Hadiah dari Angin Utara

10:36 PM Edit This 0 Comments »

Dahulu kala, ada seorang laki-laki yang tinggal bersama ibunya. Keluarga mereka sangat miskin, bahkan untuk makan tiga kali sehari saja tidak bisa.
Pada suatu hari, anak muda itu pergi ke gudang mencari makanan untuk ibunya. Ketika dia mendekati pintu, angin utara bertiup dengan kencang sehingga menerbangkan makanannya. ooo! Angin telah meiupnya.
Anak muda itu kembali ke gudang untuk mendapatkan makanan lagi. Ketika ia akan keluar dari bangunan itu, lagi-lagi angin utara menerbangkan makanannya. oooo! angin itu meniupnya lagi.
Peristiwa itu sudah terjadi berulang kali, akhirnya dia pergi ke rumah angin dan meminta makanan kepada angin yang sudah meniupnya tadi. “Saya di sini untuk meminta makanan saya yang kamu sudah tiup tadi. Tolong kembalikan makanan saya, saya orang miskin.” Anak muda itu memohon. “Maaf temanku. Saya tidak mempunyai makanan, tapi saya akan memberimu hadiah yang special,” Kata angin itu. “Ambillah kain ini untukmu. Setiap kamu memerlukan makanan ucapkanlah,’kain, sediakan aku makanan yang enak!’ kemudian makanan akan siap di hadapanmu.” Angin itu menjelaskan.
Ketika sudah gelap anak itu tiba pada suatu kedai. Dia tidak mempunyai uang untuk berbelanja. Ia ingat pada kain yang telah diberikan oleh angina utara itu. Langsung ia berkata, “o kain, sediakan makan malam untukku!” segera makan malam sudah tersaji. Pengurus restoran yang kebetulan melihatnya merasa terkejut dan sekaligus iri. “aku harus mempunyai kain yang bagus itu,” Bisiknya. Ketika sudah malam dan semua orang sudah tertidur , ia mengendap-endap pergi ke ruangan anak muda itu, mengambil kain itu, dan menggantinya dengan sepotong kain biasa.
Pagi harinya, anak muda itu terkejut melihat kainnya tidak bias digunakan lagi. Ia mengeluh kepada angin utara tentang hal itu dan meminta makanannya kembali. “Saya tidak mempunyai makanan, tetapi saya akan memberimu hadiah yang lain,” Ucap angina itu. Tuan angina utara kemudian memberikan seekor kambing. “Kambing ini dapat memberimu beberapa uang,” Kata angina itu.
Anak laki-laki itu sangat senang. Ia kembali ke kedai di mana tempat ia bermalam. Ia sangat lapar tetapi ia tidak mempunyai uang. Tiba-tiba ia ingat kambing itu. “Kambing, tolong berikan aku beberapa uang!” Demikian anak laki-laki itu berbisik. Suatu keajaiban! Hanya dalam beberapa detik saja, ia bisa temukan beberapa uang didalam sakunya.
Keesokan harinya ketika anak laki-laki itu bangun, dia dikejutkan dengan kambing yang tidak mempunyai sihir sama sekali. Lagi-lagi ia pergi menemui angin utara untuk menceritakan beberapa keluhannya. ”Selamat pagi tuan angina.” Sapa anak laki-laki itu. “Selamat pagi temanku. Apa yang bisa ku Bantu?” Jawab angin utara. “Kembalikan makananku yang sudah kamu terbangkan. Kambing ini sihirnya sudah hilang.” Kata anak laki-laki itu putus asa. “Saya minta maaf, saya tidak mempunyai makanan. Namun, saya bisa memberimu hadiah special lagi. Ini adalah tongkat sihir.” Angin itu berhenti berkata beberapa saat kemudian melanjutkan perkataannya lagi. “Dari sekarang, jika kamu meminta sesuatu yang tidak mungkin, cukup mengatakan, ‘tongkat, o, tongkat,lakukan!’ kemudian tongkat akan melakukannya sampai kamu mengatakan, ‘tongkat,tongkat,berhenti!”
Anak laki-laki itu pergi ke kedai, dia tinggal di dalam dengan tongkat sihirnya. Ia berfikir ia akan beristirahat untuk semalam di sana. Ia tidak mempunyai uang untuk membayar makanan, dia pergi tidur. Ia mulai memikirkan kemalangannya selama ia tinggal di dalam kedai. Setiap kali ia bermalam di sana, ia selalu kehilangan barang-barangnya. Ia ingat bermain suatu trik waktu ini. Ia menaruh tongkat sihirnya di sudut ruangan, ia merebahkan diri di tempat tidur dan kemudian tertidur.
Pada tengah malam ia mendengar langka kaki yang mendekat menuju tempat menaruh tongkatnya. Anak laki-laki itu kemudian menjerit, “Tongkat, tangkat lakukan!” tongkat itu meloncat dari sudut dan mulai memukul pengurus restoran itu. Pengurus restoran itu sangat ketakutan sambil berteriak, ”Berhenti, tolong hentikan! Saya akan memberimu kambing dan kain itu!”
Anak muda itu berpikir sudah cukup memukul pengurus restoran itu. Ia berkata, “Tongkat,tongkat,berhenti!” lalu tongkat kembali ke sudut. Pengurus restoran pergi sambil berlari. Segera ia kembali dengan kain dan kambing itu.
Laki-laki muda itu sampai di rumah dengan selamat. Ia berkata bahwa ia akan selalu kaya dan bahagia sepanjang hidupnya bersama dengan ibu tercintanya.

0 comments: