidak terserang hama dan penyakit.
6. Benih murni dan tidak tercampur dengan kotoran lain.
2. Penyiapan Bibit
1. Bibit dari Biji:
1. Biji salak dibersihkan dari sisa-sisa daging buah yang masih melekat.
2. Rendam dalam air bersih selama 24 jam, kemudian dicuci.
2. Bibit dari Anakan:
1. Pilih anakan yang baik dan berasal dari induk yang baik
2. Siapkan potongan bambu, kemudian diisi dengan media tanah
3. Teknik Penyemaian Bibit
1. Bibit dari Biji:
1. Biji salak yang telah direndam dan dicuci, masukkan kedalam kantong plastik yang sudah dilubangi (karung goni basah), lalu diletakkan di tempat teduh dan lembab sampai kecambah berumur 20-30 hari
2. Satu bulan kemudian diberi pupuk Urea, TSP dan KCl, masing-masing 5 gram, tiap 2-3 minggu sekali
3. Agar kelembabannya terjaga, lakukan penyiraman setiap hari
2. Bibit dari Anakan dengan pesemaian bak kayu:
1. Buat bak kayu dengan ukuran tinggi 25 cm, lebar dan panjang disesuaikan dengan kebutuhan
2. Diisi dengan tanah subur dan gembur setebal 15-20 cm
3. Diatas tanah diiisi pasir setebal 5-10 cm
4. Arah pesemaian Utara Selatan dan diberi naungan menghadap ke Timur
5. Benih direndam dalam larutan hormon seperti Atonik selama 1 jam, konsentrasi larutan 0,01-0,02 cc/liter air
6. Tanam biji pada bak pesemaian dengan jarak 10 x 10 cm
7. Arah biji dibenamkan dengan posisi tegak, miring/rebah dengan mata tunas berada dibawah
4. Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian : Untuk pembibitan dari biji, media pembibitan adalah polybag dengan ukuran 20 x 25 cm yang diisi dengan tanah campur pupuk kandang dengan perbandingan 2:1. Setelah bibit atau kecambah berumur 20-30 hari baru bibit dipindahkan ke polibag. Pembibitan dengan sistem anakan, bambu diletakkan tepat di bawah anakan salak, kemudian disiram setiap hari. Setelah 1 bulan akar telah tumbuh dan anakan dipisahkan dari induknya, kemudian ditanam dalam polybag. Pupuk Urea, TSP, KCl diberikan 1 bulan sekali sebanyak 1 sendok teh.
5. Pemindahan Bibit : Untuk bibit dari biji, setelah bibit salak berumur 4 bulan baru dipindahkan ke lahan pertanian. Untuk persemaian dari anakan, setelah 6 bulan bibit baru bisa dipindahkan ke lapangan.
6.2. Pengolahan Lahan
1. Persiapan : Penetapan areal untuk perkebunan salak harus memperhatikan faktor kemudahan transportasi dan sumber air.
2. Pembukaan Lahan :
1. Membongkar tanaman yang tidak diperlukan dan mematikan alang-alang serta menghilangkan rumput-rumput liar dan perdu dari areal tanam.
2. Membajak tanah untuk menghilangkan bongkahan tanah yang terlalu besar.
6.3. Teknik Penanaman
1. Pembuatan Lubang Tanam : Lubang tanam dibuat dengan ukuran 30 x 30 x 30 cm dengan jarak tanam 1 x 4 m; 2 x 2 m atau 1,5 x 2,5 m. Ukuran lubang dapat juga dibuat 50 x 50 x 40 cm, dengan jarak antar 2 x 4 m atau 3 x 4 m. Setiap lubang diberi pupuk kandang yang telah jadi sebanyak 10 kg.
2. Cara Penanaman : Biji ditanam langsung dalam lubang sebanyak 3- 4 biji per lubang. Sebulan kemudian biji mulai tumbuh
3. Lain-lain : Untuk menghindari sinar matahari penuh, tanaman salak ditanam di bawah tanaman peneduh seperti tanaman kelapa, durian, lamptoro dan sebagainya. Apabila lahan masih belum ada tanaman peneduh, dapat ditanam tanaman peneduh sementara seperti tanaman pisang. Jarak tanam pohon peneduh disesuaikan menurut ukuran luas tajuk misalnya kelapa ditanam dengan jarak 10 x 10 m, durian 12 x 12 m dan lamtoro 12 x 12 m.
6.4. Pemeliharaan Tanaman
Setelah selesai ditanam, tanaman salak perlu dipelihara dengan benar dan teratur sehingga diperoleh produksi kebin yang baik dan produktif. Pemeliharaan ini dilakukan sampai berakhirnya masa produksi tanaman salak.
1. Penjarangan dan Penyulaman : Untuk memperoleh buah yang berukuran besar, maka bila tandan sudah mulai rapat perlu dilakukan penjarangan. Biasanya penjarangan dilakukan pada bulan ke 4 atau ke 5. Penyulaman dilakukan pada tanaman muda atau yang baru ditanam, tetapi mati atau pertumbuhannya kurang bagus atau kerdil, atau misalnya terlalu banyak tanaman betinanya. Untuk keperluan penyulaman kita perlu tanaman cadangan (biasanya perlu disediakan 10%) dari jumlah keseluruhan, yang seumur dengan tanaman lainnya. Awal musim hujan sangat tepat untuk melakukan penyulaman. Tanaman cadangan dipindahkan dengan cara putaran, yaitu mengikutsertakan sebagian tanah yang menutupi daerah perakarannya. Sewaktu membongkar tanaman, bagian pangkal serta tanahnya kita bungkus dengan plastik agar akar-akar di bagian dalam terlindung dari kerusakan, dilakukan dengan hati-hati.
2. Penyiangan : Penyiangan adalah membuang dan memebersihan rumput-rumput atau tanaman pengganggu lainnya yang tumbuh di kebun salak. Tanaman pengganggu yang lazim di sebut gulma ini bila tidak diberantas akan menjadi pesaing bagi tanaman salak dalam memperebutkan unsur hara dan air. Penyiangan pertama dilakukan pada saat tanaman berumur 2 bulan setelah bibit ditanam, penyiangan berikutnya dilakukan tiap 3 bulan sekali sampai tanaman berumur setahun. Setelah itu penyiangan cukup dilakukan setiap 6 bulan sekali atau 2 kali dalam satu tahun, dilakukan pada awal dan akhir musim penghujan.
3. Pembubunan : Sambil melakukan penyiangan, dilakukan pula penggemburan dan pembumbunan tanah ke pokok tanaman salak. Hal ini dilakukan untuk menghemat ongkos kerja juga untuk efisiensi perawatan. Tanah yang digemburkan dicangkul membentuk gundukan atau bumbunan yang berfungsi untuk menguatkan akar dan batang tanaman salak pada tempatnya. Bumbunan jangan sampai merusak parit yang ada.
4. Perempalan dan Pemangkasan : Daun-daun yang sudah tua dan tidak bermanfaat harus dipangkas. Juga daun yang terlalu rimbun atau rusak diserang hama. Tunas-tunas yang terlalu banyak harus dijarangkan, terutama mendekati saat-saat tanaman berbuah (perempalan). Dengan pemangkasan, rumpun tanaman salak tidak terlalu rimbun sehingga kebun yang lembab serta pengap akibat sirkulasi udara yang kurang lancar diperbaiki. Pemangkasan juga membantu penyebaran makanan agar tidak hanya ke daun atau bagian vegetatif saja, melainkan juga ke bunga, buah atau bagian generatif secara seimbang.
Pemangkasan dilakukan setiap 2 bulan sekali, tetapi pada saat mendekati masa berbunga atau berbuah pemangkasan kita lakukan lebih sering, yaitu 1 bulan 1 kali.Apabila dalam rumpun salak terdapat beberapa anakan, lakukanlah pengurangan anakan menjelang tanaman berbuah. Satu rumpun salak cukup kita sisakan 1 atau 2 anakan. Jumlah anakan maksimal 3-4 buah pada 1 rumpun. Bila lebih dari itu anakan akan mengganggu produktivitas tanaman. Pemangkasan daun salak sebaiknya sampai pada pangkal pelepahnya. Jangan hanya memotong setengah atau sebagian daun, sebab bagian yang disisakan sebenarnya sudah tidak ada gunanya bagi tanaman. Pemangkasan pada saat lewat panen harus tetap dilakuakan. Alat pangkas sebaiknya menggunakan golok atau gergaji yang tajam. Pemangkasan yang dilaksanakan pada waktu dan cara yang tepat akan membantu tanaman tumbuh baik dan optimal.
5. Pemupukan : Semua bahan yang diberikan pada tanaman dengan tujuan memberi tambahan unsur hara untuk memperbaiki pertumbuhan dan produksi tanaman disebut pupuk. Ada pupuk yang diberikan melalui daerah perakaran tanaman (pupuk akar). Pupuk yang diberikan dengan cara penyemprotan lewat daun tanaman (pupuk daun). Jenis pupuk ada 2 macam: pupuk organik dan anorganik. Pupuk organik adalah pupuk kandang, pupuk hijau, kompos, abu tanaman, tepung darah dan sebagainya. Pupuk anorganik adalah: Ure, TSP, Kcl, ZA, NPK Hidrasil, Gandasil, Super Fosfat, Bay folan, Green Zit, dan sebagainya. Pupuk organik yang sering diberikan ke tanaman salak adalah pupuk kandang. Umur tanaman :
1. 0-12 bulan (1 x sebulan): Pupuk kandang 1000, Urea 5 gram, TSP 5 gram, KCl 5 gram.
2. 12-24 bulan (1 x 2 bulan): Urea 10 gram, TSP 10 gram, KCl 10 gram.
3. 24-36 bulan (1 x 3 bulan): Urea 15 gram, TSP 15 gram, KCl 15 gram.
4. 36–dst (1 x 6 bulan): Urea 20 gram, TSP 20 gram, KCl 20 gram.
6. Pengairan dan Penyiraman : Air hujan adalah siraman alami bagi tanaman, tetapi sulit untuk mengatur air hujan agar sesuai dengan yang dibutuhkan tanaman. Air hujan sebagian besar akan hilang lewat penguapan, perkolasi dan aliran permukaan. Sebagian kecil saja yang tertahan di daerah perakaran, air yang tersisa ini sering tidak memenuhi kebutuhan tanaman. Dalam budidaya salak, selama pertumbuhan, kebutuhan akan air harus tercukupi, untuk itu kita perlu memberi air dengan waktu, cara dan jumlah yang sesuai.
7. Pemeliharaan Lain : Setelah ditanam di kebun kita buatkan penopang dari bambu atau kayu untuk menjaga agar tanaman tidak roboh.
7. HAMA DAN PENYAKIT
7.1. Hama
1. Kutu wol /putih (Cerataphis sp.) : Hama ini bersembunyi di sela-sela buah.
2. Kumbang penggerek tunas (Omotemnus sp..)
3. Kumbang penggerek batang :
o Menyerang ujung daun yang masih muda (paling muda), kemudian akan masuk ke dalam batang. Hal ini tidak menyebabkan kematian tanaman, tetapi akan tumbuh anakan yang banyak di dalam batang tersebut.
o Pengendalian: dimatikan atau dengan cara meneteskan larutan insektisida (Diazenon) dengan dosis 2 cc per liter pada ujung daun yang terserang atau dengan cara menyemprot. Dalam hal ini diusahakan insektisida dapat masuk ke dalam bekas lubang yang digerek. Memasukkan kawat yang ujungnya lancip ke dalam lubang yang dibuat kumbang hingga mengenai hama.
4. Babi hutan, tupai, tikus dan luwak
o Pengendalian:
1. untuk memberantas babi hutan, dilaksanakan dengan penembakan khusus, atau memagari kebun salak dengan salak-salak jantan yang rapat. Akan lebih baik lagi kalau memagari kebun salak dengan kawat berduri;
2. untuk memberantas Tikus, digunakan Zink phosphit, klerat dan lain-lain;
3. untuk memberantas Luwak dan Tupai, dapat digunakan umpan buah pisang yang dimasuki Furadan 3 G. Caranya: buah pisang dibelah, kurang lebih 0,5 gram Furadan dimasukkan ke dalamnya, kemudian buah pisang tersebut dijahit dan dijadikan umpan.
7.2. Penyakit
1. Penyakit yang sering menyerang salak adalah sebangsa cendawan putih,
o Gejala: busuknya buah. Buah yang terserang penyakit ini kualitasnya jadi menurun, karena warna kulit salak jadi tidak menarik.
o Pengendalian: mengurangi kelembaban tanah, yaitu mengurangi pohon-pohon pelindung.
2. Noda hitam :
o Penyebab: cendawan Pestalotia sp.
o Gejala: adanya bercak-bercakhitam pada daun salak.
3. Busuk merah (pink) :
o Penyebab: cendawan Corticium salmonicolor.
o Gejala: adanya pembusukan pada buah dan batang.
o Pengendalian: tanaman yang sakit dan daun yang terserang harus dipotong dan dibakar di tempat tertentu.
7.3. Gulma
Di beberapa tempat di Pulau Jawa, lahan salak dibangun di bekas persawahan. Sehingga otomatis gulma yang merajai kebun adalah gulma-gulma yang biasa terdapat di sawah. Karena lahan sawah yang biasa tergenang air dikeringkan dan dibumbun tanahnya maka gulma yang mampu bertahan adalah gulma berdaun sempit dan tumbuh menjalar yang sedikit sekali terdapat di sawah. Gulma yang berbatang kurus tegak, berdaun panjang yang umumnya di persawahan kurang mampu bertahan. Itulah sebabnya mengapa gulma di lahan bekas persawahan relatif lebih sedikit. Pengendalian secara manual dengan dikored atau dicangkul pun sudah memadai. Pemberantasan gulma secara kimia di kebun-kebun salak belum lazim dilaksanakan. Untuk lahan yang tidak seberapa luas, para petani masih menggunakan cara manual (mencabuti rumput-rumputan dengan tangan, dikored atau dicangkul). Bila lahan salak cukup luas, serta baru dibuka, gulma yang terdapat tentu banyak sekali dan sulit diberantas hanya dengan cara manual. Untuk situasi seperti ini perlu menggunakan herbisida, sebab biaya tenaga kerja relatif murah dan hasilnya lebih cepat. Reaksi bahan kimia dalam membunuh tanaman liar juga sangat cepat. Herbisida memiliki pengruh negatif, sebab racun yang dikandungnya dapat membahayakan mahluk hidup lain termasuk ternak dan manusia. Herbisida yang akan digunakan perlu sesuai dengan jenis gulma yang akan diberantas. Pilihan yang kurang tepat akan memboroskan biaya. Gulma dari golongan rumput-rumputan dapat dibasmi dengan herbisida Gramoxone, Gesapas, Basta atau Diuron. Dari golongan teki-tekian dapat diberantas dengan Goal. Alang-alang dapat dibasmi dengan Round-up atau Sun-up. Sedangkan tanaman yang berdaun lebar dapat diatasi dengan Fernimine. Ada juga herbisida yang dapat memberantas beberapa jenis gulma.
8. PANEN
Mutu buah salak yang baik diperoleh bila pemanenan dilakukan pada tingkat kemasakan yang baik. Buah salak yang belum masak, bila dipungut akan terasa sepet dan tidak manis. Maka pemanenan dilakukan dengancara petik pilih, disinilah letak kesukarannya. Jadi kita harus benar-benar tahu buah salak yang sudah tua tetapi belum masak.
1. Ciri dan Umur Panen : Buah salak dapat dipanen setelah matang benar di pohon, biasanya berumur 6 bulan setelah bunga mekar (anthesis). Hal ditandai oleh sisik yang telah jarang, warna kulit buah merah kehitaman atau kuning tua, dan bulu-bulunya telah hilang. Ujung kulit buah (bagian buah yang meruncing) terasa lunak bila ditekan. Tanda buah yang sudah tua, menurut sumber lain adalah: warnanya mengkilat (klimis), bila dipetik mudah terlepas dari tangkai buah dan beraroma salak.
2. Cara Panen Cara memanen: karena buah salak masaknya tidak serempak, maka dilakukan petik pilih. Yang perlu diperhatikan dalam pemetikan apakah buah salak tersebut akan disimpan lama atau segera dimakan. Bila akan disimpan lama pemetikan dilakukan pada saat buah salak tua (Jawa: gemadung), jadi jangan terlalu tua dipohon. Buah salak yang masir tidak tahan lama disimpan. Pemanenan buah dilakukan dengan cara memotong tangkai tandannya.
3. Periode Panen : Tanaman salak dalam masa panennya terdapat 4 musim:
1. Panen raya pada bulan Nopember, Desember dan Januari
2. Panen sedang pada bulan Mei, Juni dan Juli
3. Panen kecil pada bulan-bulan Pebruari, Maret dan April.
4. Masa kosong/istirahat pada bulan-bulan Agustus, September dan Oktober. Bila pada bulan-bulan ini ada buah salak maka dinamakan buah slandren. Menurut sumber lain panen besar buah salak adalah antara bulan Oktober - Januari.
4. Prakiraan Produksi : Dalam budidaya tanaman salak, hasil yang dapat dicapai dalam satu musim tanam adalah 15 ton per hektar.
9. PASCAPANEN
Seperti buah-buahan lainnya, buah salak mudah rusak dan tidak tahan lama. Kerusakan ditandai dengan bau busuk dan daging buah menjadi lembek serta berwarna kecoklat-coklatan. Setelah dipetik buah salak masih meneruskan proses hidupnya berupa proses fisiologi (perubahan warna, pernafasan, proses biokimia dan perombakan fungsional dengan adanya pembusukan oleh jasad renik). Sehingga buah salak tidak dapat disimpan lama dalam keadaan segar, maka diperlukan penanganan pascapanen.
9.1. Pengumpulan : Gudang pengumpulan berfungsi sebagai tempat penerima buah salak yang berasal dari petani atau kebun. Dalam gudang pengumpulan ini dilakukan: sortasi, grading dan pengemasan.
9.2. Penyortiran dan Penggolongan : Sortasi/pemilihan bertujuan untuk memilih buah yang baik, tidak cacat, dan layak ekspor. uga bertujuan untuk membersihkan buah-buah dari berbagai bahan yang tidak berguna seperti tangkai, ranting dan kotoran. Bahan-bahan tersebut dipotong dengan pisau, sabit, gunting pangkas tajam tidak berkarat sehinga tidak menimbulkan kerusakan pada buah. Grading/penggolongan bertujuan untuk:
1. mendapat hasil buah yang seragam (ukuran dan kualitas)
2. mempermudah penyusunan dalam wadah/peti/alat kemas
3. mendapatkan harga yang lebih tinggi
4. merangsang minat untuk membeli
5. agar perhitungannya lebih mudah
6. untuk menaksir pendapatan sementara.
Penggolongan ini dapat berdasarkan pada : berat, besar, bentuk, rupa, warna, corak, bebas dari penyakit dan ada tidaknya cacat/luka. Semua itu dimasukkan kedalam kelas dan golongan sendiri-sendiri.
1. Salak mutu AA (betul-betul super, kekuningan, 1kg= 12 buah)
2. Salak mutu AB (tidak terlalu besar, tidak terlalu kecil, dan sehat)
3. Salak mutu C (untuk manisan, 1kg = 25 - 30 buah)
4. Salak mutu BS (busuk atau 1/2 pecah), tidak dijual.
9.3. Pengemasan dan Pengangkutan
Tujuan pengemasan adalah untuk melindungi buah salak dari kerusakan, mempermudah dalam penyusunan, baik dalam pengangkutan maupun dalam gudang penyimpanan dan untuk mempermudah perhitungan. Ada pengemasan untuk buah segar dan untuk manisan salak. Pengemasan untuk buah segar:
1. alat pengemas harus berlubang
2. harus kuat, agar buah salak terlindung tekanan dari luar
3. dapat diangkut dengan mudah
4. ukuran pengemas harus disesuaikan dengan jumlah buah.
Pengemasan untuk manisan salak: dikemas dalam kaleng yang ditutup rapat yang telah dipastursasi sehingga semua mikroba seperti jamur, ragi, bakteri dan enzim dapat mati dan tidak akan menimbulkan proses pembusukan. Untuk manisan yang dikeringkan, umumnya dikemas dalam plastik. Pengangkutan merupakan mata rantai penting dalam penanganan, penyimpanan dan distribusi buah-buahan. Syarat-syarat pengangkutan untuk buah-buahan:
1. a) Pengangkutan harus dilakukan dengan cepat dan tepat.
2. b) Pengemasan dan kondisi pengangkutan yang tepat untuk menjamin terjaganya mutu yang tinggi.
3. d) Harapan adanya keuntungan yang cukup dengan menggunakan fasilitas pengangkutan yang memadai.
10. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN
10.1 Analisis Usaha Budidaya
Prakiraan anilisis budidaya salak dengan luas lahan 1 ha selama masa produksi 5 tahun di daerah Jawa Barat tahun 1999.
1. Biaya produksi
1. Bibit
 Bibit salak 2.000 pohon/ha @ Rp 15.000,- Rp. 30.000.000,-
2. Pupuk
 Pupuk kandang 20 ton @ Rp. 150.000,- Rp. 3.000.000,-
 Urea tahun ke-1, 150 kg @ Rp. 1.500,- Rp. 225.000,-
 Urea tahun ke-2, 150 kg Rp. 225.000,-
 Urea tahun ke-3, 150 kg Rp. 225.000,-
 Urea tahun ke-4, 100 kg Rp. 150.000,-
 Urea tahun ke-5, 100 kg Rp. 150.000,-
 TSP tahun ke-1, 150 kg @ Rp.1.800,- Rp. 270.000,-
 TSP tahun ke-2, 150 kg Rp. 270.000,-
 TSP tahun ke-3, 150 kg Rp. 270.000,-
 TSP tahun ke-4, 100 kg Rp. 180.000,-
 TSP tahun ke-5, 100 kg Rp. 180.000,-
 KCl tahun ke-1, 150 kg @ Rp. 1.650,- Rp. 247.500,-
 KCl tahun ke-2, 150 kg Rp. 247.500,-
 KCl tahun ke-3, 150 kg Rp. 247.500,-
 KCl tahun ke-4, 100 kg Rp. 165.000,-
 KCl tahun ke-5, 100 kg Rp. 165.000,-
3. Obat dan pestisida : tahun ke-1 s.d. tahun ke-5 Rp. 500.000,-
4. Peralatan Rp. 600.000,-
5. Tenaga kerja
 Penanaman Rp. 700.000,-
 Pengolahan tanah Rp. 1.400.000,-
 Penyulaman Rp. 105.000,-
 Penyiangan: tahun ke-1 s.d. tahun ke-5 Rp. 315.000,-
 Pemangkasan tahun ke-1 s.d. tahun ke-5 Rp. 210.000,-
 Pemberantasan hama/penyakit tahun ke-1 s.d. th ke-5 Rp. 210.000,-
 Pemupukan tahun ke-1 s.d. tahun ke-5 Rp. 420.000,-
 Panen dan pascapanen tahun ke-2 Rp. 525.000,-
 Panen dan pascapanen tahun ke-3 Rp. 700.000,-
 Panen dan pascapanen tahun ke-4 Rp. 700.000,-
 Panen dan pascapanen tahun ke-5 Rp. 875.000,-
6. Jumlah biaya produksi selama 5 tahun Rp. 43.477.500,-
2. Pendapatan
1. Produksi tahun ke-2 rata-rata 1 kg/pohon @ Rp. 4.250,- Rp. 8.500.000,-
2. Produksi tahun ke-3 rata-rata 1,5 kg/pohon Rp. 12.750.000,-
3. Produksi tahun ke-4 rata-rata 1,5 kg/pohon Rp. 12.750.000,-
4. Produksi tahun ke-2 rata-rata 2 kg/pohon Rp. 17.000,000,-
5. Jumlah pendapatan selama 5 tahun Rp. 51.000.000,-
3. Keuntungan
1. Keuntungan dalam 5 tahun Rp. 7.522.500,-
2. Keuntungan rata-rata per tahun Rp. 1.504.500,-
4. Parameter kelayakan usaha : 1. B/C ratio = 1,17
10.2. Analisis Agrobisnis
Sebagai tanaman asli Indonesia salak mempunyai masa depan yang cerah untuk dikembangkan baik untuk memenuhi pasaran lokal ataupun pasaran luar negeri. Di Indonesia produksi buah ini mengalami peningkatan yang tajam dari tahun 1983- 1987. Bila di tahun 1983 produksinya hanya 52.014 ton dan menurun sedikit di tahun 1984 menjadi 46.456 ton, maka tahun-tahun berikutnya produksi buah salak melonjak dengan sangat pesat. Produksi tahun 1987 tiga kali lipat lebih banyak dari produksi tahun 1983. Akan tetapi, produksi pada tahun 1988 dan tahun 1989 mengalami penurunan. Data pada tabel di bawah ini.
11. STANDAR PRODUKSI
11.1. Ruang Lingkup
Standar ini meliputi syarat mutu, cara pengujian mutu, cara pengambilan contoh dan cara pengemasan salak.
11.2. Diskripsi
Salak adalah buah dari tanamn salak (Salacca adulia Reinw) dalam keadaan cukup tua, utuh, segar dan bersih. Standar mutu salak di Indonesia tercantum dalam Standar Nasional Indonesia SNI 01-3167-1992.
11.3. Klasifikasi dan Standar Mutu
Jenis mutu salak dalam tiga ukuran, yaitu ukuran besar, sedang dan kecil. Berdasarkan berat, masing-masing digolongkan menjadi dua jenis mutu yaitu Mutu I dan Mutu II, ukuran besar, berat 61 gram atau lebih per buah, ukuran sedang, berat 33 – 60 gram per buah dan ukuran kecil, berat 32 gram atau kurang per buah.
1. Tingkat Ketuaan: mutu I seragam tua, mutu II tidak terlalu matang, cara uji organoleptik
2. Kekerasan: mutu I keras, mutu II keras, cara uji organoleptik
3. Kerusakan Kulit Buah: mutu I kulit buah utuh, mutu II utuh , cara uji Organoleptik
4. Ukuran: mutu I seragam, mutu II seragam, cara uji SP-SMP-310-1981
5. Busuk (bobot/bobot) : mutu I 1%, mutu II 1 %, cara uji SP-SMP-311-1981
6. Kotoran: mutu I bebas, mutu II bebas, cara uji organoleptik
11.4. Pengambilan Contoh
1) Salak Dalam Kemasan
Contoh diambil secara acak dari jumlah kemasan seperti terlihat d bawah ini. Dari setiap kemasan diambil contoh sebanyak 2 kg dari bagian atas,tengah dan bawah. Contoh tersebut diacak bertingkat (stratified random sampling) sampai diperoleh minimum 2 kg untuk dianalisa.
1. Jumlah kemasan dalam partai (lot): s/d100, contoh yang diambil 5.
2. Jumlah kemasan dalam partai (lot): 101-300 contoh yang diambil 7.
3. Jumlah kemasan dalam partai (lot): 301-500 contoh yang diambil 9.
4. Jumlah kemasan dalam partai (lot): 501-1000 contoh yang diambil 10.
5. Jumlah kemasan dalam partai (lot) >1000 contoh yang diambil min 15.
2) Salak dalam Curah (in bulk)
Contoh diambil secara acak sesuai dengqan jumlah berat total seperti terlihat di bawah ini. Contoh-contoh tersebut yang diambil bagian atas, tengah, bawah serta berbagai sudut dicampur, kemudian diacak bertingkat (stratified random sampling) sampai diperoleh minimum 2 kg untuk dianalisa.
1. Jumlah berat lot (kg): < 200, contoh yang diambil <10.
2. Jumlah berat lot (kg): 201–500, contoh yang diambil 20.
3. Jumlah berat lot (kg): 501–1000, contoh yang diambil 30.
4. Jumlah berat lot (kg): 1.001–5.000, contoh yang diambil 60.
5. Jumlah berat lot (kg): > 5.000, contoh yang diambil min. 100.
11.5. Pengemasan
Salak dikemas dalam besek, keranjang bambu, peti kayu ataupun kemasan lain yang sesuai dengan berat bersih maksimum 40 kg. Daun kering, kertas atau bahan lain dapat dipakai sebagai penyekat. Isi dari kemasan tidak melebihi tutupnya Dibagian luar keranjang/kemasan diberi label yang bertuliskan antara lain :
1. Nama barang
2. Jenis mutu
3. Nama/kode perusahaan/eksportir
4. Golongan ukuran
5. Berat bersih
6. Produksi Indonesia
7. Negara/tempat tujuan
8. Daerah asal




Potensi dan Kondisi

Potensi Kabupaten Karangasem dilihat dari dua sisi yaitu dari sisi Sumber Daya Alam (SDA) dan Sumber Daya Manusia (SDM), maka dapat dikatakan bahwa SDA di Kabupaten Karangasem meliputi pertanian lahan kering, peternakan, perikanan, Galian Golongan C termasuk batu tabas dan bahan-bahan kerajinan rumah tangga seperti bambu, lontar dsb... Sedangkan SDA yang tersedia cukup banyak dilihat dari kuantitasnya, sedangkan kualitasnya masih perlu mendapatkan penanganan, baik melalui pelatihan maupun magang.
Potensi lainnya yang ada di Kabupaten Karangasem meliputi ketersediaan prasarana dan sarana perekonomian, baik ketersediaan jalan, listrik dan air bersih yang secara umum cukup memadai sampai pada ketersediaan sarana penunjang perekonomian lainnya, yaitu mulai dari terbentuknya LPD, koperasi mandiri dan pasar desa yang telah tersebar keseluruh desa yang ada.
Salah satu potensi yang merupakan primadona di Kabupaten Karangasem adalah terdapatnya berbagai macam obyek wisata, baik wisata alam, budaya, pantai maupun taman laut yang nampaknya semakin tahun menjadi semakin dikenal oleh dunia, disisi lain dengan adanya usaha kerajinan tradisional mulai dari kerajinan tenun, kerajinan besi, perak dan emas, patung asmat sampai pada anyam-anyaman yang kesemuanya itu merupakan salah satu sarana penunjang bagi perkembangan kepariwisataan di Bali dan Karangasem khususnya. Sarana kepariwisataan lainnya yang mendukung perkembangan kepariwisataan di Karangasem adalah berdirinya berbagai hotel berbintang, restaurant yang berkualitas internasional dan pada akhirnya sampai saat ini juga telah terbentuk asosiasi jasa wisata yang sangat bermanfaat bagi kelangsungan perkembangan kepariwisataan tersebut.
Dibidang pertanian potensi yang sangat baik untuk dikembangkan adalah tanaman buah salak, yaitu yang dikenal dengan nama "salak gula pasir" dimana salak ini memiliki suatu keunikan tersendiri yaitu walaupun masih sangat muda, rasa dari salak tersebut sangat manis dan hanya dapat tumbuh dengan baik di Desa Sibetan dan Desa Selat. Sedangkan dibidang peternakan kabupaten Karangasem adalah tercatat sebagai produsen sapi Bali terbanyak di propinsi Bali, hal ini disebabkan karena kondisi wilayah Kabupaten Karangasem adalah sebagian besar merupakan lahan kering, demikian juga halnya terhadap potensi tanaman perkebunan yaitu mulai dari penghasil jambu mete, mangga dan kopi yang merupakan suatu usaha tanaman perkebunan yang sangat menjanjikan. Selanjutnya dibidang perikanan khususnya perikanan laut, Kabupaten Karangasem yang memiliki panjang pantai 97 Km tersebut sangat potensial untuk mendapatkan peningkatan penanganannya secara profesional, sehingga petani nelayan yang ada sekarang dengan metode sedarhana lambat laun akan menjadi petani nelayan yang profesional.
Kondisi Kabupaten Karangasem secara umum masih cukup memperihatinkan jika dibandingkan dengan kabupaten lainnya yang ada di Propinsi Bali. Hal ini disebabkan karena kondisi geografis yang kurang menguntungkan disamping pendapatan perkapita Kabupaten Karangasem adalah paling rendah di Propinsi Bali yaitu tahun 1998 baru mencapai sekitar Rp. 2 Juta sedangkan rata-rata Bali sudah mencapai Rp. 3,5 Juta. Disisi lain Kabupaten Karangasem juga merupakan Kabupaten yang terbanyak penduduk miskinnya baik dilihat dari kriteria BKKBN maupun dari Statistik. Namun demikian data distribusi pendapatan Kabupaten Karangasem menunjukkan bahwa Gini Ratio menunjukkan angka 0,246 yang berarti bahwa ketimpangan pendapatan antar penduduk di Kabupaten Karangasem adalah sangat rendah dengan kata lain bahwa pemerataan pendapatan masyarakat Kabupaten Karangasem baik di perkotaan maupun di pedesaan relatif baik.

Baca Selengkapnya...

Rokok, Racun yang Digemari...!!!

10:22 PM Edit This 1 Comment »

Masalah “merokok” adalah masalah yang menyangkut kepedulian pada deri sendiri dan orang lain, sebab dampak negative dari rokok tidak hanya merugikan diri si perokok sendiri, tetapi jika orang lain di sekitarnya. Selain itu kebiasaan merokok seseorang dapat menyentuh kesejahteraan dan kenyamanan orang lain yang bukan perokok, di mana seharusnya hak untuk merokok selayaknya dihentikan pada saat hak asasi orang yang tidak merokok untuk menghirup udara bersih dan segar mulai trganggu, atau setidaknya mencari tempat khusus untuk merokok.

Upaya-upaya seperti sosialisasi, legistasi, iformasi dan edukasi dengan tujuan meningkatkan keterampilan hidup sehat, dimana pada akhirnya diharapkan dapat menurunkan jumlah perokok aktif serta mempromosikan lingkungan lingkungan hidup sehat, telah dilakukan banyak pihak, termasuk Departemen Pendidikan Nasional melalui Pusat pengembangan Kualitas jasmani, namun upaya tersebut harus tetap dilaksanakan secara berkesinambungan dan terpadu diantaranya melalui sosialisasi dan penyebaran informasi yang tepat, singkat, dan lugas bagi masyarakat umum.

Booklet ini disusun, dan harapan dapat bermanfaat bagi remaja khususnya dan masyarakat pada umumnya, dalam rangka mendukung Program pencegahan Remaja Merokok baik melalui jalur pendidikan formal maupun non-formal.
BAGIAN 1

REMAJA CENDERUNG INGIN MOROKOK

Perubahan mental dan emosional dari masa anak-anak ke masa dewasa menyebabkan perubahan prilaku dan sikap dalam kehidupan sehari hari. Perubahan ini dapat berbeda pada setiap remaja karena tergantung pada factor-faktor yang mempengaruhi perkembangan mental emosional remaja tersebut.

Perkembangan mental emosional remaja dipengaruhi oleh kondisi social emosonal dari lingkungannya. Lingkungan yang kondusif misalnya contoh tauladan yang baik dari orang tua, teman, maupun guru dapat membantu pencapaian kematangan emosionalnya dengan baik dan ini ditandai antara lain dengan:
 Penuh cinta kasih, simpati, empati, kesadaran diri, suka menolong orang lain, bersifat hormat dn ramah.
 Mampu mengendalikan emosi, tidak mudah tersinggung, tidak agrisif, optimis dan memp berpikir kritis dan kreatif.

Kurangnya perhatian dan kasih sayang orang tuaataupun kurangnya pengakuan dari teman sebaya, dapat membuat remaja mudah mengalami kecemasan, perasaan tertkan dan kenyamanan emosional sehingga remaja cenderung berpikir agresif yang negative seperti berkelahi, melawan dan selalu berupaya melarikan diri dari kenyataan dengan cara mesalnya dengan merokok atau minum-minuman keras.

Seringkali remaja yang merokok disebabkan karena ketidakmampuannya berpikir rasional, cara berpikir yang keliru dalam upaya mencari jati diri, mereka belum mampu melihat realitas secara tepat sehingga memerlukan bimbingan orang tua dan guru, bahkan mungkin teman sebayanya, untuk menemukan jati dirinya.

Sebagian remaja yang meokok juga dikarenakan keinginan untuk diakui dan dihargai oleh teman sebayanya. Hal ini karena perkembanga ego remaja. Karena itu remaja membutuhkan perhatian guru dan orang tua serta teman sebayanya yang memiliki kematangan mental yang lebih dari remaja tersebut.

Remaja yang merokok juga disebabkan karena inginmencoba-coba apalagi didukung oleh lingkungan yang kondusif untuk mencobarokok tersebut, seperti sebagian besar temannya merokok, korban dari iklan rokok yang sangat gencar baik dari media cetak maupun elektronik dan yang lebih mendorong lagi remaja tersebut untuk merokok adalah karena figure idolanya (artis, olahragawan, orang tua, guru) merokok.

Remaja yang merokok juga didorong oleh rasa setia kawan terhadap kelompok sebayanya yang diwujudkan dengan ketaatan remaja tersebut terhadap aturan-aturan dan kebiasaan-kebiasaan yang dibuat oleh kelompoknya mulai dari berpakaian, berbicara, penampilan dan merek rokok tertentu.

Seain itu remaja yang merokok juga disebabkan oleh sifat mereka yang mudah terpengaruh oleh hal-hal yang sedang “trend” baik yang positif maupun yang negative. Sifat mudah terpengaruh ini menyebabkan remaja mudah masuk ke dalam kegiatan-kegiatan negative seperti merokok, minum-minuman keras bahkan sampai menyalahgunakan narkoba.

Awal mula remaja merokok pada umumnya adalah dengan mencoba baik diberi oleh teman, “mengambil rokok milik orang tua”, atau membeli sendiri. Berdasarkan hasil observasi, hampir tidak ada remaja yang dapat menikmati rokok pada awal mula mereka mencoba merokok, namun selanjutnya karena pengaruh lingkungan, desakan teman sebaya dan pengaruh dari nikotin yang terdapat dalam rokok yang dikonsumsi, akhirnya remaja tersbut menjadi ketagihan.

Sehingga muncul perasaan atau sugesti bahwa apabila tidak merokok merasa tidak percaya diri, mulut terasa asam dan tidak dapat berpikir jernih. Karena itu merokok dijadikan bagian dari kehidupan dan pergaulan meskipun tidak pernah ada penelitian yang membuktikan bahwa merokok dapat meningkatkan daya pikir dan kepercayaan diri seeorang.

Hal lain yang mendorong mengapa remaja ingin merokok adalah karena rasa ingin dipuja dengan cara prilaku yang mereka anggap dapat mengundang kekaguman meskipun mungkin dapat membahayakan dirinya sendiri, yaitu antara lain dengan merokok bahkan mungkin kebut-kebutan di jalan raya (pada remaja laki-laki).

Sesuai dengan perkembangan mental emosionalnya maka pada umumnya remaja cenderung berperilaku berubah-ubah sesuai dengan pergolakan emosinya sehingga hal ini tidak jarang memberikan dampak pada hubungan social baik dengan guru, orang tua, teman sebaya maupun masyarakat.

Situasi yang kondusif perlu diciptakan oleh guru, orang tua dan masyarakat agar remaja mampu mengendalikan perilakunya yang merugikan baik bagi dirinya sendiri maupun orang lain.














BAGIAN 2

BERHENTI MEROKOK

Kebiasaan merokok apalagi yang berlebihan dapat menyebabkan kematian dari 10% penduduk dunia. Artinya satu dari sepuluh planet bumi akan meninggal akibat rokok. Bahkan tahun 2030 angka ini akan lebih cepat melaju, yaitu sekitar separuh dari para perokok akan meninggal akibat kebiasaan merokok. Separuh dari yang meninggal tersebut adalah kelompok dari usia muda atau usia produktif.

Rokok merupakan sumber penyebab dari berbagai penyakit. Ibarat pabrik bahan kimia, di mana dalam satu batang rokok yang dihisap akan keluar sekitar 4000 bahan kimia dan gas yang beracun serta membahayakan tubuh manusia. Dari 4000 bahan kimia yang membahayakan tersebut, terdapat 3 komponen utama yang sangat berbahaya, yaitu:
 Tar yang bersifat karsinogenik (dapat menyebabkan kanker)
 Nikotin, yaitu suatu bahan adiktif yang dapat membuat orang menjadi ketagihan, menimbulkan ketergantungan dan toleransi (memerlukan jumlah yang semakin bertambah) dan gejala-gejala ketagihan apabila berhenti merokok. Ia merangsang otak supaya si perokok merasa cerdas pada awalnya. Kemudian ia melemahkan kecerdasan otak.

Nikotin menyebabkan penghasilan adrenalin. Hormone yang menyebabkan jantung berdenyut lebih cepat dan bekerja lebih kuat. Ini berarti jantung anda memerlukan lebih banyak oksigen untuk terus berdenyut. Nikotin juga menyebabkan darah anda lebih cepat membeku, beresiko tinggi terhadap serangan jantung kepada perokok.
 Karbon monoksida, gas yang berbahaya yang terdapat dalam pembuangan asap kendaraan. Ia menggantikan sebanyak 15% daripada oksigen yang seharusnya dibawa oleh sel-sel darah merah. Karbon monoksida yang terikat kuat dengan hemoglobin, akan mangganggu pengikatan oksigen dengan hemoglobin, yang dapat berakibat kadar oksigen dalam darah berkurang. Jadi jantung perokok yang memerlukan banyak oksigen ternyata mendapat lebih sedikit oksigen. Ini membahayakan bagi mereka yang mengidap penyakit jantung atau paru-paru. Ini juga menyebabkan perokok sesak nafas dan kurang daya staminanya. Karbon monoksida merusak lapisan dalam pembuluh darah dan meninggikan endapan lemak pada dinding pembuluh-pembuluh darah,menyebabkan pembuluh darah tersumbat. Ini meningkatkan lagi resiko serangan jantung.

Dalam beberapa menit, jika anda menghisap sebatang rokok maka:
 Nikotin dalam asap rokok akan mempercepat detak jantung anda, meningkatkan tekanan darah dan menggagu aliran darah dan udara dalam paru-paru anda.
 Nikotin juga akan melumpuhkan bulu-bulu halus dalam paru-paru anda yang seharusnya menyekat kotoran dan kuman. Mula-mula anda akan batuk dan serak serta hidung yang beringus.
 Karbon monoksida dalam asap akan mengurangi jumlah oksigen yang dibawa dalam darah ke bagian badan yang lain termasuk jantung dan otak.
 Ter dan bahan-bahan yang menyebabkan kanker ditinggalkan dalam aliran udara dalam paru-paru

Bahan-bahan kimia beracun lainnya yang terdapat di dalam rokok adalah:
1. Tar, Digunakan untuk mengaspal jalan raya. Kebanyakan bahan-bahan yang menyebabkan kanker terdapat dalam asap rokok. Sebagian dari mereka adalah benso (a) pyrene, nitrosamine dan B-napthylamine, kadmodium, dan nikel.
2. Asepton, Peluntur cat.
3. DDT, Racun serangga untuk membunuh lalat dan semut.
4. Arsenik, Racun kutu dan racun yang digunakan untuk pembunuh-pembunuh terkenal.
5. Cadmium, bahan kimia yang terdapat dalam ACCU>
6. Formaldehid, digunakan untuk mengawetkan mayat.
7. Ammonia, bahan aktif dalam pembersih lantai.
8. Hidrogen sianida, racun yang digunakan untuk gas.
9. Naftalena, bahan yang beracun yang terdapat dalam obat serangga.
10. Polonium -210, 210-bahan radioaktif.
11. Vinil klorida, bahan kimia yang digunakan untuk membuat plastic.
12. Uretan, fumigant
13. Tolueri, pelarut industri.
14. Arsen, racun tikus.
15. Dibenzakridin
16. Butan, bahan baker korek api.
17. Benso (a) piren
18. Dimetilmitrosamin
19. Piren
20. Metanol, bahan spiritus baker.
21. Naftilamin, bahan pembuat cat.
22. M-Toluidin, bahan pembuat cat.

Akibat bahan-bahan kimia beracun tersebut, maka berdasarkan hasil penelitian para ahli dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan bahwa kebiasaan merokok terbukti berhubungan dengan sedikitnya 25 jenis penyakit dari berbagai organ tubuh manusia, seperti :
1. Fungsi paru terganggu karena penyakit; kanker paru, bronchitis kronik, dan berbagai penyakit paru lainnya.
2. Berbagai penyakit kanker; kanker mulut, kanker tenggorokan, kanker pancreas, dan kanker kandung kencing.
3. Fungsi jantung terganggu karena penyakit; aneurisma (pelebaran aorta atau pelebaran pembuluh darah pada jantung), jantung koroner, dan masih banyak lagi.
4. Gangguan fungsi reproduksi manusia, seperti kemandulan dan impotensi.

Meskipun dampak negative dari kebiasaan merokok seperti penyakit-penyakit yang berbahaya tersebut di atas rata-rata baru akan timbul setelah mengkonsumsi rokok dalam waktu relative lama yaitu 10-20 tahun, namun kebiasaan merokok tetap berpotensi menimbulkan beberapa gangguan kesehatan dalam jangka pendek, seperti:
 Mulut kering, karena menurunnya jumlah produksi air liur.
 Nafas berbau tidak sedap, karena menimbun tar, nikotin dan zat berbehaya lainnya di dalam mulut.
 Meningkatnya denyut jantung dan tekanan darah.
 Gangguan pencernaan.
 Kulit tubuh berwarna kusam.
 Bau badan tidak sedap.
 Dan berbagai gangguan kesehatan lainnya.
 Selain gangguan kesehatan, merokok juga dapat menguras kantong untuk hal-hal yang tidak bermanfaat.

Pengaruh jangka panjang:
 Kanker paru-paru, 90% dari kematian yang terjadi di kalangan perokok disebabkan oleh kanker paru-paru.
 Penyakit jantung, penelitian telah menunjukkan bahwa kira-kira 40% kematian yang disebabkan oleh penyakit jantung sebelum berumur 65 tahun terkaitdengan kebiasaan merokok.
 Efisema dan bronchitis yang kronis, merokok adalah penyebab utama bronchitis yang kronis. Rokok mempersempit saluran pernapasan dan merusak pulusi udara di mana pertukaran gas berlangsung, menyebabkan anda susah untuk bernapas. Seorang yang bukan perokok menggunakan 5% dari tenaganya untuk bernapas tetapi seseorang yang mengidap episema yang akut menggunakan 80% dari tenaganya untuk bernapas.

Rokok yang menggunakan nikotin yang menyebabkan ketagihan yang sama seperti pada heroin atau kokain. Nikotin hanya memerlukan 10 detik untuk sampai ke otak dan membuat badan pikiran anda tergantung kepadanya. Anda bias ketagihan setelah menghisap beberapa batang rokok saja. Anda akan merasakan jika anda ingin merokok maka nikotin itu telah bersarang di dalam tubuh anda. Jika anda tidak merokok, gejala penarikan yang tidak menyenangkan akan timbul (seperti rasa mabuk, penat, rasa bergetar pada tangan, pening kepala) oleh sebab itu yang tidak disadari adalah bahwa ia memerlukan usaha yang lebih kuat untuk berhenti merokok.

Rokok yang mengandung kadar tar yang sedikit tidak dijamin lebih aman, karena mengandung jumlah banyak bahan-bahan kimia yang beracun yang sama seperti rokok-rokok biasa. Dan oleh karenanya perokok-perokok biasa (rokok yang mengandung nikotin) akan menarik napas lebih dalam atau bahkan mereka akan menghisap lebih banyak rokok-rokok ini. Akhirnya, jumlah tar dan nikotin yang dimasukkan ke dalam tubuh mereka sama saja seperti menghisap rokok yang biasa.

Mengurangi bahaya merokok tidak dapat dilakukan dengan penyaringan rokok karena penyaringan rokok mungkin hanya menyaring sebagian dari tar dan nikotin tetapi tidak menyekat sebutir racunpun dari sap rokok, dan juga tidak dapat dilakukan dengan mentol. Karena mentol hanya mempengaruhi rasa asap saja. Ia tidak mengurangi bahaya merokok.

Walaupun hanya menghembuskan asap rokok saja tanpa menghisapnya, tapi masih memiliki resiko tanggi karena:
 Kebanyakan dari bahan-bahan kimia dalam asap rokok (termasuk nikotin) bisa diserap melalui mulut dan hidung. Nikotin juga bias diserap melalui kulit.
 Asap yang dihembuskan akan berada lama di udaraAsap yang dihembuskan akan berada lama di udara sekeliling dan apabila anda menarik napas kembali, maka ia akan masuk lagi ke paru-paru anda.
 Kebanyakan perokok tidak menyadari bahwa mereka menghisap asap rokok apabila mereka menghembuskannya.

Kebanyakan racun dalam asap rokokdiserap ke dalam aliran darah. Apabila seorang wanita yang hamil merokok, bahan-bahan ini beralih dari ibu ke darah bayinya. Bayi wanita perokok mungkin dilahirkan kurang berat, tidak cukup bulan atau tidak dapat hidup. Bayi-bayi ibu yang merokok lebih berkemungkinan meninggal dunia pada tahun pertama. Jika mereka terus hidup, mereka mempunyai resiko yang lebih buruk untuk terjangkit paru-paru dan juga perkembangan fisik dan mentalnya kurang baik.

Penelitian menunjukkan bahwa bagi wanita yang tidak merokok, asap yang dihisap dari rokok siami bias mempengaruhi kesehatan ayi yang sedang dikandungnya. Kedua orang tua harus meninggalkan mebiasaan merokok di awal kehamilan jika mereka mau mengurangi resiko kesehatan bayi mereka daripada terlambat. Itulah sebabnya, mengapa orang harus dicegah untuk tidak mencoba merokok, dan bagi yang sudah terlanjur merokok, hendaknya berusaha untuk “berhenti merokok”.























BAGIAN 3

PAPARAN ASAP ROKOK

Asap rokok adalah sisa pembakaran dari rokok myang kita nyalakan dan mengandung kurang lebih 4000 bahan kimia beracun, yang secara umm bahan-bahan kimia tersebut dapat dibagi menjadi dua kelompok besar, yaitu komponen gas (seperti: karbon monoksida, hydrogen sianida, butan, dolonium, ammoniak, aseton, dan lain-lain), serta komponen padat atau partikel (seperti: nikotin dan tar).

Semakin banyak asap rokok yang tersebar atau terpapar di udara dalam suatu lingkungan, karena semakin banyaknya orang mengkonsumsi rokok, serta berlangsung secara terus-menerus, dapat mengakibatkan berbagai penyakit yang berakhir pada kematian pada orang-orang yang selalu berada pada lingkungan tersebut.

Bahkan pada wanita hamil bukan perokok, tetapi selama kehamilnnya sering berada dalam lingkungan dengan tingkat paparan asap rokok yang tinggai, dapat menyebabkan penurunan pertumbuhan janin, serta resiko kematian mendadak pada bayi.

Asap rokok juga merupakan sumber polusi dalam ruangan, yang secara langsung dapat mengganggu kondisi fisik, seperti iritasi mata dan hidung, sakit kepala, tenggorokan serak, batuk, pusing, dan gangguan pernapasan lainnya.

Untuk mencegah luasnya dampak negative dari paparan asap rokok tersebut, maka selayaknya pada lingkungan atau tempat-tempat umum, seperti perkantoran, sekolah, sarana kesehatan,tempat ibadah, angkutan umum, mall, bandara, dan tempat-tempat umum lainnya,disediakan area khusus bagi perokok untuk merokok, sehingga tempat-tempat umum tersebut dapat dikatakan “bebas asap rokok”.

Bahkan Departemen Pendidikan Nasional (d/h DEKDIKBUD) melalui instruksi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor: 4/u/1997, tentang Lingkungan Sekolah Bebas Asap Rokok, serta Peraturan Pemerintah RI Nomor: 19 tahun 2003, tanggal10 Maret 2003, tentang pengamanan Rokok Bagi Kesehatan, mengatur antara lain tentang “Penetapan Kawasan Asap Rokok”.












BAGIAN 4

PEROKOK PASIF DAN PEROKOK AKTIF

Merokok adalah hak asasi manusia, tetapi harus diingat bahwa “hak asasi” seseorang adalah dibatasi oleh hak asasi orang lain. Sehingga setiap perokok harus menghargai hak asasi orang lain yang ingin hidup sehat, bebas dari asap rokok.

Orang yang mengkonsumsi rokok secara rutin, dengan jumlah sekecil apapun (missal:satu batang rokok per hari) sudah cukup untuk disebut perokok aktif (Active Smoking). Selain itu orang yang menghisap rokok, walaupun tidak rutin (perokok pemula yang Cuma sekedar mencoba-coba) dapat juga disebut perokok aktif, termasuk orang yang menghisap rokok dengan cara menghembus-hembuskan aap rokok, walau tidak dihisap (Inhale) masuk ke dalam paru-paru, tergolong perokok aktif.

Meskipun kita tidak merokok, namun tidak jarang juga kita menghisap asap rokok (yaitu asap yang diproduksi selama pembakaran rokok) dari orang yang merokok, dan ini disebut merokok secara pasif atau perokok pasif (Passive Smoking). Jadi seorang perokok pasif adalah eseorang yang menghisap asap rokok orang lain. Telah trbukti bahwa perokok pasif mengalami resiko kesehatang yang sama seperti seorang perokok.

Jika dibandingkan dengan asap rokok yang dihisap kemudian dikeluarkan kembali dari mulut atau hidung si perokok, maka asap rokok yang dikeluarkan dari sebatang rokok yang dibakar (main stream smoke) mengandung dua kali lebih banyak nikotin, tiga kali lebih banyak tar, dan lima kali lebih banyak karbon monoksiada (CO). sedangkan asap rokok yang disedot oleh perokok pasif mungkin mengandung:
 Tiga kali lebih banyak tar
 Tiga kali lebih banyak nikotin
 Lima kali lebih banyak kaobon monoksida
 Lima kali lebih banyak bahan-bahan kimia yang menyebabkan kronis dibandingkan dengan asap yang dihisap oleh perokok melalui ujung rokok filter yang disaring.

Tetapi ini tidak berarti yang mempunyai kebiasaan menghisap rokok itu tidak membahayakan bagi si perokok. I perokok menghisap lebih banyak asap dari setiap batang rokok dari orang-orang disekelilingnya.

Selain itu dampak dari orang yang sering menjadi perokok pasif adalah meningkatkan resiko terkenannya berbagai macam penyakit, mulai dari yang ringan (sakit kepala, sakit tenggorokan, batuk, dan bersin-bersin) hingga yang berat (kanker paru, jantung koroner, bronchitis kronis, dan sebagainya).

Merokok secara pasif juga sangat membahayakan anak-anak, terutama jika orang tuanya merokok di rumah karena:
 Proses pembesaran dan perkembangan paru-paru terlambat.
 Mereka lebih berkemungkinan terserang batuk, flu dan terjangkit radang paru-paru.
 Mereka mungkin mendapat masalah pada telinga, hidung,dan tekak (seperti radang pita suara).
 Mereka lebih berkemungkinan menjadi perokok dengan mengikuti jejak orang tuanya.

Bila dibandingkan dengan orang yang tidak pernah menghisap asap rokok, maka perokok pasif memiliki resiko lebih tinggi untuk terkena penyakit, seperti penyakit jantung 30% dan kanker 20%.

Ibu hamil yang menjadi perokok pasif, juga akanmenerima damper buruk seperti keguguran janin, kematian janin dalam kandungan, pendarahan dan lain-lain. Sedangkan pada bayi, asap rokok dapat mengakibatkan gangguan pernapasan, penyakit telinga, kanker otak, leukemia, dan gangguan perkembangan kecerdasan.

Perokok pasif sebenarnya akan menerima dampak negative yang sama besarnya dengan perokok aktif. Namun karena perokok pasif tidak memiliki “kekebalan” terhadap racun yang disebarkan melalui asap rokok, maka perokok pasif akan lebih mudah terpapar oleh asap rokok; dibandingkan dengan perokok aktif yang relative lebih memiliki “kekebalan” terhadap racun yang dihasilkan oleh pembakaran rokok, meskipun dalam jangka waktu, perokok aktif akan terkena serangan berbagai penyakit akibat merokok (sama halnya dengan perokok pasif).

Oleh karena itu jangan jadikan teman atau orang-orang yang anda cintai menjadi perokok pasif; karena akan menerima resiko yang sama dengan perokok aktif apabila anda merokok di sekitar mereka. Mulailah terlebih dahulu menghargai hak asasi orang lain untuk menghirup udara bersih dan sehat, sebelum menegakkan hak asasi diri sendiri (untuk merokok).

















BAGIAN 5

MANFAAT

Merokok adalah termasuk perbuatan buruk karena tidakk ada manfaat sama sekali. Oleh karena itu, tidak ada orang tua yang rela apabila ada salah seorang dari anak-anaknya yang merokok, bahkan seharusnya orang-orang yang lebih dewasa memiliki kewajiban melarang mereka untuk merokok.

Satu batang rokok yang dibakar dan dihisap maka ia akan mengeluarkan lebih dari 4.000 zat kimia yang berbahaya bagi kesehatan baik yang berupa kelompok gas seperti gas monoksida (CO) yang dapat menghambat pengikatan hemoglobin dengan oksigen darah, sehingga tubuh kita kekurangan oksigen dan dapat menyempitkan pembuluh darah. Jika terjadi pecahnya pembuluh darah di otak, akan dapat terjadi serangan stroke yang dapat mengakibatkan kelumpuhan. Kemudian kelompok zat padat yang terdiri dari tar dan nikotin, dimana tar dapat menyebabkan kakker dan nikotin dapat menaikkan tekanan darah dan membuat beban kerja jantung menjadi lebih berat, hal ini sudah barang tentu akan dapat menimbulkan penyakit jantung.

Merokok ditinjau dari agama apapun sebenarnya adalah perbuatan yang tidak baik karena tidak ada manfaatnya sama sekali, malah bila seorang perokok merokok di depan umum yang bukan perokok sama saja kita “menyakiti” mereka, dan menyakiti orang lain adalah sebuah perbuatan dosa.

Merokok juga dianggap sebagai suatu kebiasaan buruk yang paling banyak tersebar di seluruh dunia. Pada tahun 1975 Badan KesehatanDunia (WHO) telah meneluarkan peringakan bahwa merokok sangat berbahaya bagi kesehatan manusia dan dapat mengakibatkan komplikasi penyakit jantung, dan paru-paru serta penyakit-penyakit lainnya. Setia tahun penyakit tersebut menjadi penyebab utama kematian lebih dari satu orang di dunia.

Sebatang rokok dibakar sama dengan menghamburkan sejumlah uang.














BAGIAN 6

MENCEGAH REMAJA UNTUK TIDAK MEROKOK

Di Indonesia dan banyak negara di dunia telah membuat aturan yang mengharuskan adanya peringatan kesehatankepada setiap bungkus rokok yang dijual bahkan di Negara-negara maju juga beberapa kota besar di Indonesia telah melarang anak-anak di bawah usia 18 tahun untuk membeli rokok.

Merokok di tempat-tempat umum apalagi yang menggunakan AC seperti pusat pertokoan, bandara, rumah sakit, dan perkantoran sangatlah dilarang, karena merugikan banyak orang (perokok pasif).

Walaupun banyak bukti-bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa merokok merugikan kesehatan, tapi perusahaan rokok terus memproduksi rokk dan “menawarkan” gaya hidup yang kadang-kadang menggiurkan, seprti bila merokok tampak gagah dan eksklusif; namun pada akhirnya seseorang sendirilah yang harus memutuskan apakah rokok itu bergaya atau berbahaya.

Mencegah remaja untuk tidak merokok memang bukan suatu pekerjaan yang mudah karena pengaruh gaya hidup yang mengarah pada penggunaan rokok jauh lebih besar dan lebih kuat daripada promosi-promosi prilaku hidup sehat tanpa rokok, apalagi didukung oleh para idola remaja, guru, bahkan ahli kesehatan yang merokok.

Karena itu cara terbaik adalah memberi kesempatan kepada para remaja untuk sebanyak-banyaknya melakukan explorasi mengenai konsekwensi dari merokok itu. Bentuk-bentuk kegiatan atau pendidikan yang mengembangkan keterampilan spikososial seperti perpikir kritis, berpikir kreatif, kesadaran diri dan sebagainya (live skill education) yang dikemas dalam bentuk diskusi maupun bermain peran adalah cara yang paling dianjurkan untuk meningkatan pengetahuan, keterampilan dan sikap tentang bahaya merokok, dan diharapkan lebih efektif dalam mencegah remaja merokok.

Sebagai contoh gunakan informasi tambahan dari peragaan botol yang dimasuki sebatang rokok yang menyala dan ditutup dengan kapas putih sebagai bahan diskusi tentang bahaya merokok.

Botol kita umpamakan rongga tenggorokan dan kapas adalah paru-paru kita. Setelah rokok dibakar lalu dimasukkan ke dalam botol, dan botol ditutup dengan kapas sampai rokok mati. Setelah rokok mati, maka kapas putih yang menjadi sumbatan itu akan menjadi kekuning-kuningan, yang merupakan gambaran racun yang ada di peru-paru si perokok.

Selain itu upaya pencegahan remaja merokok juga dilakukan dengan meminimalisir tempat-tempat merokok, baik di tempat umum, di lingkungan sekitar sekolah, serta memperbanyak kawasan bebas asp rokok khususnya di sekolah. Tidak kalah pentingnya adalah tokoh tauladan dari guru maupun orang tua untuk tidak merkok (setidaknya tidak di depan para remaja). Di samping itu diperlukan pula pengawasan dari orang tua dan guru yang didukung dengan penegakan hukum bagi penjual rokok kepada remaja berusia di bawah 18 tahun. Diperlukan ketegasan, bahwa rokok hanyalah diperuntukkan bagi mereka yang sudah “dewasa” dan “mangerti” akan bahaya merokok.










































BAGIAN 7

CARA EFEKTIF UNTUK BERHENTI MEROKOK


Apabila anda bukan perokok, jangan memulai! Tetapi apabila anda sudah jadi perokok, maka tinggalkanlah!. Jika anda meninggalkan kebiasaan merokokhari ini badan anda akan bebas dari nikotin dalam masa 8 jam. Kira-kira dalam satu minggu kemungkinan besar efek samping dari kebiasaan merokokakan hilang.

Lama kelamaan badan anda akan memperbaiki kerusakan yang disebabkanoleh tembakau. Dan jika anda terus menjauhkan diri dari rokok, resiko mengidap penyakit yang berhubungan dengan merokok berkurang.
MASIH BELUM TERLAMBAT UNTUK BERHENTI

Tidak ada cara terbaik berhenti merokok untuk semua orang, karena pengaruhnya berlainan. Tetapi hanya ada satu masalah yang sama diantara bekas perokok yang sukses adalah mereka semua memang mau berhenti merokok!

Berikut ini tips untu berhenti atau meninggalkan kebiasaan merokok:
1. Niat yang kuat dari diri sendiri.
2. Cari alas an kuat mengapa anda ingin berhenti merokok.
3. Tetapkan tanggal untuk berhenti merokok;
misalnya dengan mulai menghitung biaya yang harus dikeluarkan satu tahun, dan seterusnya; termasuk biaya yang harus dikeluarkan untuk pengobatan gangguan kesehatanakibat merokok; dan andaikata biaya tersebut dialihkan untuk sesuatu yang lebih bermanfaat.
4. Singkirkan asbak dan segala sesuatu yang dapat menimbulkan keinginan untuk merokok.
5. minta dukungan teman dan atau keluarga.
6. lakukan beberapa cara yang dapat anda pilih sebagai berikut:
CARA 1:Langsung Berhenti
Seorang perokok berhenti merokok sepenuhnya pada saat tertentu yaitu bila hari ini anda masih merokok, besok anda berhenti sama sekali. Cara ini adalah yang paling banyak dijalani. Kebanyakan bekas perokok berhenti melalui cara ini lebih efektif dan paling berhasil.
CARA 2:Penundaan
Cara ini mengajak anda menunda masa anda menghisap batang rokok yang pertama sehingga anda dapat bertahan satu hari tanpa rokok. Atau anda bias menunda menyalakan batang rokok sepenuhnya setiap kali anda ingin merokok. Atau dapatjuga menunda waktu atau saat menghisap rokok pertama, dua jan setiap hari dari hari sebelumnya; misalnya kebiasaan menghisap rokok prtama rata-rata 07.00 pagi, dengan target berhenti merokok dalam 7 (tujuh) hari, maka penundaan rokok pertama mulai dari:
~ Hari pertama :jam 09.00
~ Hari kedua :jam 11.00
~ hari ketiga :jam 13.00
~ Hri keempat :jam 15.00
~ Hari kelima :jam 17.00
~ Hari keenam :jam 19.00
~ Hari ketujuh :jam 21.00 – berhenti
CARA 3: Pengurangan Bertahap
Cara ini adalah dengan mengurangi bilangn rokok yang dihisap setiap hari sehingga anda tidak merokok lagi sama sekali.

Anda juga bias mengurangi separuh dari satu batang rokok setiap kali anda merokok. Atau jumlah rokok yang dihisap setiap hari dikurangi secara erangsur-angsur dengan jumlah yang sama, sampai 0 (nol) batang pada hari terakhir; misalnya target 7 (tujuh) hari dengan rata-rata menghisap 2 (dua) bungkus rokok (28 batang rokok) setiap harinya, maka:
~ Hari pertama: 24 batang
~ Hari kedua : 20 batang
~ Hari ketiga : 16 batang
~ Hari keempat: 12 batang
~ Hari kelima : 8 batang
~ Hari keenam : 4 batang
~ Hri ketujuh : 0 batang
CARA 4: Terapi Penggantian Nikotin
Tempelan nikotin bias menolong mengurang gejala ketagihan yang anda alami apabila anda berhenti secara mendadak.nikotin dalam tempelan menembus kulit ke dalam tubuh anda untuk mengurangi keinginan merokok. Ini menolong anda menghadapi kebiasaan merokok dan ketergantungan spikologis. Tanyakan kepada dokter anda keterangan lebih lanjut.

Pilih kesimpulan waktu yang tepat untuk berhenti, anda boleh pilih hari yang berarti dalam hidup anda seperti hari ulang tahun atau tahun baru. Umat islam yang berhenti merokok selama bulan Ramadhan bias menggunakan kesempatan ini untuk berhenti merokok selama-lamanya.
7. Tanamkan dalam diri anda yang sudah berhentu merokok:
~ Untuk tidak membiarkan rokok mengendalikan hidup anda.
~ Mulai menghargai diri sendiri dan orang lain, dengan tidak meracuni diri dengan rokok.
~ Nikmatilah keuntungan secara materiil (fisik dan financial) setelah berhenti merokok.
~ Tingkatkanlah keterampilan untuk menjalani hidup sehat dan bugar.
8. Apabila anda masih merasa:
a. Ingin sekali merokok
Alihkan perhatian dan ingatkan diri akan bahaya rokok; minum air putih yang banyak, serta tarik napas panjang dan dalam beberapa kali.
b. Gelisah, sulit konsentrasi, pusing, dan tidak semangat
Cari udara segar, gerakkan badan, rentangkan kaki selebar bahu, tarik napas dalam-dalam selama beberapa menit.
c. Susah buang air besar
Makan sayur dan buah yang banyak mengandung serat, serta minum air putih yang banyak
d. Rasa lapar dan berat badan bertambah
Olahraga teratur dan diet yang sehat
e. Batuk-batuk, mual, diare
Ke dokter, agar diatasi sesuai gejala
f. Ingin merokk sesudah makan
Segera berdiri, cari dan lakukan kegiatan lain.
g. Biasa merokok sambil minum kopi
Ganti kopi dengan minuman lain, atau minum kopi sambil menyantap snack yang sehat.
h. Rasa “kehilangan rokok” di tangan
gantikan dengan benda lain
i. Bila tetap tidak tertahankan
Hubungi pusat pelayanan kesehatan terdekat (sperti: puskermas, klinik, rumah sakit, atau dokter pribadi anda).


Reaksi-reaksi yang normal setelah berhenti merokok adalah:
a. Susah untuk memusatkan perhatian atau rasa mabuk karena otak anda perlu menyesuaikan diri kepada oksigen yang lebih.
b. Batuk dan hidung beringus karena paru-paru anda mencoba menghilangkan semua kotoran dan kuman yang terkumpul semasa anda merokok.
c. Keinginan yang kuat untuk merokok selama satu atau dua minggu selama tubuh anda mencoba menghilangkan nikotin.
d. Rasa bergetar di tangan dan kaki apabila darah mulai mengalir seperti biasa.

Tidak semua orang mengalami gejala-gejala seperti ini tetapi jangan putus asa jika anda mengalaminya. Hal ini akan hilang dalam satu atau dua minggu dan itu adalah tanda-tanda bahwa keadaan anda mulai membaik.

Cara mengatasi keinginan untuk merokok:
a. Minta anggota keluarga dan rekan-rekan anda supaya mendukung dan mengingatkan anda.
b. Jauhi orang-orang, tempat dan keadaan yang dapat membuat anda tertarik untuk merokok sekurang-kurangnya pada minggu-minggu pertama setelah berhenti.
c. Hindari keinginan untuk merokok dengan membuang semua rokok-rokok, pematik api dan tempat abu rokok.
d. Bergaya seperti orang yang tidak merokok. Gantungkan tanda “dilarang merokok” untuk mengingatkan diri anda sendiri.
e. Ubahlah pekerjaan yang dilakukan setia hari untuk meninggalkan kebiasaan merokok. Misalnya, kebiasaan merokok setelah makan, bangun dari meja makan dan gosok gigi atau pergi jalan-jalan.
f. Lakukan sesuatu yang memerlukan anda menggunakan tangan, seperti membersihkan rumah, membuat kerajinan tangan atau berkebun.
g. Cari sesuatu yang menarik untuk dilakukan pada saat-saat anda ingin merokok. Biarkan diri andqa senantiasa sibuk dan aktif dengan melakukan hobi baru.
h. Kunyahlah makanan kecil atau makanan ringan yang menyehatkan (seperti sayur-sayuran dan buah-buahan) dan lebih banyak minum.
i. Berolahragalah selalu. Bersenam yang dapat melegakan pernapasan dan anda merasa lebih bertenaga.
j. Pelajari cara-cara menenangkan diri seperti bernapas dengan panjang dan melemaskan otot untuk melegakan pernapasan.
k. Jika anda merasa kaku karena tidak memegang rokok di tangan anda, gunakan benda-benda lain seperti pensil, klip krtas, uang koin atau pengorek gigi.
l. Dokter anda bias memberikan tempelan nikotin untuk membantu anda mengurangi keinginan merokok. Ini bias anda dapatkan di klinik-klinik berhenti merokok, di poliklinik-poliklinik tertentu (lihat di bawah).
m. Mintalah dokter gigi anda membersihkan gigi anda dari kotoran yang disebabkan oleh tembakau supaya anda kelihatan lebih menarik. Anda tidak ingin mengotori gigi anda lagi.
n. Hadiahkan diri anda sendiri setiapminggu atau setiap bulan dengan bebas rokok. Gunakan uang yang biasa dipakai untuk membeli rokok untuk membeli sesuatu yang benar-banar anda inginkan.

PERUBAHAN PADA TUBUH SETELAH BERHENTI MROKOK
~ Dalam 20 menit
Tekanan darah dan denyut nadi kembali ke normal

~ Dalam 8 jam
Kadar oksigen di darah kembali ke angka normal

~ Dalam 24 jam
Karbon monoksida dieliminasi oleh tubuh. Paru mulai mengeluarkan mokus dan debritis dari tubuh.

~ Dalam 48 jam
Nikotin tidak dapat lagi dideteksi dari dalam tubuh. Kemampuan untuk mencium dan merasa menjadi lebih baik.

~ Dalam 72 jam
Bernapas mulai terasa lebih lega karena bronkus lebih elastis. Levelenergi mulai meningkat.

~ Dalam 2-12 minggu
Sirkulasi di berbagai bagian tubuh mulai membaik.

~ Dalam 3-9 bulan
Gangguan pernapasan seperti batuk, sesak napas dan bising mengi mulai membaik. Secara keseluruhan fungsi paru akan meningkat sekitar 5-10 %.

~ Dalam 5 tahun
Resiko terjadinya serangan jantung menjadi setengah daripada mereka yang terus merokok.

~ Dalam 10 tahun
Resiko mendapat kanker paru menjadi separuh dari resiko para perokok. Resiko mendapat serangan jantung menjadi kurang lebih sama dengan mereka yang tidak pernah merokok sama sekali sebelumnya.


























BAGIAN 8

KEUNTUNGAN TIDAK MEROKOK

Pada penjelasan sebelumnya telah diuraikan berbagai dampak dan bahaya akibat merokok aktif maupun pasif. Pada penjelasan ini para remaja akan diinformasikan tentang keuntungan dari sseorang yang tidak merokok.

Seperti diketahui diantara ribuan zat kimia beracun yang ada pada rokok, terdapat juga tiga zat yang angat berbahaya, yaitu nikotin, tar dan carbon monoksida (CO). ketiga zat ini dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan.

Tuhan telah menciptakan alam dengan udara yang bersih berupa oksigen (O2) yang sangat dibutuhkan oleh tubuh; tetapi bila udara dicemari oleh carbon monoksida (CO) yang dihasilkan antara lain dari pembakaran rokok, maka kita telah berubah lingkungan yang bersih menjadi kotor (terpolusi).

Tetapi bila kita tidak merokok, maka dihindari efek dari endapan zat racun (seperti nikotin) pada pembuluh darah yang dihasilkan oleh pembakaran rokok, sehingga akan memperkecil resiko serangan jantung, sroke, impotensi, dan kemandulan.

Keuntungan lain dari tidak merokok adalah terhindar dari kanker yang disebabkan oleh tar, yang merupakan hasil pembakaran rokok, nafas dan badan tidak bau, kulit muka tetap segar, terhindar dari batuk-batuk dan sesak nafas, serta dapat memperkecul pengeluaran yang tidak diperlukan. Dengan tubuh terhindar dari berbagai penyaikit, maka aktifitas fisik yang baik dan sehat pun dapat dilakukan tanpa mengalami hambatan.




















BAGIAN 9

PENDEKATAN LIFE SKILLS EDUCATION (LSE) UNTUK PENCEGAHAN REMAJA MEROKOK

Keterampilan hidup atau life skills adalah berbagai keterampilan atau kemampuan untuk dapat beradaptasi atau berprilaku positif yang memungkinkan seseorang mampu menghadapi berbagai tantangan dan tuntutan dalam hidupnya sehari-hari secara efektif.


LIFE SKILLS EDUCATION

Yang dimaksud dengan life skills education adalah kegiatan yang bertujuan untuk melaksanakan pendidikan untuk mengembangkan:
 Kemampuan spikososial seseorang untuk mengatasi berbagai tuntutan dan tantangan hidup sehari-hari.
 Kemampuan seseorang untuk mempertahankan kesejahteraan mentalnyadengan baik dengan kemampuannya untuk beradaptasi dengan orang lain, budaya dan lingkungannya.

KETERAMPILAN YANG DIKEMBANGKAN MELALUI
LIFE SKILLS EDUCATION

Para ahli mengemukakan bahwa terdapat sejumlah keterampilan yang merupakan keterampilan dasar (keterampilan spikososial) yang penting dalam meningkatkan kesehatan serta kesejahteraan anak dan remaja. Keterampilan spikososial yang dimaksud adalah:

 Pengambilan keputusan;
 Pemecahan masalah;
 Berpikir kritis;
 Berpikir kreatif;
 Berkomunikasi yang efektif;
 Membina hubungan antar pribadi;
 Kesadaran diri;
 Berempati;
 Mengatasi emosi;
 Mengatasi stress.

MENGAPA MELALUI PENDEKATAN LIFE SKILLS EDUCATION?

Karena saat ini anak-anak dan remaja kita dihadapkan pada berbagai situasi dan kondisi yang merupakan masalah yang dapat mengancam kesehatan dan kesejahteraan mereka, yaitu antara lain:
 Penyalahgunaan narkoba dan rokok
 Kekerasan baik fisik maupun mental
 Perkosaan dan eksploitasi seksual
 Berbagai macam konflik
 Ketimpangan gender
 Masalah-masalah lingkungan
 Masalah-masalah kesehatan reproduksi
 Prilaku seks bebas
 Kehamilan remaja atau kehamilan tak diinginkan atau aborsi
 Penyakit menular seksual (PMS) termasuk HIV atau AIDS

Dalam latar belakang kondisi ini, maka Pendidikan Kesehatan Hidup atau “Life Skills Education” yang mengembangkan berbagai kompetensi spikososial dapat menjadi salah satu solusi dalam mengatasi berbagai masalah social dan kesehatan karena kita membekali anak dan remaja kita dengan kemampuan untuk “menghadapi dan bertahan hidup” terhadap tantangan yang dihadapinya sehari-hari.

Sebagai contoh, anak remaja harus memiliki kemampuan untuk berkata “tidak” pada ajakan menggunakan narkoba. Di sini tentu berperan antara lain kemampuan untuk ia berpikir kritis dan mengambil kesimpulan yang tepat dalam menghadapi tantangan dalam hidupnya ini. Dapat dikatakan keterampilan hidup merupakan jawaban terhadap tantangan zaman.

KONSEP DASAR LIFE SKILLS EDUCATION

Pendidikan Keterampilan Hidup mempunyai kontribusi yang sangat besar terhadap peningkatan atau perkembangan individu dan social, perlindungan terhadap Hak Asasi Manusia dan mencegah terhadap masalah-masalah kesehatan dan social karena konsep Pendidikan Keterampilan Hidup meliputi:
 Demokratisasi, mencakup penghargaan dan perlindungan terhadap hak asasi manusia termasuk hak-hak anak dan perempuan.
 Tanggung jawab, baik terhadap diri sendiri maupun terhadap orang lain dan lingkungan.
 Perlindunga, baik terhadap diri sendiri maupun terhadap orang lain dan lingkungan.
 Perlindunga, baik terhadap diri sendiri maupun terhadap orang lain dan lingkungan.

SYARAT UTAMA DARI
LIFE SKILLS EDUCATION

1. Tekankan bahwa proses lebih penting daripada hasil (bukan salah atau betul).
2. Kerja sama kelompok sama pentingnya dengankerja sama indifidual.
3. Berkomunikasi kepada anak setiap hasil suatu kegiatan.
4. Upayakanlah selalu membina emosi yang positif (dengan cara memberikan penghargaan atau sangksi).
5. Suasana belajar nyaman dan aman.
6. Hubungan antara peserta didik dan guru atau fasilitator dalam proses belajar harus diwarnai dengan rasa saling menghargai, percaya dan kasih sayang.
7. belajar sebagai upayayang klasikal atau kolompok dan indifidual dimana kedua proses ini saling bertautan.
8. proses belajar terjadi pada dua belah pihakyaitu guru atau fasilitator atau teman-temannya.
9. proses belajar tidak terlepas dari akar budaya setempat.
10. proses belajar penuh dengan optimisme.






































BAGIAN 10

PELAKSANANA LIFE SKILLS EDUCATION (LSE) UNTUK MENCEGAH REMAJA MEROKOK

Seperti kita ketahui bahwa ada beberapa manfaat dari life skills education (LSE), diantaranya adalah “meningkatkan raa tanggung jawab terhadap diri sendiri dan orang lain “serta” meningkatkan rasa toleransi kebersamaan, dan menghargai sesame”.

Titik berat pelajaran LSE kepada para remaja adalah pada prilaku hidup sehat yang brtanggung jawab. Oleh karena itu penyampaian LSE di sekolah tidak cukup hanya diberikan pada jam pelajaran di mata pelajaran tertentu yang relevan saja. Karena LSE pada dasarnya LSE memerlukan suatu proses yang menuntut pelatihan, pembiasaan, serta keteladanan.

LSE untuk Pencegahan Remaja Merokok pada dasarnya meningkatkan upaya prilaku hidup sehat melalui peningkatan kebiasaan yang efektif, agar seorang remaja tidak terjerumus pada kebiasaan buruk, seperti MEROKOK.

Sesuai “prinsip dan pola prilaku yang dihayati” dalam menumbuhkan kebiasaan yang efektif pada manusia, maka dalam hal menumbuhkan kebiasaan efektif pada manusia,maka dalam hal menumbuhkan kebiasaan efetif untuk tidak merokok.terdapat 3 (tiga) komponen yang saling berkaitan, yaitu:

1. PENGETAHUAN, yaitu mengerti apa yang harus dilakukan;
2. KEINGINAN, yaitu mau melakukan kebiasaan positif untuk tidak merokok;
3. KETERAMPILAN, yaitu memiliki keterampilan untuk melakukan kebiasaan yang efektif untuk tidak merokok.

Ada dua cara pokok untuk dapat mengimplementasikan atau melaksanakan LSE pada para remaja di sekolah dalam upaya pencegahan remaja merokok, yaitu:
1. Melalui Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah oleh guru yang diberi tugas menyampaikan LSE, seperti melalui mata pelajaran IPA, PENJASKES, AGAMA.
2. melalui kerja sama dengan pihak lain, seperti kerja sama dengan orang tua dan masyarakat.

Baca Selengkapnya...